• Kabar Makassar
  • Kabar Jawa
  • Kabar Sunda
  • Kabar Pekanbaru
  • Kabar Kalimantan
  • Serambi Muslim
KabarIndonesia.id
  • Home
  • AI
    • Bisnis dan Ekosistem
    • Edukasi dan Masa Depan
    • Regulasi dan Etika
    • Industri dan Terapan
    • Inovasi dan Tren
  • Nasional
  • Daerah
    • Jawa Bali
    • Sumatera
    • Kalimantan
    • Sulawesi
    • Nusa Tenggara
    • Papua
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Keuangan
    • Pajak
    • Syariah
  • Politik
  • Gaya Hidup
    • Fasion
    • Film dan Musik
    • Otomotif
    • Teknologi
  • Lainnya
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Cek Fakta
    • Video
    • Indeks
No Result
View All Result
Kabar Indonesia
No Result
View All Result
  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Kode Etik dan Pedoman Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi

Pengungsi Dunia Kian Meningkat, UNCHR Serukan Aksi Kolektif

by Herlin Saddid
30 Desember 2023
Home News
Share ke FBShare ke XShare di WA

KabarIndonesia.id — Konflik yang meluas di Ukraina, bersama dengan konflik di berbagai tempat dan ketidakstabilan akibat perubahan iklim, telah menyebabkan jumlah orang yang terpaksa meninggalkan rumah mereka meningkat secara signifikan tahun 2022 lalu.

Komisioner Tinggi PBB untuk Pengungsi (UNCHR) dalam laporannya "Global Trends in Forced Displacement 2022" membeberkan, pada akhir tahun 2022, jumlah orang yang terpaksa mengungsi akibat perang, penganiayaan, kekerasan, dan pelanggaran hak asasi manusia mencapai rekor sebesar 108,4 juta, meningkat sebanyak 19,1 juta dibandingkan tahun sebelumnya. 

Peningkatan tersebut merupakan yang terbesar yang pernah tercatat. Tingkat perpindahan paksa global terus meningkat tanpa menunjukkan tanda-tanda perlambatan pada tahun 2023.

Eskalasi konflik di Sudan telah memicu gelombang pengungsi baru, yang mendorong jumlah keseluruhan secara global mencapai sekitar 110 juta orang pada bulan Mei.

Komisaris Tinggi PBB untuk Pengungsi,  Filippo Grandi melalui keterangan tertulisnya yang diterima mengungkapkan, kondisi ini menunjukkan orang-orang di dunia mudah terjebak dalam sebuah konflik namun sulit menemukan solusi dari konflik tersebut.

"Angka-angka ini mengingatkan kita bahwa beberapa orang terlalu cepat terjebak dalam konflik, sementara penemuan solusi terjadi terlalu lambat. Akibatnya, terjadi kehancuran, perpindahan paksa, dan penderitaan bagi jutaan orang yang terpaksa meninggalkan rumah mereka," ungkapnya, dikutip dari pernyataan resmi yang diterima, Rabu (21/06).

Dari total jumlah tersebut, sebanyak 35,3 juta orang adalah pengungsi, yaitu mereka yang melintasi perbatasan internasional untuk mencari perlindungan. Sedangkan mayoritas yang lebih besar, yaitu 58 persen atau sekitar 62,5 juta orang, mengalami pengungsian di dalam negara asal mereka akibat konflik dan kekerasan.

Perang di Ukraina menjadi faktor utama dalam perpindahan pada tahun 2022. Jumlah pengungsi dari Ukraina melonjak dari 27.300 pada akhir tahun 2021 menjadi 5,7 juta pada akhir tahun 2022 ini merupakan arus keluar pengungsi tercepat sejak Perang Dunia II.

Perkiraan jumlah pengungsi dari Afghanistan juga mengalami peningkatan tajam pada akhir tahun 2022, terkait dengan revisi data mengenai jumlah orang Afghanistan yang tinggal di Iran, banyak di antaranya telah tiba pada tahun-tahun sebelumnya. 

Selain itu, laporan ini juga mencerminkan peningkatan angka pengungsi Venezuela yang dikategorikan sebagai "Orang lain yang membutuhkan perlindungan internasional" di Kolombia dan Peru berdasarkan laporan dari kedua negara tersebut.

Angka-angka tersebut juga menegaskan bahwa sebagian besar pengungsi ditampung oleh negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah, bukan oleh negara-negara kaya, baik dari segi ekonomi maupun rasio populasi. Meskipun 46 negara terbelakang hanya menyumbang kurang dari 1,3 persen dari produk domestik bruto global, negara-negara tersebut menampung lebih dari 20 persen dari total jumlah pengungsi di dunia.

Pada tahun 2023, pendanaan untuk situasi pengungsian dan pendanaan untuk mendukung kebutuhan negara penampung masih sangat terbatas, meskipun kebutuhan semakin meningkat. 

"Orang-orang di seluruh dunia terus menunjukkan keramahan yang luar biasa terhadap para pengungsi dengan memberikan perlindungan dan bantuan kepada mereka yang membutuhkan," tambah Grandi. 

"Namun, dibutuhkan lebih banyak dukungan internasional dan pembagian tanggung jawab yang adil, terutama bagi negara-negara yang menampung sebagian besar pengungsi," sambungnya.

“Di atas segalanya, lebih banyak langkah yang harus diambil untuk mengakhiri konflik dan menghilangkan hambatan sehingga para pengungsi memiliki pilihan yang layak untuk kembali ke rumah secara sukarela, aman, dan dengan bermartabat," lanjutnya.

Sementara jumlah total pengungsi terus meningkat, laporan Global Trends juga menunjukkan bahwa mereka yang terpaksa melarikan diri tidak harus terjebak dalam pengasingan, tetapi dapat kembali ke rumah mereka secara sukarela dan aman.

Pada tahun 2022, lebih dari 339.000 pengungsi kembali ke 38 negara, meskipun jumlah ini lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya. Terjadi pemulangan sukarela yang signifikan ke Sudan Selatan, Suriah, Kamerun, dan Pantai Gading. 

Selain itu, 5,7 juta pengungsi internal juga pulang pada tahun 2022, terutama di Ethiopia, Myanmar, Suriah, Mozambik, dan Republik Demokratik Kongo.

Pada akhir tahun 2022, diperkirakan ada sekitar 4,4 juta orang di seluruh dunia yang tidak memiliki kewarganegaraan atau status kewarganegaraan yang belum ditentukan, ini adalah peningkatan sebesar 2 persen dibandingkan akhir tahun 2021.

Untuk diketahui, Laporan Global Trends diluncurkan enam bulan sebelum Forum Pengungsi Global kedua, sebuah pertemuan besar di Jenewa yang menyatukan berbagai aktor untuk menemukan solusi baru dan menanamkan solidaritas dengan orang-orang yang terpaksa melarikan diri dan masyarakat penampungnya.

Herlin Saddid

Next Post
KabarIndonesia.ID

Kaukus TI Gelar FGD, Cari Pemimpin Dari Timur Indonesia

Recommended.

KabarIndonesia.ID

Fasilitas Literasi Dimanfaatkan untuk Dorong Minat Baca

30 Desember 2023
KabarIndonesia.ID

Sejarah Peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia Setiap 9 Desember

30 Desember 2023

Subscribe.

Trending.

PBB Rilis Laporan Ilmiah AI Pertama, Peringatkan Regulasi Tertinggal dan Ancaman Teknologi Makin Nyata

PBB Rilis Laporan Ilmiah AI Pertama, Peringatkan Regulasi Tertinggal dan Ancaman Teknologi Makin Nyata

3 Juli 2026
AI Premium Tak Lagi Mahal, Kabuzen AI Sasar Pelajar dan Mahasiswa

AI Premium Tak Lagi Mahal, Kabuzen AI Sasar Pelajar dan Mahasiswa

30 Juni 2026
DPR Usul AI Bantu Diagnosis di Daerah, Ini Tanggapan Menkes

DPR Usul AI Bantu Diagnosis di Daerah, Ini Tanggapan Menkes

25 Juni 2026
Google DeepMind Gandeng A24 Kembangkan AI untuk Produksi Film

Google DeepMind Gandeng A24 Kembangkan AI untuk Produksi Film

25 Juni 2026
Prabowo Samakan Risiko AI dengan Nuklir, Sebut Bisa Mengancam Peradaban

Prabowo Soroti Fenomena Agen AI, Siapkan Penguatan SDM dan Riset Indonesia

30 Juni 2026
Kabar Indonesia

Aktual, akurat, berbasis data mengabarkan Indonesia.

Pengelola

PT. Kabar Grup Indonesia

Alamat Redaksi:
Office Park OL3.12A, The Bellagio Mall Jl. Kawasan Mega Kuningan Kav.E.4.3, Setiabudi, Jakarta Selatan
Email: info@kabarindonesia.id

Rubrik

  • AI
  • Nasional
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Politik & Pemilu
  • Olahraga
  • Cek Fakta

Jaringan Media

  • Kabar Makassar
  • Kabar Jawa
  • Kabar Sunda
  • Kabar Pekanbaru
  • Kabar Kalimantan
  • Rujukan Desa
  • Serambi Muslim

Media Sosial

Follow Us

  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Kode Etik dan Pedoman Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi

© 2026 Kabar Indonesia - Managed by Kabar Grup Indonesia.

No Result
View All Result
  • Home
  • AI
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik & Pemilu
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Cek Fakta
  • Video
  • Indeks

© 2026 Kabar Indonesia - Managed by Kabar Grup Indonesia.

Not enough quota to unlock this post
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?
Go to mobile version