KabarIndonesia.id — Direktur Utama PT Terra Drone Indonesia, MW, akhirnya diringkus polisi di apartemennya di kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan, tak lama setelah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus kebakaran gedung yang menimpa 22 orang. Penetapan tersangka dilakukan setelah penyelidikan memastikan adanya dua alat bukti yang dimiliki penyidik.
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Roby Saputra membenarkan penangkapan tersebut.
“Jadi benar, untuk Direktur Utama dari Terra Drone sudah kami amankan dalam semalam. Berdasarkan dua alat bukti permulaan yang cukup dan keyakinan penyidik, jadi kami tingkatkan statusnya menjadi tersangka dan sudah kami terbitkan surat perintah penangkapan,” ujar Roby dalam keterangan persnya, Kamis (11/12/2025).
Dalam video penangkapan yang diterima, MW tampak berdiri di depan pintu apartemennya sambil berbincang dengan sejumlah penyidik. Polisi menjelaskan bahwa kedatangan mereka adalah untuk melakukan penangkapan, sementara MW mencoba memberikan klarifikasi terkait surat panggilan.
“Bukan, surat yang terima itu kan besok, jam 10,” tutur MW.
Penyudik kemudian memberi penjelasan ulang mengenai penetapan status tersangka, termasuk adanya sejumlah alat bukti hasil penyelidikan. Polisi juga menampilkan surat perintah penggeledahan dan penyertaan yang dilakukan di lokasi kejadian.
MW dijerat Pasal 187 KUHP tentang perbuatan yang mengakibatkan kebakaran, Pasal 188 KUHP tentang kelalaian yang menyebabkan kebakaran, dan Pasal 359 KUHP terkait kelalaian yang mengakibatkan orang lain meninggal dunia. Kombinasi pasal tersebut menjadikannya ancaman hingga penjara seumur hidup.
Diketahui, MW atau Michael Wishnu Wardhana merupakan Direktur Terra Drone Indonesia. Kariernya dimulai dari PT Aero Geosurvey Indonesia, perusahaan penyedia jasa drone yang ia bangun bersama rekannya. Pada tahun 2019, perusahaan itu memperoleh pendanaan dari Terra Drone Corporation Jepang dan kemudian berganti nama menjadi PT Terra Drone Indonesia.
Wishnu adalah lulusan Teknik Dirgantara, Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara ITB angkatan 2001. Selain memimpin perusahaan, ia kerap tampil sebagai pembicara dalam berbagai seminar di dalam dan luar negeri, termasuk di kampus almamaternya.












