• Kabar Jawa
  • Kabar Kalimantan
  • Kabar Makassar
  • Kabar Pekanbaru
  • Kabar Sumatera
  • Kabar Sunda
KabarIndonesia.id
  • Home
  • AI
    • Bisnis dan Ekosistem
    • Edukasi dan Masa Depan
    • Regulasi dan Etika
    • Industri dan Terapan
    • Inovasi dan Tren
  • Nasional
  • Daerah
    • Jawa Bali
    • Sumatera
    • Kalimantan
    • Sulawesi
    • Nusa Tenggara
    • Papua
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Keuangan
    • Pajak
    • Syariah
  • Politik
  • Gaya Hidup
    • Fashion
    • Film dan Musik
    • Otomotif
    • Teknologi
  • Lainnya
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Cek Fakta
    • Video
    • Indeks
No Result
View All Result
Kabar Indonesia
No Result
View All Result
  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Kode Etik dan Pedoman Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi

Luhut Binsar Pandjaitan Respons Menkeu Purbaya soal Family Office: “Memang Tidak Perlu Dibiayai APBN”

by Firman Marlon
8 November 2025
Home Ekonomi
Share ke FBShare ke XShare di WA

KabarIndonesia.id — Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan menanggapi pernyataan Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa yang menolak penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk proyek family office. Luhut menilai sikap tersebut tidak menjadi masalah karena proyek itu memang tidak dimaksudkan untuk dibiayai oleh negara.

“Tidak ada yang salah itu (family office tidak dibiayai APBN). Memang tidak ada yang mau dibiayai,” kata Luhut saat menghadiri acara 1 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran: Optimism on 8% Economic Growth di Hotel JS Luwansa, Jakarta Selatan, Kamis (16/10/2025).

Sebagai informasi, Luhut merupakan salah satu penggagas konsep family office yang sudah dibicarakan sejak era Presiden ke-7 Joko Widodo. Tujuannya adalah menarik investor besar agar menanamkan modalnya di Indonesia serta meningkatkan penerimaan negara melalui pajak dan aktivitas ekonomi turunan.

Menurut Luhut, sejumlah calon investor internasional sudah menunjukkan ketertarikan terhadap proyek tersebut. Namun, mereka masih menunggu kesiapan pemerintah Indonesia untuk meluncurkan kebijakan family office secara resmi.

“Banyak (calon investor minat di family office). Sekarang Singapura, mereka capek juga mungkin taruh uang di sana. Di Tiongkok, mereka juga mulai pikir-pikir, bisa nggak di Indonesia. Ya bagaimana mau masuk kalau barangnya belum jadi,” ujarnya.

Luhut optimistis proyek family office akan memberikan manfaat besar bagi perekonomian nasional, terutama dalam hal peningkatan pendapatan negara dan penciptaan lapangan kerja.

“Dia taruh duitnya di situ, di Indonesia, kita tidak pajaki waktu dia taruh. Tapi waktu dia investasikan proyek-proyek di Indonesia, itu yang kita pajakin. Dan kita menjamin kerahasiaannya serta keamanannya. Mereka membutuhkan confidence dan trust pada pemerintah Indonesia,” jelas Luhut.

Sebelumnya, Menkeu Purbaya menyatakan bahwa pemerintah tidak akan mengalokasikan APBN untuk proyek family office. Menurutnya, proyek tersebut sebaiknya dikembangkan dengan dukungan swasta tanpa beban fiskal negara. “Kalau mau, saya doain saja biar sukses, tapi jangan pakai uang negara,” ujar Purbaya dalam pernyataan sebelumnya.

Tags: Ketua Dewan Ekonomi Nasional

Firman Marlon

Next Post
Tangkapan Layar Instagram rockincelebes

Usman and The Blackstones: Suara Kebebasan dari Jakarta Siap Menggelegar di 16th Rock In Celebes Iklim Fest 2025

Recommended.

KabarIndonesia.ID

Pelemahan KPK Semakin Memundurkan Demokrasi Indonesia

30 Desember 2023
KabarIndonesia.ID

Cahaya Supermoon di Tengah Shalat Gerhana Warga Kota

30 Desember 2023

Subscribe.

Trending.

Inilah Daftar Lengkap 13 Komisi DPR RI Dengan Mitra Kerjanya

Inilah Daftar Lengkap 13 Komisi DPR RI Dengan Mitra Kerjanya

23 Oktober 2024
Ketua MPR RI Ahmad Muzan

Prabowo Fokus Tata Hukum Nasional, Respons Kasus Suap Hakim Jadi Sorotan

17 April 2025
Kandaure Toraja: Manik-Manik yang Mengikat Makna dan Tradisi

Kandaure Toraja: Manik-Manik yang Mengikat Makna dan Tradisi

13 Desember 2024
Harga Emas Antam 23 November Naik Rp21.000, Tembus Rp1,541 Juta per Gram

Harga Emas Antam 23 November Naik Rp21.000, Tembus Rp1,541 Juta per Gram

25 November 2024
KabarIndonesia.ID

Harga Emas Akhir Bulan di Angka Rp1.029.000 Per Gram

30 Desember 2023
Kabar Indonesia

Aktual, akurat, berbasis data mengabarkan Indonesia.

Pengelola

PT. Kabar Grup Indonesia

Alamat Redaksi:
Office Park OL3.12A, The Bellagio Mall Jl. Kawasan Mega Kuningan Kav.E.4.3, Setiabudi, Jakarta Selatan
Email: info@kabarindonesia.id

Rubrik

  • AI
  • Nasional
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Politik & Pemilu
  • Olahraga
  • Cek Fakta

Jaringan Media

  • Kabar Jawa
  • Kabar Kalimantan
  • Kabar Pekanbaru
  • Kabar Makassar
  • Kabar Sumatera
  • Kabar Sunda
  • Rujukan Desa
  • Serambi Muslim

Media Sosial

Follow Us

  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Kode Etik dan Pedoman Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi

© 2026 Kabar Indonesia - Managed by Kabar Grup Indonesia.

No Result
View All Result
  • Home
  • AI
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik & Pemilu
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Cek Fakta
  • Video
  • Indeks

© 2026 Kabar Indonesia - Managed by Kabar Grup Indonesia.

Not enough quota to unlock this post
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?
Go to mobile version