KABARINDONESIA.ID — Presiden Prabowo Subianto mengingatkan dunia akademik dan industri mengenai ancaman tersembunyi dari perkembangan kecerdasan artifisial atau artificial intelligence (AI).
Meskipun hampir seluruh negara di dunia tengah berlomba mengejar adopsi AI agar tidak tertinggal, Kepala Negara menyoroti munculnya fenomena jutaan agen kecerdasan artifisial (agent AI) yang saat ini dilaporkan sudah mampu berkomunikasi sendiri menggunakan bahasa kode rahasia tanpa intervensi manusia.
Presiden menegaskan bahwa para penemu teknologi ini bahkan telah melayangkan peringatan keras mengenai potensi bahaya yang dapat merepotkan umat manusia di masa depan jika tidak diantisipasi sejak dini.
“Hampir semua negara sekarang mengejar AI, tidak mau ketinggalan. Tapi Bapak-bapak penemu AI sendiri sudah memberi warning bahwa AI ini bisa menjadi repot bagi manusia. Sekarang sudah ada apa namanya tuh agent AI,” ujar Presiden Prabowo Subianto dalam pidatonya di hadapan para akademisi di Jakarta, dikutip Senin (29/6/2026).
Presiden membeberkan laporan mutakhir mengenai keberadaan jutaan entitas digital tersebut yang bergerak masif melayani kepentingan individu, kelompok, hingga korporasi tertentu.
”Konon kabarnya sekarang sudah ada 5 juta agent AI. Lima juta mungkin lima juta itu tiga minggu lalu dan mereka katanya sudah punya apa itu namanya chat room sendiri. Lima juta ini berbicara sendiri dalam bahasa kode mereka sendiri, jadi manusia yang menciptakan sesuatu yang lebih hebat,” urai Presiden.
Analogikan Risiko AI dengan Ancaman Nuklir
Presiden Prabowo menganalogikan lompatan teknologi kecerdasan artifisial dengan penemuan energi nuklir pada masa lalu.
Di satu sisi, teknologi sanggup memberikan dampak yang luar biasa positif bagi peradaban, seperti penyediaan energi murah, revolusi medis, hingga inovasi sektor pertanian. Namun di sisi lain, jika kendalinya lepas, teknologi memiliki daya rusak masif yang fatal.
Dunia kompetisi global saat ini bahkan sudah membuktikan bagaimana dominasi mesin mampu menumbangkan kemampuan otak manusia terbaik, salah satunya dalam permainan catur dan pembuatan karya-karya kreatif yang luar biasa.
”Tapi nuklir bisa menghabiskan peradaban manusia langsung. Juara catur saja kalah sama mesin sekarang. Mesin sekarang bisa membuat karya-karya luar biasa. Jadi inilah nanti para guru besar, para profesor yang harus mendalami itu,” tegas Kepala Negara.
Suntik Beasiswa Doktor dan Wajibkan BUMN Danai Riset Inovasi
Guna mengimbangi tantangan disrupsi teknologi global tersebut, Pemerintah segera menindaklanjuti sejumlah usulan strategis dari para akademisi untuk memperkuat fondasi riset dalam negeri.
Langkah konkret yang diambil mencakup perluasan alokasi beasiswa pendidikan tingkat doktoral bagi para dosen di perguruan tinggi negeri maupun swasta.
Selain penguatan kapasitas sumber daya manusia, Presiden juga akan menerbitkan instruksi bagi seluruh perusahaan pelat merah untuk menyisihkan keuntungan bersih mereka guna mendanai aktivitas penelitian.
“Usul alokasi beasiswa doktor bagi dosen baik di perguruan tinggi maupun swasta dan sebagainya ini usul yang sangat baik, ini akan kita tindak lanjuti. Tadi juga usul sektor industri biaya riset diusulkan agar tiap BUMN mengalokasikan sebagian laba mereka untuk riset dan inovasi,” pungkas Presiden Prabowo.







