• Kabar Makassar
  • Kabar Jawa
  • Kabar Sunda
  • Kabar Pekanbaru
  • Kabar Kalimantan
  • Serambi Muslim
KabarIndonesia.id
  • Home
  • AI
    • Bisnis dan Ekosistem
    • Edukasi dan Masa Depan
    • Industri dan Terapan
  • Nasional
  • Daerah
    • Jawa Bali
    • Sumatera
    • Kalimantan
    • Sulawesi
    • Nusa Tenggara
    • Papua
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Keuangan
    • Pajak
    • Syariah
  • Politik
  • Gaya Hidup
    • Fasion
    • Film dan Musik
    • Otomotif
    • Teknologi
  • Lainnya
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Cek Fakta
    • Video
    • Indeks
No Result
View All Result
Kabar Indonesia
No Result
View All Result
  • Home
  • RUBRIK
  • TENTANG KAMI

18 atau 19 Februari? MUI Pastikan Awal Ramadhan Bisa Berbeda

by Gusti
17 Februari 2026
Home News
Share ke FBShare ke XShare di WA

KabarIndonesia.id — Awal Ramadhan 1447 Hijriah di Indonesia berpotensi berbeda di antara umat Islam Indonesia. Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyebut perbedaan penetapan 1 Ramadhan antara 18 atau 19 Februari 2026 hampir pasti terjadi karena perbedaan metode penentuan hilal.

Wakil Ketua Umum MUI KH M Cholil Nafis mengatakan sebagian umat Islam telah menetapkan awal puasa pada 18 Februari berdasarkan metode hisab dan kalender global.

“Hampir pasti berpotensi berbeda, mengawali Ramadhan ini kita berbeda. Karena sudah ada yang sudah menetapkan awal Ramadhan pada 18 Februari ini. Karena menggunakan hisab sekaligus kalender global,” kata Kiai Cholil dalam keterangannya, dikutip Selasa  (17/2/2026).

Sementara yang lainnya menggunakan hisab dan metode imkan rukyat yang bergantung pada kemungkinan terlihatnya hilal saat matahari terbenam.

“Nah, menurut imkan rukyat kemungkinan hilal bisa dilihat ini tak mungkin dapat diamati,” sambungnya.

Ia menjelaskan posisi hilal diperkirakan masih berada di bawah 3 derajat. Padahal ketentuan MABIMS menyepakati hilal dapat dirukyat jika berada di atas 3 derajat.

“Jadi bisa dipastikan awal Ramadhan kita ini akan berbeda. Ada yang tanggal 18 dan ada yang tanggal 19 Februari. Saya berharap semuanya memaklumi hal ini. Yang penting kita bisa menjalankannya dengan baik dan khusyuk,” ungkapnya.

Pengasuh Pondok Pesantren Cendekia Amanah, Depok, Jawa Barat itu menegaskan perbedaan tersebut tidak boleh merusak ukhuwah Islamiyah.

“Saya berharap masyarakat sudah dewasa. Ini masalah khilafiyah fikr, masalah perbedaan pemikiran. Dan tidak perlu dibawa-bawa pada perpecahan, tapi dijadikanlah perbedaan ini untuk kita belajar lebih banyak,” sambungnya.

Ia mencontohkan kajian tentang wihdatul mathali’ dan sa’atul mathali’, yakni cara menentukan awal bulan berdasarkan lokasi pengamatan bulan.

“Ada yang menganggap seluruh dunia adalah satu kalender, satu matematika, satu tempat terlihatnya bulan. Sehingga di satu negara yang dilihat bisa di sini juga sama-sama dianggap melihat dan memulai puasa,” terangnya.

Kiai Cholil mengajak umat menjadikan perbedaan sebagai pembelajaran.

“Tapi jadikan ikhtilaf ummati rahmat. Menjadi rahmat bagi kita untuk kita belajar lebih banyak,” tegasnya.

Tags: Awal Ramadhan 2026bulan ramadhanMUIPuasa RamadhanRamadhan

Gusti

Next Post
Detik-detik Penentuan Puasa, 133 Titik Rukyat Dikerahkan

Detik-detik Penentuan Puasa, Rukyatul Hilal Digelar di 133 Lokasi

Recommended.

KabarIndonesia.ID

2023 Kuota Haji 221 Ribu, Tidak Ada Pembatasan Usia

30 Desember 2023
Mei 2024  Ada Long Weekend, Hari Raya Apa?

Mei 2024 Ada Long Weekend, Hari Raya Apa?

6 Mei 2024

Subscribe.

Trending.

Mulai 1 Juli 2026, Komisi Gojek dan Grab untuk Ojol Resmi Jadi 8 Persen

Mulai 1 Juli 2026, Komisi Gojek dan Grab untuk Ojol Resmi Jadi 8 Persen

24 Juni 2026
Google DeepMind Gandeng A24 Kembangkan AI untuk Produksi Film

Google DeepMind Gandeng A24 Kembangkan AI untuk Produksi Film

25 Juni 2026
DPR Usul AI Bantu Diagnosis di Daerah, Ini Tanggapan Menkes

DPR Usul AI Bantu Diagnosis di Daerah, Ini Tanggapan Menkes

25 Juni 2026
Tips Aman Menggunakan Memory ChatGPT untuk Kerja Digital

Benarkah ChatGPT Semakin “Mengenal” Kamu? Begini Cara Kerja Memory, Chat History, dan Privasi Data

24 Juni 2026
AI Tak Bisa Gantikan Ulama dan Tradisi Talaqqi, Ini Penjelasan Kemenag

AI Tak Bisa Gantikan Ulama dan Tradisi Talaqqi, Ini Penjelasan Kemenag

26 Juni 2026
Kabar Indonesia

Aktual, akurat, berbasis data mengabarkan Indonesia.

Media digital berteknologi AI di Indonesia yang andal dan akurat memberitakan informasi seputar AI untuk membangun ekosistem AI yang sehat.

Follow Us

Rubrik

  • Kecerdasan Artifisial
  • Nasional
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Politik & Pemilu
  • Olahraga
  • Cek Fakta

Jaringan

  • Kabar Makassar
  • Kabar Jawa
  • Kabar Sunda
  • Kabar Pekanbaru
  • Kabar Kalimantan
  • Rujukan Desa
  • Serambi Muslim

Manajemen

PT. Kabar Grup Indonesia

Alamat Redaksi:
Office Park OL3.12A, The Bellagio Mall Jl. Kawasan Mega Kuningan Kav.E.4.3, Mega Kuningan, Kelurahan Kuningan Timur, Kecamatan Setiabudi, Wilayah Jakarta Selatan

Email: info@kabarindonesia.id

  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Kebijakan Privasi

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Home
  • Review
  • Apple
  • Applications
  • Computers
  • Gaming
  • Gear
    • Audio
    • Camera
    • Smartphone
  • Microsoft
  • Photography
  • Security

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Not enough quota to unlock this post
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?
Go to mobile version