News  

Kunjungan Perdana Prabowo ke IKN Disebut Tegaskan Keberlanjutan Ibu Kota Baru

Kunjungan Perdana Prabowo ke IKN Disebut Tegaskan Keberlanjutan Ibu Kota Baru
Presiden RI Prabowo Subianto saat tiba di Ibu Kota Nusantara atau IKN, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur (Dok : Ist).

KabarIndonesia.id — Kunjungan perdana Presiden Prabowo Subianto ke Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur, dinilai menjadi sinyal kuat keberlanjutan pembangunan ibu kota baru sekaligus membantah anggapan bahwa proyek tersebut akan terhenti.

Ketua Komisi II DPR RI Muhammad Rifqinizamy Karsayuda menyebut kehadiran Presiden di IKN secara langsung menjawab berbagai spekulasi yang berkembang di ruang publik.

“Saya kira ini penting untuk menjawab spekulasi yang selama ini berkembang bahwa IKN ini semacam proyek yang mubazir,” ucap Rifqinizamy dalam keterangannya di Gedung Nusantara II, DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (13/1/2026).

Politisi Fraksi Partai NasDem itu menilai, kunjungan Presiden Prabowo tidak sekadar agenda peninjauan, melainkan membawa pesan politik yang jelas tentang keberlanjutan proyek strategis nasional tersebut.

“Kita senang, itu pesan politik. Presiden Prabowo hadir dan ingin memberikan pesan kepada kita bahwa Beliau bukan sekadar mengunjungi dan meninjau, tapi juga memberikan perhatian kepada IKN,” tambahnya.

Menurut Rifqinizamy, kunjungan ke IKN pada Senin (12/1/2026) merupakan pesan politik kedua dari Presiden Prabowo, setelah sebelumnya menerbitkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 79 Tahun 2025 tentang Pemutakhiran Rencana Kerja Pemerintah Tahun 2025.

Perpres yang diteken pada Juni 2025 itu, lanjutnya, menjadi dasar kuat dukungan pemerintah untuk mewujudkan IKN sebagai ibu kota politik Indonesia pada 2028.

Ia menegaskan, secara hukum dan kebijakan, keberlanjutan pembangunan IKN bersifat final. Landasan tersebut tertuang dalam Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2022 tentang Ibu Kota Negara serta Perpres Nomor 79 Tahun 2025.

“No point to return (ini titik tanpa balik, red.) bagi kami; dan karena itu, anggaran yang sudah kita sahkan hampir Rp100 triliun, kan. Itu tentu akan sangat mubazir kalau kemudian pemerintah tidak segera memanfaatkan IKN sebagai ibu kota negara,” kata Rifqi.

Lebih lanjut, Rifqinizamy menjelaskan bahwa pemindahan aparatur sipil negara (ASN) ke IKN akan dilakukan secara bertahap sebagai bagian dari strategi pemerintah.

Ia mengungkapkan, Menteri PANRB Rini Widyantini telah menyampaikan kepada Komisi II DPR RI bahwa pemerintah sudah memiliki strategi pemindahan ASN, termasuk cetak biru kementerian dan lembaga yang akan dipindahkan ke IKN.

“Tapi tentu mereka harus menunggu restu dari Presiden. Saya kira, setelah Presiden mengecek sendiri tadi malam, mudah-mudahan hal ini bisa segera diputuskan karena kalau tidak, mubazir. Sudah punya rusun untuk 15 ribu orang, tapi belum ditempati,” ujarnya.

Diketahui, Presiden Prabowo Subianto tiba di IKN, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, pada Senin (12/1/2026) sore dalam rangka kunjungan kerja. Helikopter Super Puma yang membawa Kepala Negara mendarat di landasan helikopter di depan Istana Garuda menjelang petang.

Kunjungan ini menjadi momentum penting dalam perjalanan pembangunan Ibu Kota Nusantara. Kehadiran Presiden Prabowo di IKN menunjukkan komitmen pemerintah untuk memastikan pembangunan kawasan tersebut berjalan sesuai rencana dan berkelanjutan.

Dalam agenda kunjungannya, Prabowo melakukan peninjauan ke sejumlah titik strategis pembangunan di kawasan IKN guna melihat langsung progres dan kesiapan infrastruktur yang tengah dikembangkan.

Turut mendampingi Presiden Prabowo dalam kunjungan ke IKN antara lain Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono, Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, serta Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Angga Raka Prabowo.

Kedatangan Prabowo menandai dimulainya rangkaian agenda kerja di ibu kota baru tersebut setelah sebelumnya melakukan kunjungan maraton di Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, dan Balikpapan, Kalimantan Timur.