Dewan Bisnis Indonesia-Prancis Dibentuk, Bidik Perdagangan Naik Tiga Kali Lipat

Dewan Bisnis Indonesia-Prancis Dibentuk, Bidik Perdagangan Naik Tiga Kali Lipat
Indonesia dan Prancis resmi membentuk Dewan Bisnis Tingkat Tinggi Perancis–Indonesia (Dok : Setneg).

KabarIndonesia.id — Indonesia dan Prancis resmi memperkuat kemitraan ekonomi bilateral melalui pembentukan France–Indonesia High Level Business Council (FI-HLBC). Forum bisnis tingkat tinggi tersebut ditargetkan menjadi motor penggerak baru bagi investasi, perdagangan, dan kerja sama strategis kedua negara, dengan sasaran peningkatan nilai perdagangan hingga tiga kali lipat pada 2035.

Peluncuran FI-HLBC dilakukan pada Kamis (28/05/2026) di hadapan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan Presiden Republik Prancis Emmanuel Macron dalam rangkaian kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo ke Prancis.

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani menyambut pembentukan dewan bisnis tersebut sebagai langkah strategis untuk mempercepat realisasi investasi sekaligus mempererat hubungan ekonomi Indonesia dan Prancis.

“Pembentukan France–Indonesia High Level Business Council merupakan tonggak penting dalam memperkuat kemitraan ekonomi kedua negara. Forum ini tidak hanya menjadi wadah dialog antara pelaku usaha, tetapi juga menjadi mesin penggerak untuk mendorong investasi, perdagangan, dan kerja sama strategis yang memberikan manfaat nyata bagi kedua negara,” ujar Rosan dalam keterangannya, dikutip Sabtu (30/5/2026).

Forum bisnis tersebut mempertemukan 30 pimpinan perusahaan dan industri terkemuka dari Indonesia dan Prancis dengan total kapitalisasi pasar gabungan mencapai 1,3 triliun dolar Amerika Serikat (AS).

Dewan bisnis ini dipimpin bersama oleh Chair France–Indonesia Business Council MEDEF International sekaligus CEO Danone, Antoine de Saint-Affrique, dan Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Anindya Bakrie.

Pembentukan dewan bisnis tersebut juga menghasilkan empat kesepakatan komersial baru senilai 3,5 miliar dolar AS yang difokuskan pada sektor ketahanan energi, perdagangan, dan kerja sama pertahanan.

“Kepercayaan dunia usaha Prancis terhadap Indonesia terus meningkat. Kesepakatan yang tercapai menunjukkan bahwa Indonesia dipandang sebagai mitra strategis yang memiliki prospek pertumbuhan jangka panjang dan iklim investasi yang semakin kompetitif,” kata Rosan.

Menurut Rosan, dewan bisnis ini tidak hanya berfungsi sebagai forum komunikasi, tetapi juga menjadi instrumen penting untuk memastikan berbagai komitmen investasi yang telah disepakati dapat direalisasikan secara optimal.

Pada kunjungan kenegaraan Presiden Emmanuel Macron ke Indonesia pada Mei 2025 lalu, kedua negara telah menandatangani 27 nota kesepahaman (MoU) dengan total nilai lebih dari 11 miliar dolar AS.

“Yang tidak kalah penting adalah memastikan seluruh komitmen tersebut dapat direalisasikan. Karena itu, forum ini akan menjadi sarana untuk mengidentifikasi hambatan, mempercepat penyelesaian berbagai kendala, dan memastikan investasi berjalan optimal,” lanjutnya.

Pemerintah Indonesia dan Prancis menaruh harapan besar terhadap keberadaan FI-HLBC sebagai katalisator pertumbuhan ekonomi bilateral.

Dewan bisnis ini menargetkan peningkatan nilai perdagangan kedua negara hingga tiga kali lipat pada tahun 2035 melalui penguatan koridor ekonomi dan pembukaan peluang kerja sama baru di berbagai sektor strategis.

Dengan dukungan penuh pemerintah kedua negara, Kadin Indonesia bersama MEDEF International akan terus memperkuat sinergi dunia usaha guna mendorong investasi yang berkelanjutan, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan daya saing ekonomi di tengah dinamika global.

“Kami optimistis hubungan ekonomi Indonesia dan Prancis akan semakin kuat. Kolaborasi pemerintah dan dunia usaha menjadi kunci untuk menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan, membuka lapangan kerja, dan memperkuat daya saing kedua negara di tengah dinamika ekonomi global,” tutup Rosan.