• Kabar Makassar
  • Kabar Jawa
  • Kabar Sunda
  • Kabar Pekanbaru
  • Kabar Kalimantan
  • Serambi Muslim
KabarIndonesia.id
  • Home
  • AI
    • Bisnis dan Ekosistem
    • Edukasi dan Masa Depan
    • Industri dan Terapan
  • Nasional
  • Daerah
    • Jawa Bali
    • Sumatera
    • Kalimantan
    • Sulawesi
    • Nusa Tenggara
    • Papua
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Keuangan
    • Pajak
    • Syariah
  • Politik
  • Gaya Hidup
    • Fasion
    • Film dan Musik
    • Otomotif
    • Teknologi
  • Lainnya
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Cek Fakta
    • Video
    • Indeks
No Result
View All Result
Kabar Indonesia
No Result
View All Result
  • Home
  • RUBRIK
  • TENTANG KAMI

Rakerda I Gemabudhi Sulawesi Selatan 2025, Arah Baru Gerakan Pemuda Buddhis

by Firman Marlon
6 Oktober 2025
Home Daerah
Share ke FBShare ke XShare di WA

KabarIndonesia.id — Makassar, 5 Oktober 2025, Di tengah semangat kebersamaan dan sinar sore yang teduh, aula kegiatan online GEMABUDHI Sulawesi Selatan dipenuhi semangat muda yang menyala. Generasi Muda Buddhis Indonesia (GEMABUDHI) Provinsi Sulawesi Selatan menggelar Rapat Kerja Daerah (RAKERDA) I, sebuah momentum penting dalam perjalanan organisasi untuk merumuskan arah baru gerakan pemuda Buddhis di era modern.

‎Kegiatan yang dihadiri oleh jajaran pengurus, pembina, dan perwakilan DPP GEMABUDHI ini dipimpin langsung oleh Ketua GEMABUDHI Sulsel, Enrique Justine Sun, S.Kom. Dalam sambutan pembukaannya, Enrique menegaskan bahwa RAKERDA bukan sekadar kegiatan formal tahunan, melainkan ruang kontemplasi kolektif untuk menyalakan kembali api semangat Dharma dalam kehidupan nyata.

‎“RAKERDA ini bukan sekadar rapat kerja. Ia adalah proses penyatuan visi dan batin untuk membangun generasi Buddhis yang tangguh, berpikir kritis, dan berjiwa welas asih. GEMABUDHI harus menjadi tempat di mana para pemuda belajar melayani, bukan dilayani,” ujar Enrique dengan tegas.

‎Menurutnya, pemuda Buddhis di Sulawesi Selatan memiliki peran strategis dalam menjembatani nilai-nilai Dharma dengan realitas sosial yang terus berubah. “Kita tidak bisa hanya bicara ajaran, kita harus menghidupkannya. GEMABUDHI harus menjadi Kalyāna Mitra — sahabat bajik yang menyalakan harapan, memperkuat solidaritas, dan membangun jembatan antara umat dengan masyarakat luas,” tambahnya.

‎Dalam forum yang berlangsung dinamis dan penuh semangat ini, Anes Dwi Prasetya dari DPP GEMABUDHI menyampaikan pesan kuat tentang pentingnya regenerasi kader.

‎“GEMABUDHI adalah penyambung tangan umat Buddha. Di sinilah generasi muda berlatih kepemimpinan dan menanamkan nilai pengabdian. Pelatihan leadership dan kaderisasi harus terus dilakukan agar pemuda Buddhis tumbuh menjadi pribadi yang disiplin, berwawasan luas, dan siap berdampak,” jelasnya.

‎Bung Anes juga menyoroti pentingnya konsistensi dalam gerakan lingkungan yang telah menjadi salah satu ciri GEMABUDHI di berbagai daerah.

‎“Penanaman pohon yang dilakukan GEMABUDHI bukan sekadar kegiatan simbolik, tetapi ekspresi dari cinta kasih universal kepada semua makhluk. Ini perlu diteruskan di seluruh daerah, agar setiap langkah kita benar-benar meninggalkan jejak kebermanfaatan bagi bumi,” ujarnya.

‎Sementara itu, Dr. Ir. Yonggris, M.M., selaku Pembina I GEMABUDHI Sulawesi Selatan, memberikan pandangan reflektif yang memperdalam makna RAKERDA.

‎“Sebuah organisasi disebut sukses bukan karena banyaknya acara, melainkan karena kejelasan arah dan makna pengabdiannya. GEMABUDHI harus menjadi wadah di mana pemuda belajar, berproses, dan memperbesar kapasitas dirinya untuk melayani umat dan masyarakat,” tutur Yonggris.

‎Ia menekankan pentingnya membangun budaya organisasi yang sehat — disiplin, terbuka terhadap kritik, dan kolaboratif.

‎“Budaya organisasi yang baik lahir dari kedisiplinan dan rasa saling percaya. Kegiatan lintas majelis seperti kemah pemuda, pelatihan bersama, atau forum belajar bersama adalah sarana efektif membangun solidaritas dan memperkuat karakter Buddhis di kalangan anak muda,” tambahnya.

‎Menurut beliau, GEMABUDHI memiliki peran strategis sebagai laboratorium karakter dan etika. “Inilah tempat para pemuda mengasah diri — bukan hanya agar pintar, tetapi agar benar. Agar tidak hanya cakap berbicara, tapi juga teguh bertindak dalam Dharma,” pungkasnya.

‎RAKERDA juga menjadi ruang pertemuan ide lintas bidang, di mana pengurus dan anggota berdiskusi terbuka tentang pentingnya sinergi antarorganisasi Buddhis dan lintas iman. Eko Setiono, selaku Wakil Ketua I, menegaskan bahwa kolaborasi adalah kunci kekuatan pemuda.

‎“GEMABUDHI harus menjadi jembatan, bukan sekat. Kita ingin semua pemuda Buddhis, lintas majelis dan latar belakang, merasa memiliki rumah yang sama — rumah untuk belajar, berjuang, dan berbuat bersama,” ujarnya.

‎Senada dengan itu, Wenryadi Wira Prasetia, Wakil Ketua II, menambahkan bahwa organisasi harus selalu berpijak pada kebermanfaatan sosial.

‎“Dharma harus hadir dalam bentuk nyata. Mulai dari kepedulian lingkungan, kesehatan, pendidikan, hingga bantuan hukum, setiap langkah GEMABUDHI harus membawa manfaat bagi banyak orang,” tegasnya.

‎RAKERDA GEMABUDHI Sulawesi Selatan 2025 menjadi simbol kebangkitan semangat muda Buddhis yang siap bergerak dan berkontribusi. Di tengah perubahan sosial dan tantangan zaman, GEMABUDHI hadir sebagai ruang pembinaan moral, spiritual, dan intelektual bagi generasi muda yang ingin mengabdi tanpa pamrih.

‎Dari Makassar, semangat itu kini bergema ke seluruh Nusantara: semangat untuk bersatu dalam perbedaan, berbuat nyata tanpa banyak bicara, dan menghidupkan Dharma dalam kehidupan sehari-hari

Tags: #arahbarugerakanpemudabuddhis#gemabudhi#gemabudhisulsel#gerakanpemudabuddhis#pemudabuddhis#rakerdai2025

Firman Marlon

Next Post
Ilustrasi Perkebunan sawit

SPKS Minta Pemerintah Tidak Jadikan Petani Sawit sebagai Target Penertiban Kawasan Hutan

Recommended.

KabarIndonesia.ID

Syukuran Wisuda dan HUT, Arief Rosyid Hasan Luncurkan Sejumlah Buku

30 Desember 2023
KPU RI Tetapkan Tanggal Pencoblosan Bagi WNI di Luar Negeri

Jokowi Tetapkan Pelaksanaan Pemilu 2024 Jadi Libur Nasional

7 Februari 2024

Subscribe.

Trending.

DPR Usul AI Bantu Diagnosis di Daerah, Ini Tanggapan Menkes

DPR Usul AI Bantu Diagnosis di Daerah, Ini Tanggapan Menkes

25 Juni 2026
Google DeepMind Gandeng A24 Kembangkan AI untuk Produksi Film

Google DeepMind Gandeng A24 Kembangkan AI untuk Produksi Film

25 Juni 2026
Mulai 1 Juli 2026, Komisi Gojek dan Grab untuk Ojol Resmi Jadi 8 Persen

Mulai 1 Juli 2026, Komisi Gojek dan Grab untuk Ojol Resmi Jadi 8 Persen

24 Juni 2026
Tips Aman Menggunakan Memory ChatGPT untuk Kerja Digital

Benarkah ChatGPT Semakin “Mengenal” Kamu? Begini Cara Kerja Memory, Chat History, dan Privasi Data

24 Juni 2026
AI Tak Bisa Gantikan Ulama dan Tradisi Talaqqi, Ini Penjelasan Kemenag

AI Tak Bisa Gantikan Ulama dan Tradisi Talaqqi, Ini Penjelasan Kemenag

26 Juni 2026
Kabar Indonesia

Aktual, akurat, berbasis data mengabarkan Indonesia.

Media digital berteknologi AI di Indonesia yang andal dan akurat memberitakan informasi seputar AI untuk membangun ekosistem AI yang sehat.

Follow Us

Rubrik

  • Kecerdasan Artifisial
  • Nasional
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Politik & Pemilu
  • Olahraga
  • Cek Fakta

Jaringan

  • Kabar Makassar
  • Kabar Jawa
  • Kabar Sunda
  • Kabar Pekanbaru
  • Kabar Kalimantan
  • Rujukan Desa
  • Serambi Muslim

Manajemen

PT. Kabar Grup Indonesia

Alamat Redaksi:
Office Park OL3.12A, The Bellagio Mall Jl. Kawasan Mega Kuningan Kav.E.4.3, Mega Kuningan, Kelurahan Kuningan Timur, Kecamatan Setiabudi, Wilayah Jakarta Selatan

Email: info@kabarindonesia.id

  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Kebijakan Privasi

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Home
  • Review
  • Apple
  • Applications
  • Computers
  • Gaming
  • Gear
    • Audio
    • Camera
    • Smartphone
  • Microsoft
  • Photography
  • Security

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Not enough quota to unlock this post
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?
Go to mobile version