KabarIndonesia.id — Tragedi yang memilukan menimpa seorang bocah laki-laki berinisial NS (12) di Sukabumi, Jawa Barat. Korban meninggal dunia setelah ditemukan mengalami luka bakar di sejumlah bagian tubuh.
Peristiwa ini menjadi perhatian publik setelah video penanganan korban di ruang instalasi gawat darurat RSUD Jampang Kulon tersebar luas di media sosial.
Dalam rekaman tersebut, korban terlihat menjalani perawatan medis dengan luka bakar di beberapa bagian tubuh yang diduga akibat siraman air panas. Korban kemudian meninggal dunia setelah sempat mendapatkan perawatan.
Ayah korban, Anwar Satibi , menyatakan keinginannya agar dilakukan otopsi guna memastikan penyebab kematian anaknya.
“Maunya diautopsi itu keinginan saya menjadi ayah,” ujar Anwar di Sukabumi, Sabtu, 21 Februari 2026.
Anwar mengakui adanya dugaan keterlibatan istri yang merupakan ibu tiri korban. Namun ia menegaskan bahwa kepastian penyebab kematian harus melalui proses medis.
“Makanya saya mau melakukan otopsi, biar jelas nanti hasilnya,” ujar dia.
Ia menuturkan, peristiwa tersebut terjadi saat dirinya bekerja di Kota Sukabumi selama dua hari. Pada malam pertama Ramadhan, Anwar menerima telepon dari istrinya yang mengabarkan kondisi korban sakit parah sehingga ia segera pulang ke rumah.
“Pas saya pulang, (kondisinya) sangat jauh dengan saya berangkat. Sebelum berangkat belum terjadi apa-apa,” jelas dia.
Anwar juga mengungkapkan bahwa sekitar satu tahun yang lalu korban pernah mengalami konflik dengan istrinya saat masih duduk di kelas 6 SD dan kejadian itu sempat dilaporkan ke polisi.
“Saat itu istri saya mohon-mohon sujud untuk berubah,” kata dia.
Sementara itu, Kepala RS Bhayangkara Setukpa Sukabumi, Carles Siagian, menyampaikan hasil pemeriksaan awal menemukan luka bakar cukup luas di sejumlah bagian tubuh korban, antara lain lengan, kaki, punggung, area bibir dan hidung. Selain itu, paru-paru korban dilaporkan sedikit membengkak.
“Dokter forensik belum bisa menyimpulkan ini dari kta atau bukan, penyebab kematian masih belum bisa disimpulkan,” jelas dia.
Ia menambahkan, sejumlah sampel organ tubuh seperti jantung dan paru-paru telah diambil untuk pemeriksaan lanjutan. Sampel tersebut dikirim ke Jakarta guna analisis lebih mendalam.
“Kita sedang menunggu hasil apakah ada zat-zat lain di tubuh korban,” ujar Carles.
Kasus ini masih dalam penanganan pihak yang berwenang, sementara keluarga menunggu hasil otopsi untuk memastikan penyebab kematian serta mengungkap dugaan kekerasan yang menimpa korban.












