74 Kasus Influenza H3N2 Subclade K, Kemenkes Catat Tren Nasional Menurun

74 Kasus Influenza H3N2 Subclade K, Kemenkes Catat Tren Nasional Menurun
Influenza H3N2 Subclade K (Dok : Ist).

KabarIndonnesia.id — Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI memastikan perkembangan influenza A(H3N2) subclade K di Indonesia masih dalam kendali. Meski virus tersebut terdeteksi di 13 provinsi, tren kasus influenza secara nasional justru menunjukkan penurunan signifikan memasuki awal 2026.

Direktur Penyakit Menular Kemenkes, dr. Prima Yosephine, menegaskan bahwa Influenza H3N2 bukanlah virus baru. Subclade K merupakan bagian dari influenza musiman yang rutin beredar setiap tahun di berbagai negara.

“H3N2 merupakan bagian dari influenza musiman. Pertengahan Januari 2025, H3N2 subclade K telah dilaporkan di 80 negara, termasuk Indonesia dengan kasus pertama terdeteksi pada M36. Namun berdasarkan hasil pemantauan, tren kasus influenza di Indonesia telah menurun sehingga masyarakat tidak perlu panik,” ujar dr. Prima dikutip Selasa (20/1/2026).

Berdasarkan data Kemenkes, sejak 1 Januari 2025 hingga 10 Januari 2026 tercatat 74 kasus H3N2 subclade K dari total 204 spesimen influenza A(H3N2) yang diperiksa. Temuan terbanyak berasal dari Jawa Timur dan Kalimantan Selatan.

Puncak kasus tercatat pada minggu ke-40 tahun 2025 dan mulai menunjukkan tren penurunan sejak minggu ke-44. Bahkan, tidak ditemukan penambahan kasus baru H3N2 subclade K sejak minggu ke-52.

Kemenkes menyebut sebagian besar pasien influenza hanya mengalami gejala ringan hingga sedang dan dapat pulih tanpa perawatan khusus. Sementara itu, kasus berat umumnya dialami kelompok rentan, seperti lansia dan penderita penyakit penyerta.

dr. Prima menjelaskan, laporan kematian pada pasien influenza umumnya berkaitan dengan kondisi komorbid yang telah ada sebelumnya.

“Influenza tidak selalu menjadi penyebab kematian utama, tetapi dapat menjadi pencetus yang memperburuk kondisi kesehatan yang sudah tidak stabil, terutama pada pasien lansia dengan komorbid,” jelasnya.

Untuk memastikan situasi tetap terkendali, Kemenkes terus melakukan surveilans influenza di fasilitas kesehatan, rumah sakit, hingga pintu masuk negara.

Upaya tersebut mencakup pemeriksaan laboratorium dan analisis genom virus guna memantau potensi perubahan karakter virus.

Kemenkes juga mengimbau masyarakat tetap menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, menggunakan masker saat sakit, terutama bagi kelompok rentan, serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala berat.

Vaksinasi influenza tahunan, khususnya bagi kelompok berisiko tinggi, turut dianjurkan sebagai langkah pencegahan.

Exit mobile version