• Kabar Makassar
  • Kabar Jawa
  • Kabar Sunda
  • Kabar Pekanbaru
  • Kabar Kalimantan
  • Serambi Muslim
KabarIndonesia.id
  • Home
  • AI
    • Bisnis dan Ekosistem
    • Edukasi dan Masa Depan
    • Regulasi dan Etika
    • Industri dan Terapan
    • Inovasi dan Tren
  • Nasional
  • Daerah
    • Jawa Bali
    • Sumatera
    • Kalimantan
    • Sulawesi
    • Nusa Tenggara
    • Papua
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Keuangan
    • Pajak
    • Syariah
  • Politik
  • Gaya Hidup
    • Fashion
    • Film dan Musik
    • Otomotif
    • Teknologi
  • Lainnya
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Cek Fakta
    • Video
    • Indeks
No Result
View All Result
Kabar Indonesia
No Result
View All Result
  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Kode Etik dan Pedoman Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi

Ancaman Hacker Meningkat, GovTech AI Nasional Didesak Terapkan Sistem Keamanan Zero Trust

by Gusti Ridani
24 Juni 2026
Home Kabar AI Industri dan Terapan
Share ke FBShare ke XShare di WA

KabarIndonesia.id — Ambisi pemerintah membangun sistem pemerintahan digital terintegrasi berbasis kecerdasan artifisial (AI) melalui GovTech nasional dinilai harus dibarengi dengan penguatan sistem keamanan siber yang lebih modern.

Pasalnya, pemusatan data nasional dalam satu ekosistem digital berpotensi meningkatkan risiko kebocoran data dalam skala besar apabila tidak dilindungi dengan arsitektur keamanan yang memadai.

Peringatan tersebut disampaikan Vice Chairman of Standing Committee for AI and PDP KADIN, Eryk Budi Pratama, menyusul percepatan integrasi data pemerintah yang saat ini menjadi salah satu agenda strategis transformasi digital nasional.

Menurut Eryk, penggabungan data dari berbagai kementerian dan lembaga ke dalam satu sistem memang dapat meningkatkan efisiensi layanan publik.

Namun di sisi lain, langkah tersebut juga menghadirkan risiko keamanan yang jauh lebih kompleks dibanding sistem yang terpisah.

Ia menjelaskan bahwa konsolidasi data berpotensi menciptakan kondisi single point of failure atau titik tunggal kegagalan sistem, sekaligus single point of massive breach yang memungkinkan terjadinya kebocoran data dalam jumlah besar jika terjadi serangan siber.

“Oleh karena itu, arsitektur keamanan tidak boleh lagi sekadar mengandalkan perimeter security atau keamanan batas luar saja. Pendekatannya wajib beralih menggunakan prinsip zero trust, data-centric security, dan security-by-design,” ungkap Eryk dalam analisisnya kepada kabarIndonesia.id, Rabu (17/6/2026).

Eryk menilai pendekatan keamanan siber tradisional yang hanya berfokus pada perlindungan perimeter jaringan sudah tidak lagi memadai untuk menghadapi ancaman digital yang semakin canggih. Ia mendorong pemerintah menerapkan model keamanan berbasis verifikasi berlapis yang memastikan setiap akses data harus melalui proses autentikasi yang ketat.

Enkripsi dan MFA Jadi Standar Minimum

Dalam implementasinya, Eryk menyebut terdapat sejumlah standar keamanan minimum yang harus diterapkan dalam pengembangan GovTech nasional.

Langkah pertama adalah melakukan identifikasi terhadap sistem-sistem kritikal dan klasifikasi data di seluruh kementerian dan lembaga. Pemetaan tersebut dinilai penting untuk menentukan tingkat perlindungan yang sesuai dengan sensitivitas masing-masing data.

Selain itu, pemerintah juga didorong menerapkan enkripsi kuat baik saat data disimpan (at rest) maupun ketika data ditransmisikan (in transit). Sistem manajemen kunci enkripsi yang kuat juga menjadi bagian penting untuk mencegah akses ilegal terhadap data pemerintah.

Seluruh aplikasi layanan publik yang terhubung dalam ekosistem GovTech juga disebut wajib menerapkan multi-factor authentication (MFA) atau autentikasi berlapis guna memperkecil risiko pembobolan akun.

Tak hanya itu, pengujian keamanan secara berkala melalui vulnerability assessment, audit keamanan, hingga pemantauan sistem selama 24 jam setiap hari sepanjang tahun dinilai menjadi kebutuhan yang tidak bisa ditawar.

Komitmen Pimpinan Jadi Faktor Penentu

Meski teknologi keamanan terus berkembang, Eryk menilai tantangan terbesar justru berada pada aspek nonteknis. Menurutnya, keberhasilan perlindungan sistem GovTech tidak hanya bergantung pada perangkat dan teknologi, tetapi juga pada komitmen para pemimpin di setiap instansi pemerintah.

Ia menekankan bahwa dukungan pimpinan kementerian dan lembaga menjadi faktor utama dalam memastikan seluruh standar keamanan dijalankan secara konsisten, termasuk dalam penyediaan anggaran dan sumber daya manusia yang kompeten di bidang keamanan siber.

“Komitmen dari pejabat tinggi di masing-masing K/L sangat penting sebagai fondasi utama. Hal ini krusial untuk memastikan penerapan kontrol keamanan berjalan konsisten, termasuk dalam hal penyediaan anggaran dan SDM siber yang mumpuni untuk menjalankan sistem tersebut,” pungkas Eryk.

Seiring percepatan digitalisasi layanan publik dan integrasi data nasional, isu keamanan siber diperkirakan akan menjadi salah satu tantangan terbesar yang harus dihadapi pemerintah.

Penguatan sistem pengamanan modern dinilai menjadi langkah penting untuk menjaga kepercayaan publik sekaligus melindungi data strategis negara dari ancaman serangan siber yang terus berkembang.

Tags: AIAI GovTechGovTechHackerKeamanan SiberPakar AIProyek GovTech

Gusti Ridani

Jurnalis sejak 2020, bergabung ke Kabar Grup Indonesia mulai 2024 sebagai editor.

Next Post
Indonesia Summit 2026: Menkes Budi Soroti Peran Generasi Muda di Era AI

Indonesia Summit 2026: Menkes Budi Soroti Peran Generasi Muda di Era AI

Recommended.

KabarIndonesia.ID

IDI Papua Siapkan Pendampingan Pemulihan Fisik dan Psikis Korban Penyerangan

30 Desember 2023
KabarIndonesia.ID

Apapun Segmentasinya, Peserta JKN Tetap Dilayani Dengan Berkualitas

30 Desember 2023

Subscribe.

Trending.

PBB Rilis Laporan Ilmiah AI Pertama, Peringatkan Regulasi Tertinggal dan Ancaman Teknologi Makin Nyata

PBB Rilis Laporan Ilmiah AI Pertama, Peringatkan Regulasi Tertinggal dan Ancaman Teknologi Makin Nyata

3 Juli 2026
AI Premium Tak Lagi Mahal, Kabuzen AI Sasar Pelajar dan Mahasiswa

AI Premium Tak Lagi Mahal, Kabuzen AI Sasar Pelajar dan Mahasiswa

30 Juni 2026
DPR Usul AI Bantu Diagnosis di Daerah, Ini Tanggapan Menkes

DPR Usul AI Bantu Diagnosis di Daerah, Ini Tanggapan Menkes

25 Juni 2026
Google DeepMind Gandeng A24 Kembangkan AI untuk Produksi Film

Google DeepMind Gandeng A24 Kembangkan AI untuk Produksi Film

25 Juni 2026
Prabowo Samakan Risiko AI dengan Nuklir, Sebut Bisa Mengancam Peradaban

Prabowo Soroti Fenomena Agen AI, Siapkan Penguatan SDM dan Riset Indonesia

30 Juni 2026
Kabar Indonesia

Aktual, akurat, berbasis data mengabarkan Indonesia.

Pengelola

PT. Kabar Grup Indonesia

Alamat Redaksi:
Office Park OL3.12A, The Bellagio Mall Jl. Kawasan Mega Kuningan Kav.E.4.3, Setiabudi, Jakarta Selatan
Email: info@kabarindonesia.id

Rubrik

  • AI
  • Nasional
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Politik & Pemilu
  • Olahraga
  • Cek Fakta

Jaringan Media

  • Kabar Makassar
  • Kabar Jawa
  • Kabar Sunda
  • Kabar Pekanbaru
  • Kabar Kalimantan
  • Rujukan Desa
  • Serambi Muslim

Media Sosial

Follow Us

  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Kode Etik dan Pedoman Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi

© 2026 Kabar Indonesia - Managed by Kabar Grup Indonesia.

No Result
View All Result
  • Home
  • AI
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik & Pemilu
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Cek Fakta
  • Video
  • Indeks

© 2026 Kabar Indonesia - Managed by Kabar Grup Indonesia.

Not enough quota to unlock this post
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?
Go to mobile version