• Kabar Makassar
  • Kabar Jawa
  • Kabar Sunda
  • Kabar Pekanbaru
  • Kabar Kalimantan
  • Serambi Muslim
KabarIndonesia.id
  • Home
  • AI
    • Bisnis dan Ekosistem
    • Edukasi dan Masa Depan
    • Industri dan Terapan
  • Nasional
  • Daerah
    • Jawa Bali
    • Sumatera
    • Kalimantan
    • Sulawesi
    • Nusa Tenggara
    • Papua
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Keuangan
    • Pajak
    • Syariah
  • Politik
  • Gaya Hidup
    • Fasion
    • Film dan Musik
    • Otomotif
    • Teknologi
  • Lainnya
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Cek Fakta
    • Video
    • Indeks
No Result
View All Result
Kabar Indonesia
No Result
View All Result
  • Home
  • RUBRIK
  • TENTANG KAMI

Gubernur Jawa Barat Dorong Reaktivasi Seluruh Jalur Rel Mati, Tantangannya Tak Sederhana

by Firman Marlon
23 April 2025
Home Berita Utama
Share ke FBShare ke XShare di WA

KabarIndonesia.id — Gubernur Jawa Barat, Dede Mulyadi, menggulirkan rencana ambisius: mengaktifkan kembali seluruh jaringan rel kereta api yang terbentang di provinsi tersebut. Gagasan serupa sejatinya telah dikemukakan oleh Ridwan Kamil saat masih menjabat. Namun, keterbatasan dukungan anggaran membuat realisasi terhambat. Hingga kini, hanya satu lintas yang berhasil dihidupkan kembali Cibatu-Garut sejauh 19,3 kilometer dengan pendanaan dari PT Kereta Api Indonesia.

Mengacu data Direktorat Jenderal Perkeretaapian tahun 2010, tercatat 14 lintasan kereta nonaktif di Jawa Barat: Banjar–Cijulang (83 km), Cikudapateuh–Ciwidey (27 km), Dayeuhkolot–Majalaya (18 km), Rancaekek–Jatinangor–Tanjungsari (12 km), Cirebon–Jamblang–Jatiwangi–Kadipaten (67 km), Mundu–Ciledug–Losari (40 km), Cibatu–Garut–Cikajang (47 km), Jatibarang–Indramayu (19 km), Cikampek–Cilamaya (28 km), Cikampek–Wadas (16 km), Karawang–Lamaran–Rengasdengklok (21 km), Lamaran–Wadas (15 km), Tasikmalaya–Singaparna (17 km). Hanya Cibatu–Garut yang telah dioperasikan kembali sejak 2022.

Stasiun Cikajang pernah menjadi titik tertinggi dalam jaringan perkeretaapian Indonesia, berada di ketinggian 1.246 meter di atas permukaan laut. Kini, predikat tersebut dipegang oleh Stasiun Nagreg yang berada di ketinggian 848 mdpl. Sejak 1982, Stasiun Cikajang dibiarkan terbengkalai setelah jalur Cibatu–Garut–Cikajang berhenti beroperasi (Info Garut, 2025).

Dibangun pada 1930, jalur Cibatu–Garut–Cikajang merupakan proyek monumental. Kepala proyek, R.H.J. Spanjaard, menyebutnya sebagai salah satu pembangunan tersulit di zamannya karena harus menembus gugusan pegunungan terjal. Hanya lokomotif berbobot besar seperti CC10, CC50, D14, dan DD52 yang mampu menaklukkan jalur tersebut.

Tahun 1970 menjadi puncak kejayaan jalur ini. Menarik perhatian pencinta kereta dari berbagai penjuru dunia, lintas sepanjang 47 km dari Cibatu ke Cikajang, dengan segmen Garut–Cikajang mencakup 28 km. Stasiun yang dilewati antara lain Wanaraja, Karangpawitan, Garut, Samarang, Kamojan (922 mdpl), Bayongbong (997 mdpl), dan Cisurupan (1.216 mdpl).

Selain fungsi angkut penumpang, jalur ini dulu berperan vital sebagai sarana distribusi hasil perkebunan, terutama teh. Cikajang dikenal sebagai penghasil teh utama di Garut. Lima kebun teh peninggalan Belanda berdiri di Giriwas, Cisaruni, Papandayan, Darajat, dan tentu saja Cikajang sendiri.

Jalur Cibatu–Garut–Cikajang merupakan cabang dari Stasiun Batu yang mengarah ke Cikajang melalui pusat kota Garut. Bagian Cibatu–Garut telah direaktivasi dan beroperasi kembali sejak 22 Maret 2022. PT KAI membangunnya ulang selama dua tahun, sejak 2019. Awalnya dibuka tahun 1889 dan berhenti melayani perjalanan pada 1983.

Aktivasi kembali jalur ini diyakini akan memantik geliat ekonomi dan pariwisata Garut. Potensi daerah Priangan yang terpendam bisa dibangkitkan kembali melalui konektivitas transportasi ini.

Jalur Banjar–Cijulang menyimpan lanskap menawan dan struktur infrastruktur bersejarah: Terowongan Phillip (283 m), Hendrik (105 m), Cikacepit (340 m), Juliana (127,4 m), hingga Wilhelmina (1.116 m). Juga terdapat jembatan ikonik seperti Cipambokongan (284,8 m) dan Cikabayutan (164 m). Jalur ini melewati Stasiun Banjar, Banjarsari, Padaherang, Kalipucang, Pangandaran, hingga Cijulang.

Potensi wisatanya luar biasa. Pangandaran telah dikenal sebagai destinasi unggulan Jawa Barat, memikat wisatawan domestik dan mancanegara.

Menghidupkan kembali jalur rel tak cukup dengan retorika. Diperlukan tekad politik, kepastian anggaran, serta sinergi lintas sektor. APBD provinsi tak mampu menanggung sendiri beban ini, mengingat prioritas pembangunan jalan di pelosok masih mendesak.

Mengandalkan sektor swasta pun bukan solusi mudah. Investasi rel terlalu mahal. Selain prasarana, operator juga harus menyediakan sarana transportasinya. Berbeda dengan jalan tol, yang cukup dibangun prasarana dan bisa langsung digunakan.

Masih banyak ruas jalan di pedalaman Jawa Barat yang tak bisa dilalui kendaraan karena berlumpur saat hujan. Kondisinya hanya berupa jalan tanah. Maka, mengalihkan fokus ke reaktivasi rel tanpa menyelesaikan akses jalan darat akan memunculkan ketimpangan pembangunan.

Di sisi lain, pemerintah pusat melalui Kementerian Perhubungan justru memangkas lebih dari 50 persen anggaran. Dalam situasi ini, apakah reaktivasi jaringan rel di Jawa Barat masih mungkin diwujudkan?

Membangun rel yang telah lama mati bukan sekadar urusan fisik. Banyak lintasan dan stasiun kini telah berubah fungsi menjadi permukiman warga. Reaktivasi harus melibatkan Kementerian PUPR untuk menyediakan hunian layak bagi masyarakat yang terdampak. Lokasi relokasi pun harus mempertimbangkan jarak tempuh ke pusat aktivitas ekonomi.

Tanpa jaminan kemudahan mobilitas, reaktivasi akan menimbulkan masalah sosial baru. Fasilitas transportasi publik harus tersedia untuk menjamin konektivitas warga yang direlokasi.

Harapannya, langkah revitalisasi ini tidak berhenti pada wacana semata. Jika serius, Jawa Barat dapat menghidupkan kembali denyut sejarah yang terlupakan dan membuka cakrawala baru dalam perekonomian daerah.

Tags: Gubernur Jawa Barat

Firman Marlon

Next Post
KH Nasaruddin Umar sebagai Menteri Agama

Menag Usul Tambahan Bab Pelestarian Perkawinan dalam Revisi UU, Soroti Ancaman Ketahanan Keluarga

Recommended.

KabarIndonesia.ID

Logo Burung Biru Twitter Bakal Diganti dengan “X”

30 Desember 2023
KabarIndonesia.ID

2023 Indonesia Bakal Hentikan Ekspor Tembaga Mentah

30 Desember 2023

Subscribe.

Trending.

Google DeepMind Gandeng A24 Kembangkan AI untuk Produksi Film

Google DeepMind Gandeng A24 Kembangkan AI untuk Produksi Film

25 Juni 2026
DPR Usul AI Bantu Diagnosis di Daerah, Ini Tanggapan Menkes

DPR Usul AI Bantu Diagnosis di Daerah, Ini Tanggapan Menkes

25 Juni 2026
Mulai 1 Juli 2026, Komisi Gojek dan Grab untuk Ojol Resmi Jadi 8 Persen

Mulai 1 Juli 2026, Komisi Gojek dan Grab untuk Ojol Resmi Jadi 8 Persen

24 Juni 2026
AI Premium Tak Lagi Mahal, Kabuzen AI Sasar Pelajar dan Mahasiswa

AI Premium Tak Lagi Mahal, Kabuzen AI Sasar Pelajar dan Mahasiswa

30 Juni 2026
Tips Aman Menggunakan Memory ChatGPT untuk Kerja Digital

Benarkah ChatGPT Semakin “Mengenal” Kamu? Begini Cara Kerja Memory, Chat History, dan Privasi Data

24 Juni 2026
Kabar Indonesia

Aktual, akurat, berbasis data mengabarkan Indonesia.

Pengelola

PT. Kabar Grup Indonesia

Alamat Redaksi:
Office Park OL3.12A, The Bellagio Mall Jl. Kawasan Mega Kuningan Kav.E.4.3, Setiabudi, Jakarta Selatan
Email: info@kabarindonesia.id

Rubrik

  • Kecerdasan Artifisial
  • Nasional
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Politik & Pemilu
  • Olahraga
  • Cek Fakta

Jaringan Media

  • Kabar Makassar
  • Kabar Jawa
  • Kabar Sunda
  • Kabar Pekanbaru
  • Kabar Kalimantan
  • Rujukan Desa
  • Serambi Muslim

Media Sosial

Follow Us

  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Kode Etik dan Pedoman Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi

© 2026 Kabar Indonesia - Managed by Kabar Grup Indonesia.

No Result
View All Result
  • Home
  • Review
  • Photography
  • Security

© 2026 Kabar Indonesia - Managed by Kabar Grup Indonesia.

Not enough quota to unlock this post
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?
Exit mobile version