News  

Waspada, Sadar dan Kenali Penyakit Akibat Kerja!

KabarIndonesia.ID

KabarIndonesia.id — Penyakit akibat kerja adalah gangguan kesehatan yang dialami oleh seorang pekerja akibat rutinitas atau paparan zat tertentu di tempat kerja.

Dilansir dari instagram @kemnaker, berikut jenis penyakit akibat kerja dan gejalanya:

1. Dermatitis Kontak
Dermatitis kontak dapat terjadi pada rakernaker yang sering bersentuhan dengan zat kimia, pestisida, bahan pengawet, nikel, parfum, pewarna rambut, hingga perhiasan yang dapat mengiritasi kulit atau menimbulkan reaksi alergi.

Dermatitis kontak ditandai dengan munculnya ruam merah yang gatal, kering, dan bersisik. Kulit juga bisa mengeras, pecah-pecah dan terasa nyeri ketika disentuh. 

Kendati demikian, penyakit ini dapat dicegah dengan menggunakan alat pelindung saat bekerja, misalnya sarung tangan karet.

2. Penyakit Paru Kronis 
Penyakit ini rentan menjangkiti pekerja yang bekerja di pertambangan batubara, pabrik tekstil, pabrik bahan bangunan, bengkel, atau pengelas.

Salah satu jenis penyakit paru kronis yakni asbestosis, dintandai dengan gejala berupa batuk kronis, sesak napas, atau nyeri dada.

Berbeda dengan penyakit asma, penderita akan tetap mengalami keluhan penyakit paru kronis meski tidak lagi terpapar pemicu. Ini karena kerusakan paru-paru yang ditimbulkan sudah menetap, sehingga gejalanya akan terus menerus ada. Oleh karena itu, penderita harus secara rutin memeriksakan diri ke dokter atau mendapatkan penanganan jangka panjang.

3. Asma 
Pekerja yang sering terpapar asap kimia, gas, dan debu rentan mengidap penyakit ini. Keluhan biasanya semakin cepat timbul jika pekerja tidak memakai alat pelindung berupa masker wajah.

Asma yang dipicu oleh pekerjaan memiliki gejala seperti sesak napas dan batuk. Rakernaker yang beresiko mengalami asma adalah pekerja di pabrik tekstil, penata rambut, tukang kayu, dan tukang las.

4. Carpal Tunnel Syndrome (CTS)
CTS rentan diidap oleh pekerja yang sering menggunakan tangan untuk gerakan yang sama dan berulang-ulang. Seperti pekerja kantoran yang sering mengetik, pengemas barang, pekerja bangunan, dan penjahit.

CTS ditandai dengan gejala berupa kesemutan, mati rasa, atau kelemahan pada tangan. Keluhan ini bisa diredakan dengan mengistirahatkan tangan sejenak saat bekerja, mengompres tangan dengan es dan mengonsumsi obat pereda nyeri.

Setiap pekerjaan memang memiliki resiko kesehatan masing-masing. Namun kondisi tersebut dapat dicegah dengan menggunakan alat pelindung diri sesuai standar yang telah ditetapkan serta dibarengi istirahat yang cukup.

Tak hanya itu, untuk melakukan pencegahan dan pendeteksian dini penyakit akibat kerja, sebaiknya lakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin ke dokter.