• Kabar Makassar
  • Kabar Jawa
  • Kabar Sunda
  • Kabar Pekanbaru
  • Kabar Kalimantan
  • Serambi Muslim
KabarIndonesia.id
  • Home
  • AI
    • Bisnis dan Ekosistem
    • Edukasi dan Masa Depan
    • Industri dan Terapan
  • Nasional
  • Daerah
    • Jawa Bali
    • Sumatera
    • Kalimantan
    • Sulawesi
    • Nusa Tenggara
    • Papua
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Keuangan
    • Pajak
    • Syariah
  • Politik
  • Gaya Hidup
    • Fasion
    • Film dan Musik
    • Otomotif
    • Teknologi
  • Lainnya
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Cek Fakta
    • Video
    • Indeks
No Result
View All Result
Kabar Indonesia
No Result
View All Result
  • Home
  • RUBRIK
  • TENTANG KAMI

Raffi Ahmad Dorong Generasi Muda Masuk Dunia Pertanian

by Firman Marlon
18 November 2024
Home Berita Pilihan
Share ke FBShare ke XShare di WA

KabarIndonesia.id — Kementerian Pertanian (Kementan) menggandeng figur publik terkenal, Raffi Ahmad, yang kini menjabat sebagai Utusan Khusus Presiden, untuk mendorong regenerasi petani di Indonesia. Kerja sama ini diharapkan bisa menginspirasi generasi muda, khususnya milenial dan Gen Z, untuk melihat sektor pertanian sebagai pilihan karier yang menjanjikan, sekaligus penting untuk ketahanan pangan nasional.

Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono, mengungkapkan bahwa dengan pengaruh besar Raffi Ahmad di kalangan anak muda, ia diharapkan dapat mengubah pandangan negatif yang selama ini melekat pada dunia pertanian. “Raffi memiliki kemampuan untuk mempengaruhi minat anak muda melalui konten-konten inspiratif di media sosial. Kami berharap ini bisa membuat pertanian menjadi lebih menarik dan relevan di mata mereka,” ujar Sudaryono.

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), rata-rata usia petani Indonesia kini berada di atas 45 tahun, dengan sekitar 71% petani berusia di atas 45 tahun. Hanya 29% petani yang berusia di bawah 45 tahun, menandakan adanya kesenjangan usia yang cukup besar. Hal ini tentu menjadi tantangan serius untuk menjaga keberlanjutan sektor pertanian di masa depan. Survei dari Jakpat juga menunjukkan bahwa hanya 6 dari 100 anak muda Gen Z yang tertarik bekerja di sektor ini.

Menyadari tantangan ini, Sudaryono berharap Raffi dapat membantu memperkenalkan pertanian sebagai sektor yang modern dan menguntungkan. Ia juga menambahkan bahwa Kementan bersama Raffi akan merancang program konkret, seperti peningkatan ekspor komoditas pertanian dan hilirisasi produk untuk membuka lebih banyak peluang karier bagi generasi muda.

Mengubah Persepsi Negatif dan Meningkatkan Daya Saing

Salah satu tantangan terbesar adalah persepsi negatif yang dimiliki sebagian besar anak muda tentang pertanian. Berdasarkan survei, alasan utama mereka enggan terjun ke sektor ini adalah kurangnya prospek karier (36,3%), risiko kerja yang tinggi (33,3%), dan pendapatan yang dianggap rendah (20%). Untuk itu, Sudaryono menilai pentingnya merancang peta jalan untuk memodernisasi sektor pertanian, menjadikannya lebih menarik dan berkelanjutan.

Selain itu, Sudaryono juga menyoroti kisah sukses petani milenial di Indonesia yang telah meraih keberhasilan besar, yang akan dijadikan bagian dari kampanye untuk menunjukkan bahwa pertanian dapat menjadi pilihan karier yang menguntungkan dan prestisius. “Dengan teknologi dan inovasi, pertanian bisa menjadi sektor yang sangat menjanjikan, bahkan bagi generasi digital,” tambahnya.

Belajar dari Keberhasilan China dalam Regenerasi Petani

China menjadi contoh sukses dalam menggaet generasi muda ke sektor pertanian melalui dukungan pemerintah, yang menyediakan subsidi, teknologi modern, dan jaminan pasar. Sudaryono percaya bahwa Indonesia dapat menerapkan pendekatan serupa dengan fokus pada akses permodalan, pengembangan kapasitas, dan jaringan pasar yang stabil.

Teknologi sebagai Kunci Masa Depan Pertanian

Sudaryono juga menekankan bahwa regenerasi petani tidak hanya soal menarik minat, tetapi juga meningkatkan daya saing melalui teknologi. Penggunaan teknologi modern seperti Internet of Things (IoT), drone untuk pemetaan lahan, serta aplikasi berbasis kecerdasan buatan (AI) untuk prediksi cuaca dan pengelolaan hama dapat meningkatkan hasil tani secara signifikan. “Dengan teknologi, kami yakin sektor pertanian akan semakin menarik bagi generasi muda dan berkontribusi besar terhadap ketahanan pangan Indonesia,” jelas Sudaryono.

Kolaborasi untuk Masa Depan Pertanian Indonesia

Selain kerja sama dengan Raffi Ahmad, Kementan juga akan mendorong kolaborasi dengan perguruan tinggi dan lembaga pelatihan untuk membekali para calon petani muda dengan keterampilan dan pengetahuan terkini. “Ini bukan hanya langkah seremonial, tetapi sebuah gerakan yang diharapkan membawa dampak jangka panjang bagi ketahanan pangan Indonesia,” tegas Sudaryono.

Dengan gerakan ini, Kementan berharap dapat melahirkan petani muda yang tidak hanya terampil di bidang pertanian, tetapi juga mampu memanfaatkan teknologi dan inovasi untuk membawa sektor ini ke arah yang lebih maju. Regenerasi petani muda menjadi kunci penting dalam menjaga stabilitas pangan Indonesia, terutama di tengah tantangan ketahanan pangan global yang semakin kompleks.

(Sumber: rujukandesa.com)

Tags: Dorong Generasi Muda Masuk Dunia PertanianKementerian PertanianRaffi Ahmad

Firman Marlon

Next Post
Misteri Kematian Jessica Sollu: Autopsi dan Penyidikan yang Terus Bergulir

Misteri Kematian Jessica Sollu: Autopsi dan Penyidikan yang Terus Bergulir

Recommended.

KabarIndonesia.ID

KOPEL: DPRD DKI Jakarta Jangan Abaikan Aspirasi Masyarakat Terkait Event Formula E

30 Desember 2023
Uji Coba 1 Juli, Bikin SIM Harus Punya BPJS Kesehatan

Uji Coba 1 Juli, Bikin SIM Harus Punya BPJS Kesehatan

4 Juni 2024

Subscribe.

Trending.

Mulai 1 Juli 2026, Komisi Gojek dan Grab untuk Ojol Resmi Jadi 8 Persen

Mulai 1 Juli 2026, Komisi Gojek dan Grab untuk Ojol Resmi Jadi 8 Persen

24 Juni 2026
Google DeepMind Gandeng A24 Kembangkan AI untuk Produksi Film

Google DeepMind Gandeng A24 Kembangkan AI untuk Produksi Film

25 Juni 2026
DPR Usul AI Bantu Diagnosis di Daerah, Ini Tanggapan Menkes

DPR Usul AI Bantu Diagnosis di Daerah, Ini Tanggapan Menkes

25 Juni 2026
Tips Aman Menggunakan Memory ChatGPT untuk Kerja Digital

Benarkah ChatGPT Semakin “Mengenal” Kamu? Begini Cara Kerja Memory, Chat History, dan Privasi Data

24 Juni 2026
AI Tak Bisa Gantikan Ulama dan Tradisi Talaqqi, Ini Penjelasan Kemenag

AI Tak Bisa Gantikan Ulama dan Tradisi Talaqqi, Ini Penjelasan Kemenag

26 Juni 2026
Kabar Indonesia

Aktual, akurat, berbasis data mengabarkan Indonesia.

Media digital berteknologi AI di Indonesia yang andal dan akurat memberitakan informasi seputar AI untuk membangun ekosistem AI yang sehat.

Follow Us

Rubrik

  • Kecerdasan Artifisial
  • Nasional
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Politik & Pemilu
  • Olahraga
  • Cek Fakta

Jaringan

  • Kabar Makassar
  • Kabar Jawa
  • Kabar Sunda
  • Kabar Pekanbaru
  • Kabar Kalimantan
  • Rujukan Desa
  • Serambi Muslim

Manajemen

PT. Kabar Grup Indonesia

Alamat Redaksi:
Office Park OL3.12A, The Bellagio Mall Jl. Kawasan Mega Kuningan Kav.E.4.3, Mega Kuningan, Kelurahan Kuningan Timur, Kecamatan Setiabudi, Wilayah Jakarta Selatan

Email: info@kabarindonesia.id

  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Kebijakan Privasi

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Home
  • Review
  • Apple
  • Applications
  • Computers
  • Gaming
  • Gear
    • Audio
    • Camera
    • Smartphone
  • Microsoft
  • Photography
  • Security

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Not enough quota to unlock this post
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?
Go to mobile version