• Kabar Jawa
  • Kabar Kalimantan
  • Kabar Makassar
  • Kabar Pekanbaru
  • Kabar Sumatera
  • Kabar Sunda
KabarIndonesia.id
  • Home
  • AI
    • Bisnis dan Ekosistem
    • Edukasi dan Masa Depan
    • Regulasi dan Etika
    • Industri dan Terapan
    • Inovasi dan Tren
  • Nasional
  • Daerah
    • Jawa Bali
    • Sumatera
    • Kalimantan
    • Sulawesi
    • Nusa Tenggara
    • Papua
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Keuangan
    • Pajak
    • Syariah
  • Politik
  • Gaya Hidup
    • Fashion
    • Film dan Musik
    • Otomotif
    • Teknologi
  • Lainnya
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Cek Fakta
    • Video
    • Indeks
No Result
View All Result
Kabar Indonesia
No Result
View All Result
  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Kode Etik dan Pedoman Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi

Menjaga Rimbun Mangrove Kalimantan untuk Rumah Bekantan

by Firman Marlon
22 Januari 2025
Home News
Share ke FBShare ke XShare di WA

KabarIndonesia.id — Suasana sore di Desa Babulu Laut, Kecamatan Babulu, Kabupaten Penajam Paser Utara, terasa hening saat Fifi dan rombongannya menyusuri perairan asin menggunakan perahu motor. Sepuluh menit sejak keberangkatan dari permukiman penduduk, mereka tiba di kawasan yang dikelilingi pohon mangrove. Pemandangan ini menjadi pengingat akan pentingnya ekosistem mangrove di pesisir Kalimantan.

Fifi, seorang pengurus Yayasan Planet Urgensi Indonesia (YPUI), menunjuk pepohonan mangrove di sisi kiri yang berbatasan dengan Pulau Tanjung Tanah. Di balik vegetasi tersebut, terdapat tambak-tambak yang dikelola penduduk. “Pohon-pohon yang mati itu disiapkan lahannya untuk tambak,” jelasnya. Sejak lulus dari Universitas Gadjah Mada, Fifi aktif dalam restorasi dan rehabilitasi mangrove, yang kini menjadi salah satu fokus YPUI di wilayah Babulu Laut.

Mangrove di kawasan ini menghadapi tantangan besar. Data YPUI mencatat bahwa sejak 1995, pembukaan lahan untuk tambak telah berlangsung masif. Masyarakat yang mengandalkan tambak sebagai mata pencaharian mengubah hutan mangrove menjadi areal budidaya ikan dan udang. Akibatnya, intrusi air laut dan abrasi semakin meluas. “Kondisi ini menjadi dasar intervensi rehabilitasi mangrove oleh YPUI,” kata Fathurahmah, koordinator program YPUI di Kalimantan Timur. Kawasan tersebut juga berdekatan dengan Ibu Kota Nusantara (IKN), sekitar 80 kilometer.

Mangrove bukan sekadar pelindung dari abrasi. Ekosistem ini menjadi rumah bagi keanekaragaman hayati, termasuk Bekantan, primata berhidung panjang yang hanya ditemukan di Pulau Kalimantan. Spesies bernama latin Nasalis larvatus ini masuk dalam daftar satwa yang terancam punah (endangered) menurut IUCN. Sayangnya, degradasi habitat akibat konversi lahan mengisolasi populasi Bekantan di kawasan Babulu Laut.

Kamis sore, 9 Januari, Fifi dan rombongan mencoba mengamati keberadaan Bekantan di salah satu kantung habitat tersisa. Namun, pengamatan itu belum membuahkan hasil hingga mereka kembali ke kampung sebelum hari gelap.

Keesokan harinya, upaya dilanjutkan. Fathurahmah menjelaskan bahwa dua kantung habitat Bekantan di Babulu Laut kini terpisah belasan kilometer. “Jarak antar kantung cukup jauh, membuat populasi Bekantan terisolasi,” ungkapnya. Habitat yang tersisa hanya mencakup 70 hektare atau sekitar 20 persen dari hutan mangrove sebelumnya.

Tri Atmoko, peneliti primata dari BRIN, menegaskan bahwa kelangsungan hidup Bekantan sangat tergantung pada habitatnya. “Ancaman terbesar adalah kerusakan dan penurunan luas habitat,” ujarnya. Banyak habitat Bekantan berada di luar kawasan konservasi, sehingga rentan terhadap kerusakan.

Saat menyusuri hutan, tim akhirnya melihat Bekantan di alam liar. Seekor Bekantan dewasa tampak memanjat pohon, seolah mengawasi kelompoknya. Warna bulu kuning kecokelatan dan hidungnya yang besar menarik perhatian para pengamat. Aktivitas primata ini diamati selama 30 menit dari jarak 20 meter.

Kesadaran masyarakat Babulu Laut tentang pentingnya mangrove semakin tumbuh. Wasmin, seorang petani tambak, menanam mangrove di tambaknya yang seluas 4 hektare. “Awalnya karena gagal panen akibat keasaman lahan. Sekarang pohon mangrove ini justru menjadi benteng tambak,” katanya. Tambaknya kini menghasilkan hingga 1 ton ikan per panen.

Pemerintah Desa Babulu Laut juga mendukung pelestarian mangrove dengan peraturan desa. “Pelaku perusakan wajib menanam kembali mangrove sepuluh kali lipat dari jumlah yang dirusak,” jelas Pirman, Sekretaris Desa Babulu Laut.

Sejak September 2024, YPUI bersama masyarakat telah menanam 75.000 pohon mangrove di pesisir Pulau Tanjung Tanah. Jenis mangrove yang ditanam, seperti Sonneratia (dikenal sebagai pidada atau perepat), merupakan sumber pakan favorit Bekantan.

Populasi Bekantan di Babulu Laut diperkirakan tinggal 27 individu. Upaya rehabilitasi mangrove menjadi langkah penting untuk mempertahankan keberadaan primata endemik ini. Kolaborasi berbagai pihak menunjukkan bahwa masih ada harapan untuk memulihkan ekosistem pesisir Kalimantan.

Tujuan akhir dari semua upaya ini adalah menciptakan lingkungan pesisir yang mendukung kehidupan manusia dan satwa liar. Dengan menjaga rimbun mangrove, masyarakat Kalimantan berkomitmen mempertahankan rumah bagi Bekantan dan keanekaragaman hayati lainnya.

Tags: KalimantanRimbun MangroveRumah Bekantan

Firman Marlon

Next Post
Layanan Operasional Pelabuhan Kalimantan Siap Sambut Libur Panjang Imlek dan Isra Miraj 2025

Layanan Operasional Pelabuhan Kalimantan Siap Sambut Libur Panjang Imlek dan Isra Miraj 2025

Recommended.

AHY Ungkap Signifikansi Reforma Agraria dalam Mewujudkan Tujuan SDGs 2030

AHY Ungkap Signifikansi Reforma Agraria dalam Mewujudkan Tujuan SDGs 2030

12 September 2024
Dokumentasi demo Agustus 2025

Belum Ada Kepastian TGPF Kerusuhan Agustus, YLBHI Kritik Sikap Pemerintah

16 September 2025

Subscribe.

Trending.

Inilah Daftar Lengkap 13 Komisi DPR RI Dengan Mitra Kerjanya

Inilah Daftar Lengkap 13 Komisi DPR RI Dengan Mitra Kerjanya

23 Oktober 2024
Ketua MPR RI Ahmad Muzan

Prabowo Fokus Tata Hukum Nasional, Respons Kasus Suap Hakim Jadi Sorotan

17 April 2025
Kandaure Toraja: Manik-Manik yang Mengikat Makna dan Tradisi

Kandaure Toraja: Manik-Manik yang Mengikat Makna dan Tradisi

13 Desember 2024
Harga Emas Antam 23 November Naik Rp21.000, Tembus Rp1,541 Juta per Gram

Harga Emas Antam 23 November Naik Rp21.000, Tembus Rp1,541 Juta per Gram

25 November 2024
KabarIndonesia.ID

Harga Emas Akhir Bulan di Angka Rp1.029.000 Per Gram

30 Desember 2023
Kabar Indonesia

Aktual, akurat, berbasis data mengabarkan Indonesia.

Pengelola

PT. Kabar Grup Indonesia

Alamat Redaksi:
Office Park OL3.12A, The Bellagio Mall Jl. Kawasan Mega Kuningan Kav.E.4.3, Setiabudi, Jakarta Selatan
Email: info@kabarindonesia.id

Rubrik

  • AI
  • Nasional
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Politik & Pemilu
  • Olahraga
  • Cek Fakta

Jaringan Media

  • Kabar Jawa
  • Kabar Kalimantan
  • Kabar Pekanbaru
  • Kabar Makassar
  • Kabar Sumatera
  • Kabar Sunda
  • Rujukan Desa
  • Serambi Muslim

Media Sosial

Follow Us

  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Kode Etik dan Pedoman Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi

© 2026 Kabar Indonesia - Managed by Kabar Grup Indonesia.

No Result
View All Result
  • Home
  • AI
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik & Pemilu
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Cek Fakta
  • Video
  • Indeks

© 2026 Kabar Indonesia - Managed by Kabar Grup Indonesia.

Not enough quota to unlock this post
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?
Exit mobile version