KabarIndonesia.com — Memasuki pertengahan Januari 2026, bencana banjir masih menjadi kejadian paling banyak melanda sejumlah wilayah di Indonesia. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengingatkan masyarakat dan pemerintah daerah untuk meningkatkan kewaspadaan seiring potensi cuaca ekstrem yang masih tinggi.
Berdasarkan hasil pemantauan Pusat Pengendalian dan Operasi (Pusdalops) BNPB pada periode 12 Januari 2026 hingga 13 Januari 2026 pukul 07.00 WIB, bencana yang tercatat didominasi oleh bencana hidrometeorologi basah, khususnya banjir akibat hujan berintensitas tinggi.
Di Provinsi Banten, banjir melanda Kabupaten Pandeglang pada Senin (12/1/2026) sekitar pukul 14.00 WIB.
Banjir terjadi akibat meluapnya Sungai Cilemer, Cikaret, Dayeuh, Cilatak, dan Ciliman, yang merendam organisasi warga dengan tinggi muka air berkisar antara 20 sentimeter hingga 1 meter.
Sebanyak sembilan kecamatan dan 23 desa terdampak, meliputi Kecamatan Patia, Sumur, Labuan, Cikeusik, Cigeulis, Pagelaran, Panimbang, Sobang, dan Saketi.
Banjir tersebut berdampak pada 537 kepala keluarga atau 2.051 jiwa, dengan sekitar 300 KK terpaksa mengungsi di Masjid Agung Kecamatan Sobang.
BPBD Kabupaten Pandeglang mencatat sedikitnya 537 unit rumah terdampak, delapan unit rumah mengalami kerusakan ringan, serta sejumlah fasilitas umum dan sosial ikut terendam, termasuk satu unit penggilingan padi.
Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD setempat terus melakukan koordinasi lintas sektor, pendataan, dokumentasi, serta pelaporan secara berkala. Hingga Senin sore, genangan air masih terpantau di sejumlah lokasi dengan ketinggian 20 hingga 100 sentimeter.
Bencana serupa juga terjadi di Provinsi Jawa Barat. Di Kabupaten Bekasi, banjir melanda pada Senin (12/1/2026) pukul 15.37 WIB akibat hujan deras yang diperparah oleh kurang optimalnya fungsi sistem drainase.
Banjir merendam wilayah di tiga kecamatan dan tujuh desa, yakni Kecamatan Tarumajaya, Cabangbungin, dan Babelan. BPBD Kabupaten Bekasi mencatat sebanyak 1.890 unit rumah terdampak, sementara upaya penanganan dilakukan bersama unsur kecamatan, pemerintah desa, dan masyarakat setempat.
Sementara itu, banjir juga melanda Kabupaten Bogor pada Senin (12/1/2026) sekitar pukul 08.30 WIB. Hujan deras menyebabkan aliran sungai meluap dan penyempitan alur udara, sehingga merendam 40 unit rumah di Desa Pabuaran Mekar, Kecamatan Cibinong.
BPBD Kabupaten Bogor bersama TNI, Polri, serta aparat setempat melakukan kaji cepat dan mengoordinasikan penanganan. Hingga sore hari, kondisi banjir melaporkan surut.
BNPB juga menyoroti prakiraan potensi cuaca ekstrem pada periode 13 hingga 15 Januari 2026. Sebagian besar wilayah Indonesia diprediksi masih mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi yang berpotensi disertai angin kencang.
Menindaklanjuti kondisi tersebut, BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi.
Masyarakat diminta secara rutin memantau informasi cuaca, memastikan saluran drainase berfungsi dengan baik, serta memangkas pohon-pohon rimbun yang berpotensi membahayakan.
BNPB juga mengingatkan agar masyarakat melakukan evakuasi mandiri atau mengikuti arahan petugas yang berwenang apabila hujan lebat berlangsung lebih dari satu jam dan menyebabkan jarak pandang terbatas, serta menghindari aktivitas di sekitar daerah aliran sungai dan kawasan lereng perbukitan.












