• Kabar Jawa
  • Kabar Kalimantan
  • Kabar Makassar
  • Kabar Pekanbaru
  • Kabar Sumatera
  • Kabar Sunda
KabarIndonesia.id
  • Home
  • AI
    • Bisnis dan Ekosistem
    • Edukasi dan Masa Depan
    • Regulasi dan Etika
    • Industri dan Terapan
    • Inovasi dan Tren
  • Nasional
  • Daerah
    • Jawa Bali
    • Sumatera
    • Kalimantan
    • Sulawesi
    • Nusa Tenggara
    • Papua
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Keuangan
    • Pajak
    • Syariah
  • Politik
  • Gaya Hidup
    • Fashion
    • Film dan Musik
    • Otomotif
    • Teknologi
  • Lainnya
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Cek Fakta
    • Video
    • Indeks
No Result
View All Result
Kabar Indonesia
No Result
View All Result
  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Kode Etik dan Pedoman Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi

Walhi: Debat Perdana Pilgub Sulsel 2024 Minim Agenda Penyelamatan Lingkungan

by Firman Marlon
2 November 2024
Home Daerah
Share ke FBShare ke XShare di WA

KabarIndonesia.id — Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Sulawesi Selatan menyatakan kekecewaannya terhadap debat calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Selatan yang digelar oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulsel pada Senin (28/10/2024).

Menurut WALHI, debat tersebut minim pembahasan terkait agenda penyelamatan lingkungan hidup yang seharusnya menjadi perhatian utama dalam pembangunan di Sulsel.

Kepala Divisi Hukum dan Politik Hijau WALHI Sulsel, Arfiandi Anas, menyoroti bahwa visi dan misi kedua kandidat gubernur tidak menempatkan lingkungan hidup sebagai prioritas.

“Pasangan nomor urut 1 memang menyebutkan aspek ekologi dalam visi misinya, tetapi tidak dijelaskan secara rinci dalam bentuk misi atau langkah-langkah konkret. Sementara itu, pasangan nomor urut 2 sama sekali tidak menyentuh soal lingkungan hidup dalam visi misinya,” ungkap Arfiandi pada Selasa (29/10/2024).

Salah satu isu yang disorot WALHI adalah kurangnya pembahasan mengenai dampak aktivitas industri ekstraktif di Sulawesi Selatan. Arfiandi menyatakan bahwa masalah kemiskinan di beberapa wilayah seperti Luwu Utara dan Luwu Timur justru diperburuk oleh kehadiran perusahaan tambang dan perkebunan skala besar.

“Kedua kandidat sepertinya mengabaikan realitas di lapangan, di mana aktivitas industri ini tidak menyerap tenaga kerja lokal secara signifikan dan malah menyebabkan perampasan lahan serta degradasi lingkungan,” tambahnya.

Arfiandi mencontohkan bahwa dua dari empat kabupaten di wilayah Luwu Raya, yakni Kabupaten Luwu dan Luwu Utara, masuk dalam daftar lima kabupaten termiskin di Sulsel berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) 2024.

Menurut WALHI, ketidakmampuan pemerintah daerah dan dunia usaha untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar adalah bukti bahwa pembangunan yang tidak berwawasan lingkungan justru memperburuk kondisi sosial-ekonomi masyarakat.

Selain masalah kemiskinan akibat industri, WALHI juga mengkritik kedua pasangan calon gubernur karena tidak menyinggung masalah pesisir dan pulau-pulau kecil dalam debat.

Sulawesi Selatan memiliki ribuan pulau-pulau kecil dan garis pantai terpanjang di Indonesia, namun wilayah ini kurang mendapat perhatian dari para calon.

“Nasib nelayan dan perempuan di wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil seperti di Makassar dan Takalar semakin terpinggirkan karena minimnya layanan pemerintah dan maraknya proyek reklamasi serta penambangan pasir laut,” kata Arfiandi.

Ia menambahkan bahwa proyek-proyek tersebut telah merusak ekosistem laut dan mengganggu akses nelayan terhadap sumber daya ekonomi mereka. Hal ini berdampak langsung pada kehidupan masyarakat pesisir, terutama perempuan yang harus menghadapi beban ganda akibat penurunan pendapatan dan semakin sulitnya akses air bersih.

Dalam debat yang juga membahas isu perempuan dan perubahan iklim, WALHI menilai kedua pasangan calon tidak menawarkan solusi yang relevan bagi masyarakat pesisir dan pulau-pulau kecil yang terkena dampak krisis iklim.

“Para nelayan kini menghadapi cuaca yang tidak menentu, yang membuat mereka sulit melaut, sementara perempuan harus mencari penghasilan tambahan untuk menopang ekonomi keluarga. Namun, tidak ada langkah konkret yang diusulkan oleh para calon untuk mengatasi masalah ini,” ujar Arfiandi.

Terkait pengelolaan sampah, Arfiandi mengkritik usulan kedua pasangan calon yang mengandalkan teknologi pembakaran sampah seperti Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) dan Refuse-Derived Fuel (RDF).

Menurut WALHI, solusi ini justru dapat menimbulkan masalah baru berupa polusi udara dan pencemaran lingkungan. Ia mencontohkan proyek PLTSa Putri Cempo di Surakarta yang telah menimbulkan bau tak sedap dan mencemari lingkungan sekitar.

Melihat jalannya debat perdana tersebut, WALHI menyimpulkan bahwa kedua pasangan calon gubernur dan wakil gubernur belum menunjukkan komitmen yang memadai terhadap agenda penyelamatan lingkungan di Sulsel.

“Kualitas lingkungan hidup yang baik dan sehat adalah syarat dasar untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat. Tanpa lingkungan yang lestari, kesejahteraan tidak akan tercapai. Sayangnya, hal ini tidak menjadi fokus utama dalam debat kemarin,” tegas Arfiandi.

WALHI berharap dalam debat-debat selanjutnya, para calon gubernur dapat lebih memperhatikan isu-isu lingkungan, termasuk upaya perlindungan dan pelestarian sumber daya alam, yang menurutnya sangat krusial bagi masa depan Sulawesi Selatan. (Sumber: kabarmakassar.com)

Tags: AgendaDebat PerdanaLingkungan HidupMakassarPenyelamatanPilgub Sulselsulawesi selatanWALHI SULSEL

Firman Marlon

Next Post
Mahasiswi di Makassar Ditemukan Gantung Diri di Kamarnya

Mahasiswi di Makassar Ditemukan Gantung Diri di Kamarnya

Recommended.

KabarIndonesia.ID

Cabang Panahan Wakil Indonesia, Tertahan di 32 Besar

30 Desember 2023
KabarIndonesia.ID

Gelar Pertemuan Bisnis, Jokowi Tekankan Komitmen Indonesia Jaga Investasi

30 Desember 2023

Subscribe.

Trending.

Inilah Daftar Lengkap 13 Komisi DPR RI Dengan Mitra Kerjanya

Inilah Daftar Lengkap 13 Komisi DPR RI Dengan Mitra Kerjanya

23 Oktober 2024
Kandaure Toraja: Manik-Manik yang Mengikat Makna dan Tradisi

Kandaure Toraja: Manik-Manik yang Mengikat Makna dan Tradisi

13 Desember 2024
Ibu Rumah Tangga di Bekasi Bisa Punya Penghasilan, Caranya Bikin Onigiri dan Sushi yang Viral

Sandiaga Uno Dorong UMKM Bekasi Lewat Pelatihan Onigiri dan Sushi

9 November 2025
KabarIndonesia.ID

Harga Emas Akhir Bulan di Angka Rp1.029.000 Per Gram

30 Desember 2023
PBB Rilis Laporan Ilmiah AI Pertama, Peringatkan Regulasi Tertinggal dan Ancaman Teknologi Makin Nyata

PBB Rilis Laporan Ilmiah AI Pertama, Peringatkan Regulasi Tertinggal dan Ancaman Teknologi Makin Nyata

3 Juli 2026
Kabar Indonesia

Aktual, akurat, berbasis data mengabarkan Indonesia.

Pengelola

PT. Kabar Grup Indonesia

Alamat Redaksi:
Office Park OL3.12A, The Bellagio Mall Jl. Kawasan Mega Kuningan Kav.E.4.3, Setiabudi, Jakarta Selatan
Email: info@kabarindonesia.id

Rubrik

  • AI
  • Nasional
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Politik & Pemilu
  • Olahraga
  • Cek Fakta

Jaringan Media

  • Kabar Jawa
  • Kabar Kalimantan
  • Kabar Pekanbaru
  • Kabar Makassar
  • Kabar Sumatera
  • Kabar Sunda
  • Rujukan Desa
  • Serambi Muslim

Media Sosial

Follow Us

  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Kode Etik dan Pedoman Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi

© 2026 Kabar Indonesia - Managed by Kabar Grup Indonesia.

No Result
View All Result
  • Home
  • AI
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik & Pemilu
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Cek Fakta
  • Video
  • Indeks

© 2026 Kabar Indonesia - Managed by Kabar Grup Indonesia.

Not enough quota to unlock this post
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?
Go to mobile version