• Kabar Jawa
  • Kabar Kalimantan
  • Kabar Makassar
  • Kabar Pekanbaru
  • Kabar Sumatera
  • Kabar Sunda
KabarIndonesia.id
  • Home
  • AI
    • Bisnis dan Ekosistem
    • Edukasi dan Masa Depan
    • Regulasi dan Etika
    • Industri dan Terapan
    • Inovasi dan Tren
  • Nasional
  • Daerah
    • Jawa Bali
    • Sumatera
    • Kalimantan
    • Sulawesi
    • Nusa Tenggara
    • Papua
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Keuangan
    • Pajak
    • Syariah
  • Politik
  • Gaya Hidup
    • Fashion
    • Film dan Musik
    • Otomotif
    • Teknologi
  • Lainnya
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Cek Fakta
    • Video
    • Indeks
No Result
View All Result
Kabar Indonesia
No Result
View All Result
  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Kode Etik dan Pedoman Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi

Harga Karet Stabil, Petani Diminta Menjaga Kualitas

by Firman Marlon
18 November 2024
Home Ekonomi Bisnis
Share ke FBShare ke XShare di WA

KabarIndonesia.id — Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Provinsi Kalimantan Barat, Heronimus Hero, menegaskan pentingnya menjaga kualitas produksi karet di tengah stabilnya harga di pasar internasional. Menurutnya, harga karet kering dengan kadar 100 persen kini mencapai Rp30.000 per kilogram, meningkat dari harga sebelumnya yang lebih rendah. Sementara itu, untuk karet dengan kadar kering 50 persen yang umumnya dihasilkan petani, harganya berada di sekitar separuh dari harga kadar kering 100 persen.

“Harga memang fluktuatif, untuk kadar kering 100 persen di pasar internasional sudah mencapai Rp30.000 per kilogram dari sebelumnya yang di bawah itu. Untuk di tingkat petani yang keringnya 50 persen, harganya separuh dari kering 100 persen,” ujar Heronimus Hero saat memberikan keterangan di Pontianak, Minggu.

Ia menambahkan bahwa tren kenaikan harga karet ini merupakan kabar baik bagi para petani dan pelaku usaha karet. Perkembangan ini menunjukkan bahwa sektor karet sedang berada dalam kondisi yang menguntungkan, terutama bagi daerah seperti Kalimantan Barat, yang merupakan salah satu produsen karet utama di Indonesia. “Kenaikan harga karet ini menunjukkan bahwa komoditas atau sektor karet saat ini menunjukkan perkembangan yang positif di pasar,” jelasnya.

Namun demikian, untuk menjaga stabilitas harga karet di pasar, Heronimus mengimbau agar para petani dan pemilik perkebunan karet tetap menjaga kualitas produksinya. Salah satu cara utamanya adalah dengan tidak mencampur karet dengan bahan-bahan lain yang dapat menurunkan kualitasnya. Hal ini menjadi krusial karena kualitas karet akan memengaruhi nilai jualnya, baik di pasar domestik maupun internasional.

“Pekebun-pekebun karet ini harus menjaga kualitas tetap terjaga. Menjaga kualitas kan gampang, tidak dicampur apa-apa saja. Kemudian menjualnya ke penampung resmi kalau memang tidak bisa langsung ke pabrik,” tegas Heronimus.

Ia juga menyoroti pentingnya ketelusuran dalam produksi karet. Ketelusuran ini mencakup kejelasan data mengenai asal-usul lahan penghasil karet, serta memastikan bahwa lahan tersebut tidak menyebabkan kerusakan lingkungan. Heronimus menekankan bahwa pasar internasional, khususnya Uni Eropa, memiliki standar ketat terkait aspek keberlanjutan lingkungan, sehingga para petani harus mematuhi aturan ini untuk menjaga daya saing produk mereka.

“Dari sisi kualitas, tidak lepas juga dari ketelusurannya. Artinya, harga karet akan lebih terjamin jika sumbernya berasal dari lahan yang tidak menyebabkan kerusakan lingkungan atau kerusakan hutan, serta terdata dengan jelas,” papar Heronimus.

Sebagai bentuk dukungan kepada petani, pemerintah melalui Disbunnak telah menjalankan program pendampingan. Program ini bertujuan untuk membantu petani menjaga kualitas karet serta memenuhi standar internasional. Pendampingan tersebut telah dilakukan di beberapa wilayah di Kalimantan Barat, seperti Kapuas Hulu dan Sanggau. Dalam program ini, petani diajarkan untuk memahami pentingnya keberlanjutan lingkungan serta cara memastikan ketelusuran produk karet mereka.

“Di Kalbar beberapa daerah sudah mendapatkan pendampingan seperti di Kapuas Hulu. Kemudian di Sanggau juga telah dilakukan pendampingan dengan komitmen menjaga agar komoditas karet mereka memiliki ketelusuran yang jelas serta memenuhi aturan-aturan Uni Eropa,” jelasnya.

Untuk membantu petani menjual hasil produksi mereka, Heronimus merekomendasikan agar petani memanfaatkan Unit Pengolahan Pengumpulan Bahan Bakar (UP2B) yang sudah bekerja sama dengan pabrik-pabrik besar. Melalui UP2B, harga karet yang diterima petani lebih terjamin dan sesuai dengan standar yang berlaku di pasar.

“Penampung di tingkat kecamatan, tingkat desa, itu ada namanya UP2B. Di situ, pasti harganya akan lebih terjamin karena UP2B ini biasanya langsung berkontrak dengan pabrik,” katanya.

Namun, Heronimus juga menyampaikan keprihatinannya terkait penurunan luas lahan perkebunan karet di Kalimantan Barat. Saat ini, luas lahan karet di provinsi tersebut turun dari 700 ribu hektare menjadi hanya 500 ribu hektare. Penurunan ini dianggap sebagai tantangan yang perlu segera diatasi untuk memastikan keberlanjutan sektor karet di masa mendatang.

“Lahan karet kita memang diakui mengalami penurunan. Penurunan luas lahan karet ini merupakan indikasi yang perlu ditangani agar tidak kembali menyusut sebab karet merupakan sumber daya alam yang menjadi unggulan Kalbar yang harus terus dikembangkan,” ucapnya.

Penurunan luas lahan ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk alih fungsi lahan, penurunan produktivitas, dan kurangnya regenerasi petani karet. Oleh karena itu, diperlukan upaya kolaboratif antara pemerintah, petani, dan pelaku usaha untuk mengatasi tantangan ini, termasuk melalui intensifikasi lahan karet yang ada serta program replantasi karet dengan bibit unggul.

Dengan kondisi harga karet yang sedang stabil dan menguntungkan, Heronimus berharap para petani dapat memanfaatkan momentum ini untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil karet mereka. Dukungan dari berbagai pihak juga diharapkan mampu menjadikan karet sebagai salah satu komoditas unggulan yang tetap berdaya saing di pasar global.

(Sumber: kabarkalimantan.id)

Tags: KalbarPasar InternasionalPendampingan PetaniPetani Karet

Firman Marlon

Next Post
Bank Jatim dan Bank Sultra Jalin Sinergi untuk Pembangunan Ekonomi Daerah

Bank Jatim dan Bank Sultra Jalin Sinergi untuk Pembangunan Ekonomi Daerah

Recommended.

Istimewa - Prof. Dr. dr. Haerani Rasyid, M.Sc., SpPD-KGH, SpGK, FINASIM

Doa Bersama Sivitas Akademika FK Unhas: Seruan Nurani untuk Pendidikan Kedokteran

18 Mei 2025
Kasus Dugaan Penggelapan di Universitas Muslim Indonesia: Polda Sulsel Tetapkan Empat Tersangka

Kasus Dugaan Penggelapan di Universitas Muslim Indonesia: Polda Sulsel Tetapkan Empat Tersangka

25 September 2024

Subscribe.

Trending.

Inilah Daftar Lengkap 13 Komisi DPR RI Dengan Mitra Kerjanya

Inilah Daftar Lengkap 13 Komisi DPR RI Dengan Mitra Kerjanya

23 Oktober 2024
Kandaure Toraja: Manik-Manik yang Mengikat Makna dan Tradisi

Kandaure Toraja: Manik-Manik yang Mengikat Makna dan Tradisi

13 Desember 2024
Ibu Rumah Tangga di Bekasi Bisa Punya Penghasilan, Caranya Bikin Onigiri dan Sushi yang Viral

Sandiaga Uno Dorong UMKM Bekasi Lewat Pelatihan Onigiri dan Sushi

9 November 2025
KabarIndonesia.ID

Harga Emas Akhir Bulan di Angka Rp1.029.000 Per Gram

30 Desember 2023
PBB Rilis Laporan Ilmiah AI Pertama, Peringatkan Regulasi Tertinggal dan Ancaman Teknologi Makin Nyata

PBB Rilis Laporan Ilmiah AI Pertama, Peringatkan Regulasi Tertinggal dan Ancaman Teknologi Makin Nyata

3 Juli 2026
Kabar Indonesia

Aktual, akurat, berbasis data mengabarkan Indonesia.

Pengelola

PT. Kabar Grup Indonesia

Alamat Redaksi:
Office Park OL3.12A, The Bellagio Mall Jl. Kawasan Mega Kuningan Kav.E.4.3, Setiabudi, Jakarta Selatan
Email: info@kabarindonesia.id

Rubrik

  • AI
  • Nasional
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Politik & Pemilu
  • Olahraga
  • Cek Fakta

Jaringan Media

  • Kabar Jawa
  • Kabar Kalimantan
  • Kabar Pekanbaru
  • Kabar Makassar
  • Kabar Sumatera
  • Kabar Sunda
  • Rujukan Desa
  • Serambi Muslim

Media Sosial

Follow Us

  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Kode Etik dan Pedoman Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi

© 2026 Kabar Indonesia - Managed by Kabar Grup Indonesia.

No Result
View All Result
  • Home
  • AI
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik & Pemilu
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Cek Fakta
  • Video
  • Indeks

© 2026 Kabar Indonesia - Managed by Kabar Grup Indonesia.

Not enough quota to unlock this post
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?
Go to mobile version