KabarIndonesia.id — Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Republik Indonesia mengungkap peran baru Masyita Crystallin setelah mengakhiri masa tugasnya sebagai Direktur Jenderal Stabilitas dan Pengembangan Sektor Keuangan (SPSK).
Masyita kini melanjutkan pengabdian sebagai Head of Economic & ESG Strategic Positioning di PT Danantara Investment Management (Persero), efektif mulai 11 Februari 2026.
“Penugasan ini merupakan bagian dari upaya penguatan sinergi kebijakan dan investasi dalam rangka mempercepat agenda strategis pendalaman sektor keuangan nasional,” kata Deny Surjantoro, Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kementerian Keuangan, Jumat (13/2/2026).
Kemenkeu menjelaskan, dengan pengalaman panjang di bidang makro-keuangan, stabilitas sistem keuangan, serta pengembangan kebijakan sektor keuangan berkelanjutan, Masyita diharapkan mampu memperkuat integrasi antara arah kebijakan ekonomi, prinsip Environmental, Social and Governance (ESG), dan strategi investasi jangka panjang.
Selama menjabat sebagai Dirjen SPSK, Masyita disebut berperan dalam berbagai agenda reformasi sektor keuangan.
Di antaranya penguatan kerangka stabilitas sistem keuangan, pendalaman pasar keuangan domestik, serta harmonisasi kebijakan dalam kerangka Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK).
Alih tugas ini, menurut Kemenkeu, juga mencerminkan komitmen pemerintah dalam memastikan kesinambungan kepemimpinan dan tata kelola yang baik untuk menjaga stabilitas sekaligus mendorong transformasi sektor keuangan.
“Seluruh proses transisi dilakukan secara tertib dan sesuai dengan prinsip good governance,” tegas Deni.
Deni menambahkan, Kementerian Keuangan menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan kontribusi Masyita Crystallin selama mengemban amanah sebagai Dirjen SPSK.
Kemenkeu juga meyakini peran barunya di Danantara akan memperkuat orkestrasi kebijakan dan investasi guna mendukung agenda pembangunan nasional.












