• Kabar Makassar
  • Kabar Jawa
  • Kabar Sunda
  • Kabar Pekanbaru
  • Kabar Kalimantan
  • Serambi Muslim
KabarIndonesia.id
  • Home
  • AI
    • Bisnis dan Ekosistem
    • Edukasi dan Masa Depan
    • Industri dan Terapan
  • Nasional
  • Daerah
    • Jawa Bali
    • Sumatera
    • Kalimantan
    • Sulawesi
    • Nusa Tenggara
    • Papua
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Keuangan
    • Pajak
    • Syariah
  • Politik
  • Gaya Hidup
    • Fasion
    • Film dan Musik
    • Otomotif
    • Teknologi
  • Lainnya
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Cek Fakta
    • Video
    • Indeks
No Result
View All Result
Kabar Indonesia
No Result
View All Result
  • Home
  • RUBRIK
  • TENTANG KAMI

Kenapa Gen Z Lebih Suka Berkomunikasi Lewat Meme?

by Firman Marlon
25 September 2025
Home Berita Utama
Share ke FBShare ke XShare di WA

KabarIndonesia.id — Generasi digital native, atau yang lebih akrab disebut Gen Z, tumbuh dan berkembang di tengah arus deras teknologi. Bagi mereka, media sosial bukan sekadar ruang berbagi status, melainkan panggung utama untuk mengekspresikan diri.

Jika dahulu percakapan digital dimulai dari emotikon lalu beralih ke emoji, kini hadir meme sebagai bentuk komunikasi yang kian lekat dengan generasi muda.

Bagi Gen Z, meme bukan hanya potongan gambar lucu yang lewat di linimasa, melainkan bahasa gaul digital yang memperkuat rasa kebersamaan. Dengan satu gambar atau GIF disertai teks singkat, pesan dapat langsung dipahami tanpa perlu penjelasan panjang.

Meme telah menjelma menjadi sarana komunikasi visual sederhana yang sanggup menyampaikan pesan rumit—dari yang ringan hingga sarat makna. Ambil contoh meme “Distracted Boyfriend” yang muncul sejak 2015. Meski usianya hampir satu dekade, format itu masih relevan dan mudah dimengerti hingga kini.

Karena daya sebar lintas budaya, meme pun menjadi semacam inside joke global. Mereka yang paham merasa nyambung, sementara yang tertinggal bisa merasa asing. Mengerti sekaligus turut menyebarkannya menandakan keterhubungan dengan budaya populer Gen Z.

Menariknya, meme tidak berhenti pada fungsi hiburan. Kini ia menjadi medium serius, bahkan di ranah politik. Generasi muda di berbagai negara menggunakan meme untuk menyuarakan aspirasi sekaligus menyindir para penguasa. Sifatnya yang mudah viral menjadikan meme lebih efektif daripada narasi panjang yang rumit.

The Guardian Nigeria mencatat bahwa Gedung Putih Amerika Serikat pun mulai mengadopsi gaya komunikasi ala meme demi menjangkau kaum muda. Di Indonesia, fenomena serupa terlihat belakangan ini. Dalam sebuah aksi unjuk rasa, spanduk dengan format meme berhasil mencuri perhatian publik dan viral di media sosial. Tak lama kemudian, muncul tren “demo core” di TikTok yang memenuhi linimasa anak muda.

Penelitian Lidija Marinkov Pavlovic dari University of Novi Sad menunjukkan bahwa meme dapat menjadi arena pembentukan identitas sekaligus medium perlawanan. Dengan humor sebagai senjata, Gen Z melancarkan kritik terhadap politik, budaya kerja yang menekan, hingga isu sosial yang kompleks.

Hari ini, meme telah menjadi bagian tak terpisahkan dari keseharian Gen Z. Dari hiburan sederhana yang relatable, candaan internal bersama teman, hingga kritik sosial yang tajam. Jadi, jika ada yang menganggap meme sekadar bahan tertawaan, barangkali itulah cara paling autentik Gen Z untuk berbicara, bergurau, sekaligus menyampaikan suara mereka.

Tags: Gen z

Firman Marlon

Next Post
Momen Prabowo Subianto Berfoto Bersama Presiden FIFA di Sela Sidang Umum PBB

Pertemuan Prabowo dengan Presiden FIFA di New York: Topik Apa Jadi Diskusi?

Recommended.

Tempo, Kompas, Republika, dan HukumOnline Dukung Penguatan Sahabat-AI

Empat Media Nasional Gabung Kembangkan Sahabat-AI, Dorong Kedaulatan Digital Indonesia

22 Juni 2025
Bahlil Pastikan Pasokan Listrik Maluku Aman untuk Nataru 2025

Pemerintah Buka Kuota Impor BBM 2026 untuk Swasta dan BUMN Secara Merata

9 November 2025

Subscribe.

Trending.

Mulai 1 Juli 2026, Komisi Gojek dan Grab untuk Ojol Resmi Jadi 8 Persen

Mulai 1 Juli 2026, Komisi Gojek dan Grab untuk Ojol Resmi Jadi 8 Persen

24 Juni 2026
Google DeepMind Gandeng A24 Kembangkan AI untuk Produksi Film

Google DeepMind Gandeng A24 Kembangkan AI untuk Produksi Film

25 Juni 2026
DPR Usul AI Bantu Diagnosis di Daerah, Ini Tanggapan Menkes

DPR Usul AI Bantu Diagnosis di Daerah, Ini Tanggapan Menkes

25 Juni 2026
Tips Aman Menggunakan Memory ChatGPT untuk Kerja Digital

Benarkah ChatGPT Semakin “Mengenal” Kamu? Begini Cara Kerja Memory, Chat History, dan Privasi Data

24 Juni 2026
AI Tak Bisa Gantikan Ulama dan Tradisi Talaqqi, Ini Penjelasan Kemenag

AI Tak Bisa Gantikan Ulama dan Tradisi Talaqqi, Ini Penjelasan Kemenag

26 Juni 2026
Kabar Indonesia

Aktual, akurat, berbasis data mengabarkan Indonesia.

Media digital berteknologi AI di Indonesia yang andal dan akurat memberitakan informasi seputar AI untuk membangun ekosistem AI yang sehat.

Follow Us

Rubrik

  • Kecerdasan Artifisial
  • Nasional
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Politik & Pemilu
  • Olahraga
  • Cek Fakta

Jaringan

  • Kabar Makassar
  • Kabar Jawa
  • Kabar Sunda
  • Kabar Pekanbaru
  • Kabar Kalimantan
  • Rujukan Desa
  • Serambi Muslim

Manajemen

PT. Kabar Grup Indonesia

Alamat Redaksi:
Office Park OL3.12A, The Bellagio Mall Jl. Kawasan Mega Kuningan Kav.E.4.3, Mega Kuningan, Kelurahan Kuningan Timur, Kecamatan Setiabudi, Wilayah Jakarta Selatan

Email: info@kabarindonesia.id

  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Kebijakan Privasi

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Home
  • Review
  • Apple
  • Applications
  • Computers
  • Gaming
  • Gear
    • Audio
    • Camera
    • Smartphone
  • Microsoft
  • Photography
  • Security

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Not enough quota to unlock this post
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?
Go to mobile version