• Kabar Makassar
  • Kabar Jawa
  • Kabar Sunda
  • Kabar Pekanbaru
  • Kabar Kalimantan
  • Serambi Muslim
KabarIndonesia.id
  • Home
  • AI
    • Bisnis dan Ekosistem
    • Edukasi dan Masa Depan
    • Industri dan Terapan
  • Nasional
  • Daerah
    • Jawa Bali
    • Sumatera
    • Kalimantan
    • Sulawesi
    • Nusa Tenggara
    • Papua
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Keuangan
    • Pajak
    • Syariah
  • Politik
  • Gaya Hidup
    • Fasion
    • Film dan Musik
    • Otomotif
    • Teknologi
  • Lainnya
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Cek Fakta
    • Video
    • Indeks
No Result
View All Result
Kabar Indonesia
No Result
View All Result
  • Home
  • RUBRIK
  • TENTANG KAMI

Indonesia Miliki Dokter dan Teknologi Jantung Unggulan, Tak Perlu Lagi ke Malaysia

by Firman Marlon
29 September 2025
Home Berita Pilihan
Share ke FBShare ke XShare di WA

KabarIndonesia.id — Penyakit jantung masih menjadi penyebab kematian tertinggi di Indonesia. Data Kementerian Kesehatan RI menunjukkan, terdapat sekitar 1,5 juta penderita penyakit jantung koroner. Setiap tahun, lebih dari 300 ribu kasus baru tercatat, dengan tingkat kematian mencapai 45 persen. Angka ini memperlihatkan betapa seriusnya ancaman penyakit jantung bagi masyarakat.

Di tengah tingginya prevalensi tersebut, sebagian pasien lebih memilih berobat ke luar negeri, terutama Malaysia. Penang sejak lama dikenal sebagai destinasi medical tourism warga Indonesia. Namun, menurut dr. Sugisman, Sp.BTKV(K), spesialis bedah jantung dan pembuluh darah, langkah itu tidak diperlukan.

“Teknologi di Malaysia sama seperti di Indonesia. Untuk apa ke sana, biayanya justru lebih tinggi. Di RS Premier Bintaro alatnya lengkap, di rumah sakit pemerintah juga tersedia. Dokter di sini bahkan lebih terampil karena menangani lebih banyak pasien dibanding Malaysia,” ujarnya dalam edukasi kesehatan bertajuk Perkembangan Bedah Jantung Terkini di Makassar, Sabtu (28/9/2025).

Sugisman mengakui, ada faktor yang membuat sebagian masyarakat lebih condong ke Malaysia, salah satunya layanan non-medis yang dianggap lebih nyaman. “Kadang kita kalah di pelayanan. Di Penang, pasien baru turun pesawat sudah dijemput pihak rumah sakit. Lalu lintasnya pun lancar, tidak seperti Jakarta yang baru keluar bandara sudah macet,” katanya.

Selain itu, biaya juga dipengaruhi oleh harga alat kesehatan. Malaysia mampu menekan tarif karena pajak alat kesehatan di sana rendah. Sebaliknya, di Indonesia alat kesehatan masuk kategori barang mewah sehingga dikenakan pajak tinggi. “Akibatnya harga lebih mahal, dan ongkos penggunaan alat ikut meningkat,” jelasnya.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa secara teknologi dan keahlian, Indonesia tidak kalah. Bahkan pengalaman klinis dokter di tanah air lebih luas. Kemajuan teknologi kedokteran membuat operasi jantung kini semakin canggih dan minim risiko.

Di RS Premier Bintaro misalnya, tersedia robotic cardiac surgery serta teknik off pump coronary artery bypass (OPCAB), yang memungkinkan operasi bypass dilakukan tanpa menghentikan detak jantung. “Risikonya lebih kecil,” terang Sugisman. Ada pula prosedur minimally invasive direct coronary artery bypass (MidCAB) yang dilakukan melalui sela tulang iga, sehingga rasa sakit lebih ringan dan pemulihan lebih cepat.

Dengan teknologi ini, pasien tidak perlu khawatir. “Empat hari setelah operasi sudah bisa pulang, asalkan ditangani dokter berpengalaman,” tambahnya.

Ia juga mengingatkan, penyakit jantung tidak lagi hanya menyerang usia lanjut. Beberapa pasien muda harus menjalani operasi. “Pasien termuda yang pernah saya tangani berusia 25 tahun. Jadi jangan merasa aman hanya karena masih muda,” tegasnya.

Kasus terbanyak saat ini tetap penyakit jantung koroner, disusul kelainan katup atau jantung bocor. Untuk kerusakan katup, solusi satu-satunya adalah mengganti dengan katup buatan yang mayoritas masih diimpor dari Amerika Serikat. “Harganya sekitar Rp30 juta. Ada yang berbahan jaringan hewan seperti sapi atau babi, ada pula dari logam. Kalau logam, pasien wajib mengonsumsi obat pengencer darah seumur hidup,” urainya.

Kondisi ini menunjukkan kompleksitas penanganan penyakit jantung di Indonesia. Meski demikian, Sugisman menekankan, operasi jantung tidak perlu ditakuti. Dengan dukungan teknologi modern dan tenaga medis yang terlatih, tingkat keberhasilan sangat tinggi.

Kepala Staf Medik Bedah Kardiovaskular Dewasa RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita itu juga menekankan pentingnya pencegahan. Saat ini, hampir separuh penderita penyakit jantung meninggal karena tidak ditangani tepat waktu. “Mulailah menjaga pola hidup sehat sejak dini, rutin memeriksakan kesehatan, dan jangan meremehkan gejala. Jangan tunggu tua untuk peduli pada jantung,” pesannya.

Ia juga mengapresiasi langkah pemerintah memperkuat layanan BPJS dan mendorong rumah sakit daerah agar mampu melakukan operasi jantung. Dengan fasilitas yang kian berkembang, teknologi setara luar negeri, serta dokter berpengalaman, Sugisman mengingatkan masyarakat untuk percaya diri berobat di dalam negeri.

“Indonesia memiliki semua yang dibutuhkan. Tidak perlu jauh-jauh ke Malaysia,” tegasnya.

Tags: Dokter Jantung

Firman Marlon

Next Post
Kepala Biro Hukum dan Humas BGN Khairul Hidayati (kanan)

Masyarakat Bisa Laporkan Masalah MBG Lewat Dua Nomor Aduan BGN Ini

Recommended.

KabarIndonesia.ID

Dinilai Prematur, Gugatan Terhadap Enam Media di Makassar Ditolak Hakim

30 Desember 2023
Menteri Kebudayaan Fadli Zon Sampaikan Sambutan pada Embassy Briefing CHANDI Summit 2025

CHANDI Summit 2025: Menyatukan Dunia Lewat Diplomasi Budaya di Bali

7 Juli 2025

Subscribe.

Trending.

Google DeepMind Gandeng A24 Kembangkan AI untuk Produksi Film

Google DeepMind Gandeng A24 Kembangkan AI untuk Produksi Film

25 Juni 2026
DPR Usul AI Bantu Diagnosis di Daerah, Ini Tanggapan Menkes

DPR Usul AI Bantu Diagnosis di Daerah, Ini Tanggapan Menkes

25 Juni 2026
Mulai 1 Juli 2026, Komisi Gojek dan Grab untuk Ojol Resmi Jadi 8 Persen

Mulai 1 Juli 2026, Komisi Gojek dan Grab untuk Ojol Resmi Jadi 8 Persen

24 Juni 2026
Tips Aman Menggunakan Memory ChatGPT untuk Kerja Digital

Benarkah ChatGPT Semakin “Mengenal” Kamu? Begini Cara Kerja Memory, Chat History, dan Privasi Data

24 Juni 2026
AI Tak Bisa Gantikan Ulama dan Tradisi Talaqqi, Ini Penjelasan Kemenag

AI Tak Bisa Gantikan Ulama dan Tradisi Talaqqi, Ini Penjelasan Kemenag

26 Juni 2026
Kabar Indonesia

Aktual, akurat, berbasis data mengabarkan Indonesia.

Pengelola

PT. Kabar Grup Indonesia

Alamat Redaksi:
Office Park OL3.12A, The Bellagio Mall Jl. Kawasan Mega Kuningan Kav.E.4.3, Setiabudi, Jakarta Selatan
Email: info@kabarindonesia.id

Rubrik

  • Kecerdasan Artifisial
  • Nasional
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Politik & Pemilu
  • Olahraga
  • Cek Fakta

Jaringan Media

  • Kabar Makassar
  • Kabar Jawa
  • Kabar Sunda
  • Kabar Pekanbaru
  • Kabar Kalimantan
  • Rujukan Desa
  • Serambi Muslim

Media Sosial

Follow Us

  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Kode Etik dan Pedoman Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Home
  • Review
  • Photography
  • Security

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Not enough quota to unlock this post
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?
Exit mobile version