• Kabar Jawa
  • Kabar Kalimantan
  • Kabar Makassar
  • Kabar Pekanbaru
  • Kabar Sumatera
  • Kabar Sunda
KabarIndonesia.id
  • Home
  • AI
    • Bisnis dan Ekosistem
    • Edukasi dan Masa Depan
    • Regulasi dan Etika
    • Industri dan Terapan
    • Inovasi dan Tren
  • Nasional
  • Daerah
    • Jawa Bali
    • Sumatera
    • Kalimantan
    • Sulawesi
    • Nusa Tenggara
    • Papua
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Keuangan
    • Pajak
    • Syariah
  • Politik
  • Gaya Hidup
    • Fashion
    • Film dan Musik
    • Otomotif
    • Teknologi
  • Lainnya
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Cek Fakta
    • Video
    • Indeks
No Result
View All Result
Kabar Indonesia
No Result
View All Result
  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Kode Etik dan Pedoman Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi

HTS Rebut Kekuasaan, Al-Assad Tinggalkan Damaskus

by Firman Marlon
12 Desember 2024
Home Kabar Pilihan
Share ke FBShare ke XShare di WA

KabarIndonesia.id — Kelompok Islam Hayat Tahrir al-Sham (HTS) baru-baru ini mengumumkan kemenangan besar dalam perebutan kekuasaan di Suriah.

Pemimpin HTS, Abu Mohammed al-Jolani, menyampaikan pidato kemenangan tersebut di sebuah masjid terkenal di Damaskus, ibu kota Suriah.

Dalam pidatonya, al-Jolani memuji peristiwa tersebut sebagai momen bersejarah, sekaligus mengecam rezim Bashar al-Assad yang telah memerintah Suriah selama lebih dari dua dekade.

Dalam pidato tersebut, al-Jolani menyatakan, “Rezim (al-Assad) telah memenjarakan ribuan warga sipilnya sendiri secara tidak adil dan tanpa melakukan kejahatan apa pun,” seraya menambahkan bahwa kemenangan ini adalah buah dari perjuangan keras rakyat Suriah.

“Kami adalah pemilik sah negara ini, kami telah berjuang, dan hari ini kami diganjar dengan kemenangan ini,” lanjutnya.

Ia menegaskan bahwa kemenangan ini menandai lahirnya sejarah baru bagi Suriah.

Setelah pernyataan kemenangan tersebut, al-Jolani menggambarkan kemenangan ini sebagai awal dari babak baru yang penting dalam sejarah Suriah.

“Sebuah sejarah baru, saudara-saudaraku, sedang ditulis di seluruh wilayah setelah kemenangan besar ini,” ujar al-Jolani kepada ribuan masyarakat yang hadir di Masjid Umayyah, Damaskus.

Suriah, yang terletak di kawasan Timur Tengah, berbatasan langsung dengan beberapa negara seperti Turki, Irak, Yordania, Israel, dan Lebanon, memiliki keragaman etnis dan agama.

Meskipun mayoritas penduduknya beragama Islam, negara ini juga dihuni oleh berbagai kelompok etnis dan agama lainnya.

Berdasarkan data dari Departemen Luar Negeri AS, sekitar 74 persen penduduk Suriah adalah Muslim Sunni, sementara 12 persen Alawi, 10 persen Kristen, 3 persen Druze, dan sisanya merupakan kelompok minoritas lainnya, termasuk Yahudi dan Yazidi.

Konflik di Suriah bermula pada 2011 ketika sejumlah kelompok oposisi, yang sebagian besar didukung oleh kekuatan asing, mulai memberontak untuk menggulingkan Presiden Bashar al-Assad.

Rezim al-Assad, yang telah memerintah Suriah selama lebih dari setengah abad, mengalami berbagai tantangan sejak dimulainya perang saudara.

Sebelumnya, negara ini berada di bawah kekuasaan keluarga al-Assad sejak Hafez al-Assad naik ke tampuk kekuasaan pada 1970.

Hafez meninggal dunia pada 2000 dan digantikan oleh putranya, Bashar al-Assad, yang kemudian memerintah dengan cara yang sangat otoriter.

Menurut laporan Al-Jazeera, pada 27 November 2024, kelompok oposisi yang dipimpin oleh HTS dan didukung oleh sekutu-sekutu Turki mereka, melancarkan serangan besar-besaran yang mereka sebut dengan nama Operasi Pencegahan Agresi.

Serangan ini menargetkan pasukan pemerintah Suriah, dengan fokus pertama kali pada wilayah Idlib dan Aleppo.

Tidak lama setelah itu, dalam waktu hanya tiga hari, pasukan oposisi berhasil merebut kota terbesar kedua di Suriah, Aleppo.

Dalam waktu kurang dari dua minggu setelah dimulainya serangan, pasukan HTS berhasil menguasai sebagian besar wilayah Suriah, termasuk ibu kota Damaskus.

Pada 8 Desember 2024, pasukan HTS mengumumkan bahwa mereka telah berhasil merebut Damaskus dan membebaskan Suriah dari rezim al-Assad.

Laporan dari BBC menyebutkan bahwa Bashar al-Assad dan keluarganya dilaporkan melarikan diri dari Damaskus dan tiba di Moskow, di mana mereka diberikan suaka politik dengan alasan kemanusiaan.

Hayat Tahrir al-Sham (HTS) adalah koalisi kelompok militan Islam yang awalnya berafiliasi dengan al-Qaeda.

Kelompok ini muncul setelah dimulainya Perang Saudara Suriah pada 2011, dan sempat dikenal dengan nama Jabhat al-Nusra, yang dipimpin oleh Abu Mohammed al-Jolani.

Pada tahun 2017, Jabhat al-Nusra mengubah namanya menjadi Hayat Tahrir al-Sham, yang menyatakan dirinya sebagai kelompok yang lebih independen meski masih memiliki hubungan erat dengan al-Qaeda.

HTS dikenal sebagai salah satu kelompok paling dominan di wilayah barat laut Suriah, khususnya di provinsi Idlib.

Sebagai kelompok yang berhaluan Salafi-jihadis, HTS dikenal sangat keras dalam menerapkan hukum syariah, dan ideologi mereka sering kali bertentangan dengan negara-negara Barat.

Oleh karena itu, HTS dianggap sebagai kelompok teroris oleh banyak negara, termasuk Amerika Serikat dan negara-negara Eropa.

Meskipun demikian, dalam beberapa tahun terakhir, HTS juga mencoba membangun pengaruh politik di Suriah, dengan menggali dukungan dari berbagai kelompok lokal dan pasukan oposisi lainnya.

Peran mereka dalam perang saudara Suriah sangat penting, dan keberhasilan mereka dalam merebut kekuasaan di Damaskus adalah titik balik besar dalam konflik yang telah berlangsung selama lebih dari satu dekade.

Meskipun HTS telah mendeklarasikan kemenangan dan menguasai sebagian besar Suriah, masa depan negara ini tetap tidak pasti.

Proses transisi politik yang dimulai dengan kekalahan Bashar al-Assad masih penuh tantangan, mengingat adanya ketegangan yang melibatkan berbagai kelompok etnis, agama, dan kepentingan internasional.

Sementara itu, banyak negara, termasuk Rusia dan Iran, yang telah mendukung rezim al-Assad, kemungkinan akan mencari cara untuk mempengaruhi situasi politik di Suriah pasca-perang ini.

Kemenangan HTS juga menimbulkan pertanyaan tentang arah kebijakan luar negeri kelompok ini, terutama mengenai hubungan mereka dengan negara-negara besar seperti Turki dan Amerika Serikat.

Seiring dengan perubahan besar yang sedang terjadi di Suriah, dunia akan mengawasi bagaimana HTS akan mengelola kekuasaan dan apakah mereka akan mempertahankan pendekatan radikal yang selama ini mereka anut atau berusaha untuk beradaptasi dengan kondisi baru yang lebih kompleks.

(Sumber: serambimuslim.com)

Tags: Hayat Tahrir Al-ShamHTSPolitik Timur TengahSuriah

Firman Marlon

Next Post
Rencana Pemindahan ASN ke IKN Mulai Dirancang

Rencana Pemindahan ASN ke IKN Mulai Dirancang

Recommended.

Puncak Musim Hujan Picu Bencana Beruntun di Tiga Daerah Ini, Ratusan Warga Terdampak

Puncak Musim Hujan Picu Bencana Beruntun di Tiga Daerah Ini, Ratusan Warga Terdampak

9 Desember 2025
KabarIndonesia.ID

Lama Rusak, Pemerintah Pusat Bakal Perbaiki Jalan di Lampung

30 Desember 2023

Subscribe.

Trending.

Inilah Daftar Lengkap 13 Komisi DPR RI Dengan Mitra Kerjanya

Inilah Daftar Lengkap 13 Komisi DPR RI Dengan Mitra Kerjanya

23 Oktober 2024
Kandaure Toraja: Manik-Manik yang Mengikat Makna dan Tradisi

Kandaure Toraja: Manik-Manik yang Mengikat Makna dan Tradisi

13 Desember 2024
Harga Emas Antam 23 November Naik Rp21.000, Tembus Rp1,541 Juta per Gram

Harga Emas Antam 23 November Naik Rp21.000, Tembus Rp1,541 Juta per Gram

25 November 2024
KabarIndonesia.ID

Harga Emas Akhir Bulan di Angka Rp1.029.000 Per Gram

30 Desember 2023
Presiden Prabowo Lantik Ketua Harian dan Anggota Dewan Energi Nasional

Bahlil Lahadalia Jadi Ketua Harian, Ini Daftar Lengkap Dewan Energi Nasional

28 Januari 2026
Kabar Indonesia

Aktual, akurat, berbasis data mengabarkan Indonesia.

Pengelola

PT. Kabar Grup Indonesia

Alamat Redaksi:
Office Park OL3.12A, The Bellagio Mall Jl. Kawasan Mega Kuningan Kav.E.4.3, Setiabudi, Jakarta Selatan
Email: info@kabarindonesia.id

Rubrik

  • AI
  • Nasional
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Politik & Pemilu
  • Olahraga
  • Cek Fakta

Jaringan Media

  • Kabar Jawa
  • Kabar Kalimantan
  • Kabar Pekanbaru
  • Kabar Makassar
  • Kabar Sumatera
  • Kabar Sunda
  • Rujukan Desa
  • Serambi Muslim

Media Sosial

Follow Us

  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Kode Etik dan Pedoman Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi

© 2026 Kabar Indonesia - Managed by Kabar Grup Indonesia.

No Result
View All Result
  • Home
  • AI
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik & Pemilu
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Cek Fakta
  • Video
  • Indeks

© 2026 Kabar Indonesia - Managed by Kabar Grup Indonesia.

Not enough quota to unlock this post
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?
Go to mobile version