News  

Akad Massal 50.030 KPR FLPP, Prabowo Tegaskan Komitmen Perumahan Rakyat

Akad Massal 50.030 KPR FLPP, Prabowo Tegaskan Komitmen Perumahan Rakyat
Kredit Perumahan Rakyat (KPR) Sejahtera Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dan Serah Terima Kunci Tahun 2025 (Dok : Ist).

KabarIndonesia.idPemerintah kembali menegaskan komitmennya dalam meningkatkan akses perumahan layak bagi masyarakat melalui Akad Massal 50.030 Unit Kredit Perumahan Rakyat (KPR) Sejahtera Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) sekaligus serah terima kunci rumah tahun 2025. Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Presiden Prabowo Subianto.

Program KPR Sejahtera FLPP merupakan skema pembiayaan rumah bersubsidi yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan dikelola oleh BP Tapera.

Program ini ditujukan bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) agar dapat memiliki rumah layak huni dengan cicilan terjangkau serta suku bunga tetap 5 persen hingga tenor 20 tahun. Skema ini dirancang untuk membantu MBR memiliki rumah pertama yang layak dan terjangkau.

Akad massal cermin tersebut menjadi keseriusan pemerintah dalam mempercepat terwujudnya program perumahan nasional. Sebanyak 300 akad dilaksanakan langsung di lokasi kegiatan dengan melibatkan 11 bank penyalur.

Sementara itu, 49.730 akad lainnya digelar secara berani di 110 titik bersama 39 bank penyalur yang menjangkau 33 provinsi di seluruh Indonesia.

Setibanya di lokasi acara, Presiden Prabowo disambut dengan tarian rampak bedug, kesenian khas Banten yang melambangkan semangat kebersamaan dan rasa syukur.

Kepala Negara kemudian meninjau sejumlah rumah contoh untuk melihat langsung kondisi perumahan, tata ruang, serta fasilitas perumahan. Presiden juga berdialog singkat dengan penerima manfaat terkait proses kepemilikan rumah.

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa program KPR FLPP merupakan instrumen strategi pemerintah untuk menjamin terpenuhinya hak dasar rakyat atas tempat tinggal yang layak. Presiden juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan program perumahan tersebut.

“Hari ini merupakan upaya kita, usaha kita, untuk membantu rakyat kita yang paling lemah, yang masih belum kuat, yang ingin hidup terhormat, ingin hidup layak, dengan kualitas hidup yang pantas, dan ini tekad kita, ini perjuangan kita bersama. Karena itu saya ucapkan terima kasih kepada semua pihak, hari ini bersatu sehingga kita bisa memberikan suatu kualitas hidup rakyat kita,” ujar Presiden Prabowo.

Pada kesempatan tersebut, Presiden Prabowo menyerahkan secara simbolis kunci rumah kepada perwakilan penerima manfaat dari berbagai latar belakang profesi, mulai dari nelayan, tukang cukur, hingga penjual seblak.

Presiden berharap program KPR FLPP dapat terus dibicarakan agar semakin banyak masyarakat di berbagai daerah merasakan langsung manfaat kebijakan pemerintah.

Sementara itu, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait dalam laporannya menyampaikan apresiasi atas kebijakan pemerintah yang dinilai berpihak pada rakyat kecil.

Ia menegaskan bahwa KPR FLPP memberikan kepastian serta keringanan angsuran bagi masyarakat untuk memiliki hunian yang layak.

“Kami benar-benar berterima kasih pak, Bapak sudah membuat BPHTB gratis, PBG gratis buat MBR, artinya kebijakan pro rakyat kepada pro rakyat kecil. PBG artinya persetujuan bangunan gedung pak, dulu IMB, dulu bayar sekarang gratis. BPHTB, Bea Perolehan (Hak atas) Tanah Bangunan dulu bayar, sekarang gratis. PPN DTB (Pajak Pertambahan Nilai yang Ditanggung Pemerintah) gratis pak, di bawah 2 miliar, ini kebijakan yang benar-benar pro rakyat,” ujar Maruarar.

Dengan tercapainya akad massal tersebut, pemerintah kembali menegaskan komitmennya menghadirkan rumah layak sebagai fondasi ketahanan keluarga dan bangsa, sekaligus mempercepat terwujudnya keadilan sosial melalui akses perumahan yang terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat.