KabarIndonesia.id — PT Kereta Api Indonesia (Persero) membatalkan sejumlah perjalanan kereta api (KA) dari dan menuju Jakarta menyusul kecelakaan yang terjadi di Bekasi Timur pada Senin (27/4/2026) malam. Kebijakan ini diambil untuk menjamin keselamatan perjalanan serta lancarnya proses pemulihan jalur operasional.
Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, mengatakan pembatalan mencakup sejumlah KA dari Stasiun Gambir dan Pasar Senen, termasuk perjalanan lintas Jawa yang terdampak langsung kejadian tersebut.
Franoto menempatkan sejumlah KA dari Stasiun Gambir yang dibatalkan, di antaranya KA Purwojaya relasi Gambir–Cilacap, KA Parahyangan (Gambir–Bandung), KA Argo Muria (Gambir–Semarang Tawang), serta KA Argo Bromo Anggrek (Gambir–Surabaya Pasar Turi).
Sementara itu, KA menuju Gambir yang dibatalkan meliputi KA Gunungjati (Cirebon–Gambir), KA Purwojaya (Cilacap–Gambir), KA Argo Sindoro (Semarang Tawang–Gambir), hingga KA Manahan (Solo Balapan–Gambir).
Selain itu, sejumlah perjalanan lain seperti KA Argo Anjasmoro, Parahyangan, Argo Muria, dan Argo Bromo Anggrek dari berbagai kota menuju Gambir juga turut dibatalkan.
Tak hanya Gambir, pembatalan juga terjadi di sejumlah KA tujuan Stasiun Pasar Senen. Di antaranya KA Madiun Jaya, KA Mataram, KA Gumarang, KA Singasari, KA Jayabaya, KA Progo, serta KA Menoreh.
KAI memastikan penumpang yang terdampak izin berhak mendapatkan pengembalian bea tiket secara penuh.
“Bagi penumpang yang terdampak pembatalan hingga tujuh hari ke depan, KAI memberikan pengembalian bea tiket 100 persen di luar bea pesan sesuai ketentuan yang berlaku,” ujar Franoto.
KAI juga mengimbau masyarakat untuk terus menyatukan informasi terbaru melalui kanal resmi dan menyesuaikan jadwal perjalanan.
Pembatalan ini merupakan imbas langsung dari kecelakaan kereta yang terjadi di emplasemen Stasiun Bekasi Timur KM 28+920 pada Senin malam sekitar pukul 20.52 WIB.
Kejadian tersebut meliputi rangkaian Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek, yang menyebabkan gangguan signifikan terhadap operasional perjalanan kereta di lintas tersebut.
Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, sebelumnya menyebutkan kecelakaan tersebut mengakibatkan korban jiwa dan puluhan penumpang luka-luka.
“Penumpang KRL tercatat enam orang meninggal dunia dan 80 orang mengalami luka-luka yang saat ini telah mendapatkan penanganan medis,” ujar Anne.
KAI menjamin keselamatan dan keamanan perjalanan tetap menjadi prioritas utama, sambil terus berupaya memulihkan operasional kereta api agar kembali normal secepatnya.












