• Kabar Makassar
  • Kabar Jawa
  • Kabar Sunda
  • Kabar Pekanbaru
  • Kabar Kalimantan
  • Serambi Muslim
KabarIndonesia.id
  • Home
  • AI
    • Bisnis dan Ekosistem
    • Edukasi dan Masa Depan
    • Industri dan Terapan
  • Nasional
  • Daerah
    • Jawa Bali
    • Sumatera
    • Kalimantan
    • Sulawesi
    • Nusa Tenggara
    • Papua
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Keuangan
    • Pajak
    • Syariah
  • Politik
  • Gaya Hidup
    • Fasion
    • Film dan Musik
    • Otomotif
    • Teknologi
  • Lainnya
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Cek Fakta
    • Video
    • Indeks
No Result
View All Result
Kabar Indonesia
No Result
View All Result
  • Home
  • RUBRIK
  • TENTANG KAMI

Deep Intelligence Rilis Riset 2025: Krisis Kepercayaan Publik Menguat, Negara Diminta Bergerak Cepat

by Gusti
3 Desember 2025
Home Berita Utama
Share ke FBShare ke XShare di WA

KabarIndonesia.id — Gelombang ketidakpercayaan masyarakat semakin meningkat sepanjang tahun 2025. Itulah sinyal keras yang muncul dari penelitian tahunan Deep Intelligence Research (DIR), yang memotret ratusan ribu percakapan warganet dan menggambarkan hubungan negara–warga berada di titik paling rawan.

Hasil temuan tersebut disampaikan dalam Diskusi Refleksi Akhir Tahun yang digelar Deep Intelligence Research bersama DEEP Indonesia dan Rumah Perubahan di Bekasi, Selasa (2/12/2025).

Pada forum itu, Guru Besar Ilmu Manajemen Prof. Rhenald Kasali, Ph.D., mengingatkan bahwa dunia kini bergerak di fase baru dengan ritme yang jauh melampaui kemampuan institusi tradisional.

“Sekarang zaman perang makin murah. Dulu negara mengirim tentara manusia, sekarang cukup mengirim mesin, drone, dan kecerdasan buatan. Kita sudah tidak hidup di era disrupsi. Ini sudah memasuki Quantum Age… Jika negara tidak cepat beradaptasi, kita bisa kalah bahkan tanpa tahu siapa musuhnya,” ujarnya dalam Keynote Speak.

Menurut Rhenald, perubahan pada era Kuantum tidak lagi linier. Teknologi meloncat lebih cepat daripada intuisi politik dan birokrasi pemerintahan.

“Di Quantum Age, intuisi politik tidak cukup. Negara harus mengambil keputusan secepatnya teknologi bergerak,” tegasnya.

Riset Deep Intelligence: Kepercayaan Publik Terus Tergerus Sepanjang 2025

Dalam sesi pemaparan penelitian, Direktur DEEP Indonesia sekaligus Direktur Komunikasi DIR, Neni Nur Hayati, mengungkapkan hasil analisis AI yang mencakup 174.730 percakapan publik sepanjang tahun 2025. Temuan utamanya: krisis kepercayaan publik menguat signifikan.

“Percakapan publik didominasi isu otoritarianisme, konflik elite, PSU yang berlarut-larut, hingga mengecewakan masyarakat terhadap komunikasi kebijakan pemerintah. Lonjakan terbesar terjadi saat demo nasional 28 Agustus lalu,” kata Neni.

Isu hukum juga menjadi sorotan. Menurut penelitian, masyarakat menilai penegakan hukum semakin tidak konsisten.

Narasi soal RUU KUHAP serta kasus Hasto, Tom Lembong, hingga Ira Puspadewi menjadi pemicu besar sentimen negatif. Bahkan, narasi “KPK sudah tidak relevan” muncul sebagai salah satu yang paling menetap.

Program prioritas pemerintah seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) juga mencuri perhatian, namun tak lepas dari kritik masyarakat, terutama terkait kesiapan lapangan dan kebijakan pelaksanaan.

“Janji pertumbuhan ekonomi 8% juga dinilai masyarakat sebagai harapan yang tidak realistis,” paparnya.

Dalam isu geopolitik, penelitian DIR menemukan jurang persepsi antara pemberitaan media dan opini publik mengenai krisis Gaza.

“Masyarakat menilai sikap pemerintah tidak konsisten… Ini menandakan hubungan negara dan warga berada di titik paling rawan,” ujar Neni.

Rhenald Kasali: Negara Tak Bisa Lagi Berpikir dengan Pola Lama

Menyanggapi temuan itu, Rhenald menegaskan urgensi perubahan tata kelola negara. Birokrasi yang lambat tidak lagi relevan dalam menangani ancaman yang bersumber dari teknologi.

“Ancaman masa depan tidak lagi datang dari tank dan pasukan, melainkan dari kecerdasan buatan, informasi palsu, dan serangan digital… Rakyat hidup dengan logika digital. Negara harus mengikuti ritme itu. Jika tidak berubah, maka ketidakpercayaan akan membesar dengan cepat,” katanya.

Diskusi Lintas Sektor: Demokrasi dan Tata Kelola Negara Butuh Pendekatan Baru

Forum refleksi akhir tahun ini menghadirkan berbagai tokoh lintas sektor, mulai akademisi, politisi, hingga praktisi big data. Hadir di antaranya:

  • Prof. Rhenald Kasali

  • Andi Widjajanto

  • Neni Nur Hayati

  • Atmaji Sapto Anggoro

  • H. Oleh Soleh

  • Muhammad Sarmuji

  • Muhammad Kholid

  • Yuhronur Efendi

Kehadiran mereka menegaskan bahwa tantangan demokrasi, hukum, ekonomi, dan pemerintahan memerlukan respons bersama lintas disiplin.

Penutup: Tantangan Indonesia Bukan Lagi Data, tapi kemampuan Bergerak

Menutup forum, Neni kembali menegaskan bahwa data big data bukan lagi masalah utama—kolaborasilah yang menentukan masa depan.

“Ketika big data sudah ada, pertanyaannya, bagaimana selanjutnya? Bagaimana kita bergerak? Dengan siapa kita bergerak? Karena di era seperti ini, kolaborasi adalah kuncinya,” ujarnya.

Karena tekanan, tanpa kerja sama antara pemerintah, legislator, akademisi, teknolog, dan sipil masyarakat, Indonesia akan kesulitan mengejar kecepatan perubahan di era yang diposisikan.

Tentang Deep Intelligence Research (DIR)

DIR adalah lembaga penelitian berbasis kecerdasan buatan yang dikembangkan untuk memanfaatkan big data sebagai dasar pengambilan keputusan publik dan bisnis secara lebih presisi, cepat, dan transparan. Lembaga ini berdiri pada tahun 2025.

Tags: DEEP IndonesiaDeep IntelligenceDeep Intelligence ResearchKepercayaan PublikRefleksi Akhir TahunRiset 2025

Gusti

Next Post
Gelondongan Kayu di Banjir Sumatra Jadi Sorotan, KLHK Telusuri Jejak ke 8 Perusahaan

Gelondongan Kayu di Banjir Sumatra Jadi Sorotan, KLHK Telusuri Jejak 8 Perusahaan

Recommended.

KabarIndonesia.ID

Menko Marves : Pemerintah Lanjutkan Kebijakan PPKM

30 Desember 2023
Kembali Menguat, Cek Harga Emas Antam Hari Ini!

Kembali Menguat, Cek Harga Emas Antam Hari Ini!

29 Januari 2024

Subscribe.

Trending.

Mulai 1 Juli 2026, Komisi Gojek dan Grab untuk Ojol Resmi Jadi 8 Persen

Mulai 1 Juli 2026, Komisi Gojek dan Grab untuk Ojol Resmi Jadi 8 Persen

24 Juni 2026
Google DeepMind Gandeng A24 Kembangkan AI untuk Produksi Film

Google DeepMind Gandeng A24 Kembangkan AI untuk Produksi Film

25 Juni 2026
DPR Usul AI Bantu Diagnosis di Daerah, Ini Tanggapan Menkes

DPR Usul AI Bantu Diagnosis di Daerah, Ini Tanggapan Menkes

25 Juni 2026
Tips Aman Menggunakan Memory ChatGPT untuk Kerja Digital

Benarkah ChatGPT Semakin “Mengenal” Kamu? Begini Cara Kerja Memory, Chat History, dan Privasi Data

24 Juni 2026
AI Tak Bisa Gantikan Ulama dan Tradisi Talaqqi, Ini Penjelasan Kemenag

AI Tak Bisa Gantikan Ulama dan Tradisi Talaqqi, Ini Penjelasan Kemenag

26 Juni 2026
Kabar Indonesia

Aktual, akurat, berbasis data mengabarkan Indonesia.

Media digital berteknologi AI di Indonesia yang andal dan akurat memberitakan informasi seputar AI untuk membangun ekosistem AI yang sehat.

Follow Us

Rubrik

  • Kecerdasan Artifisial
  • Nasional
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Politik & Pemilu
  • Olahraga
  • Cek Fakta

Jaringan

  • Kabar Makassar
  • Kabar Jawa
  • Kabar Sunda
  • Kabar Pekanbaru
  • Kabar Kalimantan
  • Rujukan Desa
  • Serambi Muslim

Manajemen

PT. Kabar Grup Indonesia

Alamat Redaksi:
Office Park OL3.12A, The Bellagio Mall Jl. Kawasan Mega Kuningan Kav.E.4.3, Mega Kuningan, Kelurahan Kuningan Timur, Kecamatan Setiabudi, Wilayah Jakarta Selatan

Email: info@kabarindonesia.id

  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Kebijakan Privasi

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Home
  • Review
  • Apple
  • Applications
  • Computers
  • Gaming
  • Gear
    • Audio
    • Camera
    • Smartphone
  • Microsoft
  • Photography
  • Security

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Not enough quota to unlock this post
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?
Go to mobile version