• Kabar Makassar
  • Kabar Jawa
  • Kabar Sunda
  • Kabar Pekanbaru
  • Kabar Kalimantan
  • Serambi Muslim
KabarIndonesia.id
  • Home
  • AI
    • Bisnis dan Ekosistem
    • Edukasi dan Masa Depan
    • Industri dan Terapan
  • Nasional
  • Daerah
    • Jawa Bali
    • Sumatera
    • Kalimantan
    • Sulawesi
    • Nusa Tenggara
    • Papua
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Keuangan
    • Pajak
    • Syariah
  • Politik
  • Gaya Hidup
    • Fasion
    • Film dan Musik
    • Otomotif
    • Teknologi
  • Lainnya
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Cek Fakta
    • Video
    • Indeks
No Result
View All Result
Kabar Indonesia
No Result
View All Result
  • Home
  • RUBRIK
  • TENTANG KAMI

Pelemahan KPK Semakin Memundurkan Demokrasi Indonesia

by Herlin Saddid
30 Desember 2023
Home News
Share ke FBShare ke XShare di WA

KabarIndonesia.id — Jakarta, 23 Mei 2021. Sejumlah kejadian di Indonesia menunjukan tanda-tanda menurunnya demokrasi. Iklim demokrasi yang dengan susah payah diraih, kini berada dalam titik terendah. Tanda kemunduran terbaru adalah pelemahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang mengemban agenda reformasi dan demokratisasi yaitu pemberantasan korupsi.

Demikian kesimpulan diskusi “Regresi Demokrasi dan Masa Depan Reformasi”, yang digelar mengenang 23 Tahun Reformasi, Minggu (23/5/2021). Acara ini adalah kerja sama Public Virtue Research Institute (PVRI), Indonesia Corruption Watch (ICW), Pusat Kajian Anti Korupsi (Pukat) Universitas Gajah Mada (UGM), Pusat Studi Hukum dan Kebijakan (PSHK) serta Sekolah Tinggi Hukum Indonesia (STHI) Jentera.

“Asumsi dan harapan akan tercapainya demokrasi yang terkonsolidasi mulai pudar. Lembaga-lembaga demokrasi baru diambil alih oleh kepentingan anti-demokrasi, sebagian di antaranya diinkubasi semasa Orde Baru, sebagian lain tumbuh di era Reformasi,” kata Ketua Dewan Pengurus Public Virtue Research Institute Usman Hamid.

Ia mengatakan, demokrasi yang diharapkan menguat malah mundur. Ini ditandai dengan enam tanda kemunduran dalam lima tahun terakhir. Pertama, menyusutnya kebebasan sipil. Kedua, menguatnya pemerintah pusat melalui UU Cipta Kerja. Ketiga, menurunnya akuntabilitas dan peran oposisi partai politik. Keempat, lemahnya supremasi hukum dan HAM. Kelima, penguasaan media oleh elit politik pebisnis yang membela kepentingan partisan. Keenam, polarisasi masyarakat sipil akibat perbedaan ideologis dan preferensi elektoral.

Ia mengatakan, ada berbagai sebab dibalik kemunduran demokrasi ini. Namun setidaknya menurut dia, ada dua hal yang nampak melatarbelakangi hal tersebut, yakni orientasi pembangunan ekonomi, proyek investasi, infrastruktur dan industri ekstraktif. “Semua dilakukan demi masuknya investasi tanpa hambatan,” kata Usman yang juga merupakan Direktur Amnesty International Indonesia. 

Pembicara lain, mantan Pimpinan KPK periode 2015-2019 Laode Syarief membenarkan terjadinya regresi demokrasi. Ia menambahkan penyebab utamanya adalah kuatnya budaya korupsi di dalam momen pemilihan umum. “Betul terjadi regresi demokrasi di Indonesia. Bagaimana tidak, setiap pemilihan pejabat publik selalu melibatkan uang haram,” kata Laode merujuk pada kasus penyuapan yang melibatkan pimpinan Mahkamah Konstitusi.

Direktur Eksekutif Kemintraan ini mengingatkan untuk tidak berharap yang muluk-muluk, apalagi sampai berharap akan lahirnya demokrasi yang berkualitas. “Jangan berharap demokrasi lahir dari pemilu yang jorok,” kata dia. “Diakui oleh Pak Menko, lebih dari 92 persen calon kepala daerah dibiayai cukong,” kata dia sambil merujuk statemen Menkopolhukam Mahfud MD.

Menurut dia, di dalam kondisi demikian justru dibutuhkan peran aktif KPK. “Di sinilah KPK sangat penting agar tidak ada impunitas bagi para pejabat tinggi, untuk menegakkan demokrasi melalui penegakan hukum yang tidak pandang bulu,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur PSHK Gita Putri Damayana menambahkan, upaya pelemahan KPK bukan hal baru di Indonesia karena telah terekam dalam sebelas tahun terakhir. “Pelemahan KPK bukan merupakan sesuatu yang baru, melainkan sudah pernah berlangsung sejak pertama tahun 2009, 2012, 2015, dan 2017, yang terjadi dari luar yang menimpa pegawai KPK,” kata dia. 

Gita menyebutkan upaya pelemahan KPK yang terbaru adalah Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) yang menyebabkan terdepaknya 75 pegawai KPK yang dikenal berintegritas tinggi. “75 pegawai KPK dengan rekam jejak dan integritas yang baik terjegal oleh TWK,” kata dia.

Tes tersebut dinilainya bermasalah dari dua sisi yakni secara formal, di mana tes tersebut tidak pernah menjadi syarat terkait alih fungsi pegawai KPK menjadi ASN dan dari sisi materiil, di mana materi tes tersebut tidak relevan dengan tujuan pemberantasan korupsi.

Sementara itu, aktivis ICW Lalola Easter Kaban memaparkan temuan ICW yang menunjukkan minimnya prestasi pimpinan KPK saat ini. Ia merujuk proses hukum perkara korupsi suap PDI-P dengan KPU yang menguap, rekomendasi KPK atas FABA batu bara yang dikeluarkan dari limbah B3, SP3 tersangka Sjamsul Nursalim dan Itjih Nursalim, hingga gagalnya KPK menggeledah dan menyita barang bukti perkara dugaan korupsi di Kalimantan Selatan.

Lola membeberkan data latar belakang profesi pelaku Korupsi KPK tahun 2020 yang didominasi kalangan swasta sebanyak 39 persen, disusul DPR dan ASN masing-masing 17.2 persen, kepala daerah 9,7 persen, BUMN 8,6 persen, dan penegak hukum 4,3 persen. “Memang saat ini di KPK banyak kasus swasta, dan berbeda dengan di kejaksaan di mana yang paling banyak adalah kasus ASN,” katanya.

Sementara itu, Ketua PUKAT UGM Pusat Totok Dwi Diantoro menyatakan, kondisi demokrasi saat ini sangat terancam. Ia mengatakan bahwa upaya pelemahan KPK melalui revisi UU dan yang lain, lahirnya UU Cipta Kerja, juga UU Minerba telah melemahkan demokrasi dan menunjukkan kuatnya peran kelompok oligarki di Indonesia. 

“Sebagai negara yang menjalankan transisi demokrasi, kita punya kebutuhan untuk mengonsolidasi demokrasi. Namun yang lebih kuat adalah oligarki. Oligarki ini lebih kuat dan lebih cepat melakukan konsolidasi, mulai dari pelemahan KPK, UU Cipta Kerja, Revisi UU Pertambangan, sentralisasi kekuasaan pusat kembali melalui UU Cipta Kerja yang disusun cepat. Itu menunjukkan kuatnya kepentingan yang bermain adalah memberikan perlindungan bagi oligarki,” kata dia.

Herlin Saddid

Next Post
KabarIndonesia.ID

Sebanyak 8 Juta Dosis Bahan Baku Vaksin Sinovac Tiba di Indonesia

Recommended.

Kapuspenkum Kejaksaan Agung, Anang Supriatna.

Kejagung Periksa Tiga Saksi dalam Kasus Dugaan Korupsi Digitalisasi Pendidikan

1 Oktober 2025
Ini Pidato Lengkap Prabowo Usai Dilantik Menjadi Presiden ke-8

Ini Pidato Lengkap Prabowo Usai Dilantik Menjadi Presiden ke-8

20 Oktober 2024

Subscribe.

Trending.

Google DeepMind Gandeng A24 Kembangkan AI untuk Produksi Film

Google DeepMind Gandeng A24 Kembangkan AI untuk Produksi Film

25 Juni 2026
DPR Usul AI Bantu Diagnosis di Daerah, Ini Tanggapan Menkes

DPR Usul AI Bantu Diagnosis di Daerah, Ini Tanggapan Menkes

25 Juni 2026
Mulai 1 Juli 2026, Komisi Gojek dan Grab untuk Ojol Resmi Jadi 8 Persen

Mulai 1 Juli 2026, Komisi Gojek dan Grab untuk Ojol Resmi Jadi 8 Persen

24 Juni 2026
AI Tak Bisa Gantikan Ulama dan Tradisi Talaqqi, Ini Penjelasan Kemenag

AI Tak Bisa Gantikan Ulama dan Tradisi Talaqqi, Ini Penjelasan Kemenag

26 Juni 2026
Tips Aman Menggunakan Memory ChatGPT untuk Kerja Digital

Benarkah ChatGPT Semakin “Mengenal” Kamu? Begini Cara Kerja Memory, Chat History, dan Privasi Data

24 Juni 2026
Kabar Indonesia

Aktual, akurat, berbasis data mengabarkan Indonesia.

Pengelola

PT. Kabar Grup Indonesia

Alamat Redaksi:
Office Park OL3.12A, The Bellagio Mall Jl. Kawasan Mega Kuningan Kav.E.4.3, Setiabudi, Jakarta Selatan
Email: info@kabarindonesia.id

Rubrik

  • Kecerdasan Artifisial
  • Nasional
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Politik & Pemilu
  • Olahraga
  • Cek Fakta

Jaringan Media

  • Kabar Makassar
  • Kabar Jawa
  • Kabar Sunda
  • Kabar Pekanbaru
  • Kabar Kalimantan
  • Rujukan Desa
  • Serambi Muslim

Media Sosial

Follow Us

  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Kode Etik dan Pedoman Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Home
  • Review
  • Photography
  • Security

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Not enough quota to unlock this post
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?
Exit mobile version