• Kabar Jawa
  • Kabar Kalimantan
  • Kabar Makassar
  • Kabar Pekanbaru
  • Kabar Sumatera
  • Kabar Sunda
KabarIndonesia.id
  • Home
  • AI
    • Bisnis dan Ekosistem
    • Edukasi dan Masa Depan
    • Regulasi dan Etika
    • Industri dan Terapan
    • Inovasi dan Tren
  • Nasional
  • Daerah
    • Jawa Bali
    • Sumatera
    • Kalimantan
    • Sulawesi
    • Nusa Tenggara
    • Papua
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Keuangan
    • Pajak
    • Syariah
  • Politik
  • Gaya Hidup
    • Fashion
    • Film dan Musik
    • Otomotif
    • Teknologi
  • Lainnya
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Cek Fakta
    • Video
    • Indeks
No Result
View All Result
Kabar Indonesia
No Result
View All Result
  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Kode Etik dan Pedoman Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi

Hadiri FGD, Stafsus Jokowi Billy Mambrasar Tanggapi Positif Kaukus Timur

by Herlin Saddid
30 Desember 2023
Home News
Share ke FBShare ke XShare di WA

KabarIndonesia.id — Kaukus Timur Indonesia kembali menggelar Focus Group Discussion (FGD), Jumat, (07/07). Kali ini mengangkat tema Mendengar Aspirasi dari Tanah Papua. Sesuai tema, semua pembicara dari Papua. 

Mereka adalah Marinus Mesak Yaung (akademisi Universitas Cenderawasih), Vier Abdul Jamal (Founder VIER Corp), dan Billy Mambrasar (Staf Khusus Presiden Jokowi), serta Eveert Joumilena (praktisi media Papua). 

Billy menghadiri FGD seri II Kaukus Timur selepas mengantar Presiden Joko Widodo melakukan kunjungan kerja ke Australia dan Papua Nugini hingga Jayapura. 

“Ini barusan mengantar Pak Presiden ke bandara untuk kembali ke Jakarta,” ungkap Billy sesaat setelah bergabung dalam FGD yang dilakukan secara daring melalui Program Upi Show, Jumat sore. 

Billy selanjutnya menyampaikan bahwa di bawah kendali Presiden Jokowi, Indonesia mencatat banyak kemajuan. Khususnya pada pengembangan dan pembangunan infrastruktur. “Untuk infrastruktur, di periode pertama Presiden Jokowi, laju perkembangannya itu sangat luar biasa. Termasuk di Papua,” ungkap Billy. 

Sementara pada periode kedua, Billy mengungkapkan bahwa fokus Presiden beralih pada pembenahan sumber daya manusia. Presiden, sebut dia, memiliki afirmasi pada sektor pendidikan tinggi dan pendidikan menengah. Yang jadi masalah, kata Billy, visi Presiden sudah bagus tapi implementasi di lapangan yang kadang tidak sesuai harapan. 

“Presiden punya visi yang kuat perihal SDM ini. Tapi pelaksanaannya di provinsi bagaimana? Kabupaten/kota bagaimana? Nah, teman-teman di Kaukus jangan hanya menyoroti kebijakan pemerintah pusat. Harus bisa memilah bahwa ada kebijakan di provinsi dan kabupaten atau kota juga ,” saran Billy. 

Meski demikian, Billy mengakui bahwa kehadiran Kaukus Timur Indonesia sangat positif untuk Indonesia. 

“Apa yang digagas dan dilakukan oleh teman-teman di Kaukus ini sangat bagus dan luar biasa, Ide membangun Indonesia dari Papua, itu adalah sebuah keniscayaan. Ini bisa menjadi masukan yang sangat berarti bagi pemerintah pusat,” ujar Billy. 

Billy lantas menantang Kaukus Timur. 

“Ini teman-teman Kaukus mau fokus ke mana? Advokasi kebijakan pemerintah atau fokus pada kreativitas dan pemberdayaan masyarakat. Tidak biasa dua-duanya karena bisa tidak maksimal,” ujarnya mengingatkan. 

Jangan Paksakan Konsep Jakarta

Sebelumnya, akademi Universitas Cenderawasih, Marinus Yaung menyambut baik kehadiran Kaukus Timur Indonesia. Menurutnya, Kaukus dapat menjadi wadah perjuangan dan menjembatani terbentuknya jejaring antarkampus se Indonesia Timur untuk memberikan rujukan pada pemerintah di Jakarta. 

Dia juga berharap, Kaukus dapat membantu memnperjuangkan penyelesaian berbagai masalah di Papua dengan cara dan menurut konsep orang Papua. “Penyelesaian berbagai permasalahan di Papua itu idealnya menggunakan pendekatan dan melibatkan tokoh-tokoh Papua. Selama ini, pemerintah selalu memaksakan konsep dari Jakarta atau konsep Melayu dan Jawa,” kritik Marinus. 

Ke depan, kata dia, Jakarta dalam mengambil kebijakan terkait Papua, wajib melibatkan berbagai stakeholder Papua. “Karena orang Papua lah yang tahu seperti apa kebutuhan dan penyelesaian berbagai hal di Papua,” ungkap Marinus.

Hal senada disampaikan putra Papua lainnya, Vier Abdul Jamal. Menurutnya, kenapa Papua masih jauh terkebelakang di Indonesia adalah karena perspektif yang terbangun di Indonesia, selama ini keliru. “Perspektif yang terbangun mengenai Papua dan warganya masih perspektif sebelah mata. Masih sangat diskrimintaif,” tegas Vier. 

Padahal, kata dia, tidak sedikit putra Papua yang memiliki kapasitas keilmuan dan kecakapan intelektual. Namun yang terbangun di kepala para pengambil kebijakan, selalu memandang rendah putra Papua dengan menyebut IQ mereka masih lebih rendah atau dibawa IQ ikan pesut. 

“Kami yang berhasil menyelamatkan keterpurukan saham BNI 46 dari 300 perak ke 3000, masih saja dipandang sebelah mata. Kita bukannya diapresiasi dan diakui, yang dicari-cari adalah salah-salahnya kita,” ungkap alumni program Doktoral Harvard itu. 

Akibatnya, kata dia, sesuatu yang sejatinya merupakan langkah dan masukan konstruktif, dimaknai atau masih dipandang sebagai sesuatu yang destruktif. “Saya saja yang sudah seperti ini, masih sering dipandang sebelah mata. Apalagi adek-adek yang masih seperti sekarang,” ujarnya. 

Jadi, kata dia, keliru paham terhadap warga Papua, mutlak diubah jika memang Papua mau dikembangkan. Di luar negeri, kata Vier, mereka menghargai kemampuan setiap individu tanpa melihat dari mana asalnya. “Tapi itu tidak terjadi di sini. Di sini, orang masih melihat kamu dari mana, bukan pada apa yang telah dkerjakan. Sehingga bisa saya rasakan apa yang dirasakan oleh teman-teman Papua,” kritiknya. 

Ironisnya, sebut Vier lagi, di Indonesia, sangat memuja orang asing. Sebaliknya, warga pribumi justru dipandang enteng dan cenderung diinjak-injak. “Kalau orang asing, dipuja-puji tapi kalua orang kita sendiri diinjak-injak,” sebutnya. 

Eveert Joumilena, aktivis media Papua lebih keras lagi. Menurutnya, di tanah Papua, keadilan kekuasaan masih jauh. Penempatan pejabat masih mendahulukan yang dari daerah lain. 

“Pada prinsipnya, Papua butuh lebih diperhatikan dan keberpihakannya pada warga Papua harus betul-betul direalisasikan. Khususnya yang diajak masuk kekuasaan,” tegas Eveert. 

Menjaga Keseimbangan Kawasan

Di awal FGD, Presidium Kaukus Indonesia Timur, Uslimin Usle menegaskan bahwa Kaukus hadir untuk mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan politik dan keadilan kawasan. Bahwa Indonesia Raya itu dari Sabang sampai Merauke. Karena itu, kesenjangan antar-kawasan harus segera diatasi demi menjaga integritas bangsa. 

Dalam hal distribusi kekuasaan, Kaukus juga memandang perlu pemerintah pusat untuk memberdayakan tokoh daerah. Pada proses dan penunjukan pejabat Gubernur atau Bupati/Walikota, pada September-Oktober 2023, pemerintah pusat wajib memberdayakan pejabat daerah. 

“Nah, FGD seri kedua ini, kita ingin menggali apa problematika yang terjadi di Papua terkait dengan fokus utama pergerakan Kaukus. Karena itu, semua pembicara yang kita hadirkan, semua dari Papua,” jelas Usle serayamenyampaikan bahwa FGD seri berikutnya akan dilakukan di provinsi lain dalam wilayah advokasi Kaukus yang tersebar di 22 provinsi. 

Sementara itu komunikolog Universitas Hasanuddin Dr Hasrullah berharap FGD sesi "Mendengar Aspirasi Papua" diharapkan bisa memperkuat isu geopolitik dan keadilan wilayah di Indonesia Timur. 

“ Kita berharap diskusi Kaukus Kawasan Timur ini menjadi sarana yang bisa mendengar lebih jauh kebutuhan masyarakat Papua ke depannya," ujar pakar Komunikasi Politik Unhas ini. 

FGD seri ke-3 Kaukus Timur Indonesia pekan depan rencananya akan berpindah ke Kawasan Maluku dan Maluku Utara. Diskusi ini sendiri diharapkan menjadi sarana pembelajaran dan pendidikan politik. Sejak dilaunching 22 Juni, Kaukus ini sudah mendapat respons dari berbagai pihak.

Herlin Saddid

Next Post
KabarIndonesia.ID

Perpusnas-Setkab Sinergi Tingkatkan Layanan Perpustkaan

Recommended.

KabarIndonesia.ID

Waspada Hujan Lebat 05-07 Januari di Beberapa Wilayah Indonesia

30 Desember 2023
Arsul Sani Dilantik Jadi Hakim Mahkamah Konstitusi

Jabat Hakim MK, Arsul Sani Sampaikan Komitmen Independensi

19 Januari 2024

Subscribe.

Trending.

Ketua MPR RI Ahmad Muzan

Prabowo Fokus Tata Hukum Nasional, Respons Kasus Suap Hakim Jadi Sorotan

17 April 2025
Belum Lapor SPT? Ini Cara Ajukan Perpanjangan hingga 2 Bulan

Menkeu Purbaya Akui Aktivasi Akun Coretax Mandiri Rumit, Minta DJP Perjelas Panduan

1 Januari 2026
KabarIndonesia.ID

Harga Emas Hari Ini di Angka Rp1.020.000

30 Desember 2023
BMKG Bantah Narasi OMC Sebabkan Cuaca Tak Stabil dan Banjir Besar

BMKG Bantah Narasi OMC Sebabkan Cuaca Tak Stabil dan Banjir Besar

29 Januari 2026
Harga Emas Antam 23 November Naik Rp21.000, Tembus Rp1,541 Juta per Gram

Harga Emas Antam 23 November Naik Rp21.000, Tembus Rp1,541 Juta per Gram

25 November 2024
Kabar Indonesia

Aktual, akurat, berbasis data mengabarkan Indonesia.

Pengelola

PT. Kabar Grup Indonesia

Alamat Redaksi:
Office Park OL3.12A, The Bellagio Mall Jl. Kawasan Mega Kuningan Kav.E.4.3, Setiabudi, Jakarta Selatan
Email: info@kabarindonesia.id

Rubrik

  • AI
  • Nasional
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Politik & Pemilu
  • Olahraga
  • Cek Fakta

Jaringan Media

  • Kabar Jawa
  • Kabar Kalimantan
  • Kabar Pekanbaru
  • Kabar Makassar
  • Kabar Sumatera
  • Kabar Sunda
  • Rujukan Desa
  • Serambi Muslim

Media Sosial

Follow Us

  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Kode Etik dan Pedoman Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi

© 2026 Kabar Indonesia - Managed by Kabar Grup Indonesia.

No Result
View All Result
  • Home
  • AI
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik & Pemilu
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Cek Fakta
  • Video
  • Indeks

© 2026 Kabar Indonesia - Managed by Kabar Grup Indonesia.

Not enough quota to unlock this post
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?
Go to mobile version