• Kabar Jawa
  • Kabar Kalimantan
  • Kabar Makassar
  • Kabar Pekanbaru
  • Kabar Sumatera
  • Kabar Sunda
KabarIndonesia.id
  • Home
  • AI
    • Bisnis dan Ekosistem
    • Edukasi dan Masa Depan
    • Regulasi dan Etika
    • Industri dan Terapan
    • Inovasi dan Tren
  • Nasional
  • Daerah
    • Jawa Bali
    • Sumatera
    • Kalimantan
    • Sulawesi
    • Nusa Tenggara
    • Papua
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Keuangan
    • Pajak
    • Syariah
  • Politik
  • Gaya Hidup
    • Fashion
    • Film dan Musik
    • Otomotif
    • Teknologi
  • Lainnya
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Cek Fakta
    • Video
    • Indeks
No Result
View All Result
Kabar Indonesia
No Result
View All Result
  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Kode Etik dan Pedoman Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi

Update Harga Emas Pegadaian: UBS dan Galeri24 Tetap di Level Stabil

by Gusti Ridani
8 Desember 2025
Home Ekonomi
Share ke FBShare ke XShare di WA

KabarIndonesia.id — Harga emas UBS dan Galeri24 di Pegadaian kembali diperbarui pada Senin (08/12). Kedua jenis emas itu terpantau stabil, dan hingga saat ini harga emas Antam di Pegadaian masih tidak tersedia.

Komoditi emas Galeri24 nampak masih stabil dibanding perdagangan lalu. Hal itu menyebabkan harga emas Galeri24 tetap dibanderol sebanyak Rp2.437.000 per gram.

Tidak hanya Galeri24, harga emas UBS juga terpantau masih stabil, sama dengan harga emas pada perdagangan lalu. Kini, emas UBS untuk ukuran satu gram masih bertengger pada Rp2.469.000.

Berikut rincian lengkap harga emas UBS dan Galeri24 pada Senin 08 Desember 2025:

Harga Emas Galeri24 di Pegadaian:

0,5 gram: Rp1.279.000
1 gram: Rp2.437.000
2 gram: Rp4.802.000
5 gram: Rp11.916.000
10 gram: Rp23.768.000
25 gram: Rp59.275.000
50 gram: Rp118.457.000
100 gram: Rp236.797.000
250 gram: Rp588.227.000
500 gram: Rp1.176.454.000
1000 gram: Rp2.352.908.000

Harga Emas UBS di Pegadaian:

0,5 gram: Rp1.334.000
1 gram: Rp2.469.000
2 gram: Rp4.899.000
5 gram: Rp12.105.000
10 gram: Rp24.081.000
25 gram: Rp60.084.000
50 gram: Rp119.920.000
100 gram: Rp239.746.000
250 gram: Rp599.187.000
500 gram: Rp1.196.966.000

Terdapat sejumlah faktor umum yang menyebabkan harga emas mengalami kenaikan. Salah satu di antaranya adalah sifat harga emas yang cenderung berubah-ubah atau fluktuatif.

Walau begitu, fluktuasi tersebut tidak selalu berdampak negatif. Justru dalam beberapa tahun terakhir, pergerakan harga emas cenderung menunjukkan tren kenaikan yang stabil.

Hal tersebut membuat emas tetap diminati sebagai aset investasi, karena nilainya yang terus meningkat seiring waktu meskipun diwarnai dengan dinamika pasar.

Berikut sejumlah faktor yang mempengaruhi kenaikan harga emas, diantaranya adalah:

1. Permintaan pasar tinggi

Emas merupakan aset bernilai tinggi yang mempunyai berbagai fungsi. Selain dijadikan instrumen investasi, emas juga banyak dimanfaatkan dalam industri, terutamanya sebagai bahan baku komponen elektronik dan perhiasan.

Permintaan emas yang terus meningkat di sektor industri serta perhiasan menjadi salah satu faktor utama yang mendorong kenaikan harganya. Kebutuhan akan emas dalam pembuatan teknologi canggih juga aksesori membuat logam mulia ini semakin dibutuhkan.

Selain kebutuhan industri, faktor budaya juga turut memengaruhi lonjakan harga emas. Di beberapa negara seperti Tiongkok dan India, emas memegang peran krusial dalam berbagai tradisi dan acara adat.

Emas kerap dijadikan hadiah atau simbol kemakmuran dalam perayaan besar, terkhususnya pernikahan. Tradisi tersebut menciptakan permintaan musiman yang cukup tinggi, sehingga turut memberikan tekanan pada harga emas di pasar global.

2. Ketidakpastian perekonomian global

Ketidakpastian dalam perekonomian global, contohnya konflik dagang dan ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Tiongkok, menjadi salah satu faktor pemicu kenaikan harga emas.

Situasi yang tidak stabil tersebut membuat pasar keuangan cenderung bergejolak.
Dalam kondisi itu, banyak investor beralih ke aset yang dianggap lebih aman dan minim risiko, salah satunya adalah emas. Logam mulia ini dipilih karena dinilai lebih stabil jika dibandingkan aset lain di tengah gejolak ekonomi.

Emas mempunyai nilai intrinsik yang tidak bergantung pada kondisi perusahaan atau stabilitas ekonomi suatu negara. Karena itu, emas dikenal sebagai aset safe haven yang mampu menjaga nilai kekayaan saat terjadi krisis.

3. Melemahnya dolar Amerika-Serikat

Kenaikan harga emas juga dipengaruhi oleh pelemahan nilai Dolar Amerika Serikat (USD). Saat USD melemah, mata uang negara lain cenderung menguat terhadap dolar.

Bagi investor di negara yang tidak menggunakan USD, kondisi tersebut membuat harga emas lebih murah dan menarik untuk dibeli. Hal itu mendorong minat besar-besaran terhadap emas sebagai alternatif investasi.

Akibat lonjakan dari permintaan tersebut, harga emas pun mengalami kenaikan yang cukup signifikan di pasar global.

4. Longgarnya kebijakan moneter

Selain faktor-faktor sebelumnya, kebijakan moneter yang longgar, misalnya penurunan suku bunga, turut mendorong kenaikan harga emas. Ketika suku bunga menurun, imbal hasil dari instrumen investasi lain contohnya obligasi juga ikut melemah.

Kondisi itu membuat emas menjadi pilihan yang lebih menarik bagi investor, karena dianggap lebih menguntungkan dan aman di tengah rendahnya return dari investasi lain. Permintaan terhadap emas pun meningkat, sehingga harganya turut terdorong naik.

Oleh sebab itu, penting untuk terus memantau kebijakan moneter yang dikeluarkan bank sentral, khususnya The Federal Reserve di Amerika Serikat. Setiap keputusan yang diambil The Fed berpotensi untuk memberikan dampak besar terhadap fluktuasi harga emas di pasar global.

5. Tingkat inflasi

Inflasi turut menjadi salah satu faktor yang dapat mendorong kenaikan harga emas. Saat inflasi tinggi, nilai mata uang cenderung menurun, sehingga daya beli masyarakat dan minat untuk menyimpan uang di bank ikut melemah.

Kondisi ekonomi yang tidak stabil ini membuat investor mencari alternatif yang lebih aman, misalnya emas. Emas dianggap sebagai aset lindung nilai karena nilainya relatif stabil dan bahkan dapat meningkat seiring naiknya harga barang dan jasa.

Tetapi, perlu diingat bahwa inflasi tidak selalu secara langsung menyebabkan lonjakan harga emas. Terkadang, harga emas tetap stagnan atau naik tipis sebab ada faktor lain yang juga memengaruhi pergerakannya.

Oleh karena itu, penting untuk menganalisis kondisi ekonomi global secara menyeluruh sebelum mengambil keputusan investasi.

Catatan: Harga emas bisa berubah sewaktu-waktu, terutama saat terjadi pergerakan signifikan di pasar global. Pastikan untuk selalu mengecek harga terbaru sebelum membeli.

Tags: EmasEmas Pegadaianemas UBSHarga EmasHarga Emas AntamHarga Emas Hari Ini

Gusti Ridani

Jurnalis sejak 2020, bergabung ke Kabar Grup Indonesia mulai 2024 sebagai editor.

Next Post
MUI Kritik Dewan Perdamaian Bentukan Trump, Prabowo Panggil 64 Tokoh Islam ke Istana

Singgung Efisiensi Biaya, Prabowo Setuju Wacana Kepala Daerah Dipilih DPRD?

Recommended.

KabarIndonesia.ID

Polres Metro Jakarta Timur Telah memanggil Pihak Yang melaporkan Guru SMA Negeri 58 Jakarta

30 Desember 2023
Gelondongan Kayu di Banjir Sumatra Jadi Sorotan, KLHK Telusuri Jejak ke 8 Perusahaan

Gelondongan Kayu di Banjir Sumatra Jadi Sorotan, KLHK Telusuri Jejak 8 Perusahaan

3 Desember 2025

Subscribe.

Trending.

Ketua MPR RI Ahmad Muzan

Prabowo Fokus Tata Hukum Nasional, Respons Kasus Suap Hakim Jadi Sorotan

17 April 2025
KabarIndonesia.ID

Harga Emas Hari Ini di Angka Rp1.020.000

30 Desember 2023
Belum Lapor SPT? Ini Cara Ajukan Perpanjangan hingga 2 Bulan

Menkeu Purbaya Akui Aktivasi Akun Coretax Mandiri Rumit, Minta DJP Perjelas Panduan

1 Januari 2026
BMKG Bantah Narasi OMC Sebabkan Cuaca Tak Stabil dan Banjir Besar

BMKG Bantah Narasi OMC Sebabkan Cuaca Tak Stabil dan Banjir Besar

29 Januari 2026
Harga Emas Antam 23 November Naik Rp21.000, Tembus Rp1,541 Juta per Gram

Harga Emas Antam 23 November Naik Rp21.000, Tembus Rp1,541 Juta per Gram

25 November 2024
Kabar Indonesia

Aktual, akurat, berbasis data mengabarkan Indonesia.

Pengelola

PT. Kabar Grup Indonesia

Alamat Redaksi:
Office Park OL3.12A, The Bellagio Mall Jl. Kawasan Mega Kuningan Kav.E.4.3, Setiabudi, Jakarta Selatan
Email: info@kabarindonesia.id

Rubrik

  • AI
  • Nasional
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Politik & Pemilu
  • Olahraga
  • Cek Fakta

Jaringan Media

  • Kabar Jawa
  • Kabar Kalimantan
  • Kabar Pekanbaru
  • Kabar Makassar
  • Kabar Sumatera
  • Kabar Sunda
  • Rujukan Desa
  • Serambi Muslim

Media Sosial

Follow Us

  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Kode Etik dan Pedoman Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi

© 2026 Kabar Indonesia - Managed by Kabar Grup Indonesia.

No Result
View All Result
  • Home
  • AI
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik & Pemilu
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Cek Fakta
  • Video
  • Indeks

© 2026 Kabar Indonesia - Managed by Kabar Grup Indonesia.

Not enough quota to unlock this post
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?
Exit mobile version