• Kabar Jawa
  • Kabar Kalimantan
  • Kabar Makassar
  • Kabar Pekanbaru
  • Kabar Sumatera
  • Kabar Sunda
KabarIndonesia.id
  • Home
  • AI
    • Bisnis dan Ekosistem
    • Edukasi dan Masa Depan
    • Regulasi dan Etika
    • Industri dan Terapan
    • Inovasi dan Tren
  • Nasional
  • Daerah
    • Jawa Bali
    • Sumatera
    • Kalimantan
    • Sulawesi
    • Nusa Tenggara
    • Papua
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Keuangan
    • Pajak
    • Syariah
  • Politik
  • Gaya Hidup
    • Fashion
    • Film dan Musik
    • Otomotif
    • Teknologi
  • Lainnya
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Cek Fakta
    • Video
    • Indeks
No Result
View All Result
Kabar Indonesia
No Result
View All Result
  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Kode Etik dan Pedoman Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi

Fenomena Anak Jalanan di Makassar

by Herlin Saddid
30 Desember 2023
Home News
Share ke FBShare ke XShare di WA

KabarMakassar.com — Setiap anak berhak menerima perhatian dan perlindungan dari orangtua, mendapatkan pendidikan yang layak, dan jauh dari tindak kekerasan.

Sayangnya, tidak semua anak mendapat perlakuan baik di lingkungan. Sehingga tidak jarang pula ada anak yang terpaksa berhenti sekolah dengan alasan yang berbeda-beda.

Beberapa diantara anak putus sekolah tidak lain karena masalah ekonomi.

Di Makassar, akan dijumpai beberapa anak berjualan tisu, menjajakan koran, mengamen, mengemis, berjualan ikan hias, memulung, dan ada pula yang berkeliling di beberapa tempat untuk berjualan buku. Hal itu dilakukan tidak lain karena faktor ekonomi.

Melihat fenomena tersebut, pihak pemerintah memerlakukan pembersihan atau penyisiran dengan mengamankan anak-anak dan pengemis lainnya jika terlihat mengganggu aktifitas di jalan.

Inna (13) Salah seorang di antaranya, ketika melihat mobil petugas Saribattang ta’ mendekat, ia dan teman-temannya mengaku akan langsung berlarian untuk sembunyi dengan alasan takut.

“Takut ditangkap, kalau ditangkap ki’ didata ji saja (kantor Dinas Sosial) baru dikasih keluar. Baru tisu ta’ na ambil, tidak ada apa-apa didapat,” terangnya.

Inna mengatakan, jika tidak berjualan tisu, ia dan keluarganya akan makan apa jika tidak bekerja. Sehingga itulah alasan kenapa Inna harus berhenti sekolah.

Meski demikian, Inna mengaku tidak merasa ada tekanan dari siapapun untuk bekerja, sebaliknya ia ingin membantu orangtua mencari tambahan penghasilan dengan berjualan tisu. Bahkan ia tidak malu bila ada orang yang mengejeknya.

“Mau diapa mi, lebih baik jual-jual begini dari pada sekolah,” katanya.

Namun, tidak semua anak jalanan bernasib seperti Inna. Masih ada anak yang melanjutkan sekolah sambil bekerja untuk membantu orangtuanya.

Juju (9) misalnya, ia menjajakan tisu kepada setiap pengendara jalan untuk mendapat tambahan penghasilan setelah pulang dari sekolah. Meski masih kelas 4 SD, Juju merasa tidak mau ataupun takut berjualan dan bermain bersama teman-temannya di jalanan.

Sementara itu, Kepala Seksi Jaminan Kesejahteraan Sosial Dinas Sosial Kota Makassar, La Heru, mengatakan upaya pemerintah Kota Makassar melakukan penyisiran melalui Tim Reaksi Cepat Saribattangta’ untuk menjaga keamanan anak ataupun yang lainnya. Hal ini dikarenakan mereka tidak segan-segan berdagang di jalan raya dan mengganggu pengguna jalan.

“Kemarin kan sempat ada kejadian sampai ada yang meninggal, karena mereka berjualan di fly over (jembatan layang, red), mereka lari-lari di jalan. Selain itu, kita lakukan asesmen dan pembinaan sama mereka. Kalau ada yang dari luar daerah, kita kembalikan ke daerah asal. Kemudian kalau ada yang kedapatan hisap lem kita bawa dia ke tempat rehabilitasi di BNN, dan lain sebagainya,” terangnya.

Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Asosiasi Perempuan Indonesia untuk Keadilan (APIK) Makassar, Rosmiati Atin mengatakan fenomena yang terjadi saat ini sudah semakin banyak terjadi. Sehingga diperlukan himbauan untuk tidak melakukan kekerasan dan diskriminasi terhadap anak. Namun, faktanya masih banyak anak yang belum mendapatkan haknya.

“Mereka dilarang bermain, disuruh berjualan. Ini harusnya menjadi peran orangtua dan juga pihak pemerintah,” terangnya kepada kru Kabarmakassar.com melalui via telepon.

Menurutnya, jika memang niatnya untuk membantu orangtua, seharusnya anak-anak tetap diberikan pendidikan yang layak. Sehingga meskipun tetap bersekolah, mereka dapat membantu orangtua di hari libur atau setelah pulang dari sekolah.

Sedangkan untuk pihak pemerintah, menurut Rosmiati, perlunya memberikan pemahaman pembinaan seperti apa yang dilakukan kepada anak. Jangan hanya melakukan pengamanan dan pendataan saja, dan melakukan tindakan tanpa memberikan solusi yang pada akhirnya anak kembali melakukan pekerjaan yang sama setelah diamankan.

“Harusnya tidak hanya menangkap, tapi membangun komunikasi sama orangtua minta apa yang diinginkan terhadap anak itu. Kalau ditangkap tanpa melibatkan orangtua, karena yang menyuruh selain orangtua pasti orang sekitar, makanya mereka seperti itu. Kalau perlu, mereka (anak) diberikan ruang untuk berekspresi,” pungkasnya.

Herlin Saddid

Next Post
KabarIndonesia.ID

Drama Kasus Penculikan Anak di Makassar

Recommended.

KabarIndonesia.ID

Tawarkan Fitur Kamera Leica, Xiaomi 13T Dibanderol Rp6 Jutaan

30 Desember 2023
KabarIndonesia.ID

Wantimpus GM FKPPI Minta Kader Netral di Pemilu 2024

30 Desember 2023

Subscribe.

Trending.

Inilah Daftar Lengkap 13 Komisi DPR RI Dengan Mitra Kerjanya

Inilah Daftar Lengkap 13 Komisi DPR RI Dengan Mitra Kerjanya

23 Oktober 2024
Kandaure Toraja: Manik-Manik yang Mengikat Makna dan Tradisi

Kandaure Toraja: Manik-Manik yang Mengikat Makna dan Tradisi

13 Desember 2024
Ibu Rumah Tangga di Bekasi Bisa Punya Penghasilan, Caranya Bikin Onigiri dan Sushi yang Viral

Sandiaga Uno Dorong UMKM Bekasi Lewat Pelatihan Onigiri dan Sushi

9 November 2025
KabarIndonesia.ID

Harga Emas Akhir Bulan di Angka Rp1.029.000 Per Gram

30 Desember 2023
PBB Rilis Laporan Ilmiah AI Pertama, Peringatkan Regulasi Tertinggal dan Ancaman Teknologi Makin Nyata

PBB Rilis Laporan Ilmiah AI Pertama, Peringatkan Regulasi Tertinggal dan Ancaman Teknologi Makin Nyata

3 Juli 2026
Kabar Indonesia

Aktual, akurat, berbasis data mengabarkan Indonesia.

Pengelola

PT. Kabar Grup Indonesia

Alamat Redaksi:
Office Park OL3.12A, The Bellagio Mall Jl. Kawasan Mega Kuningan Kav.E.4.3, Setiabudi, Jakarta Selatan
Email: info@kabarindonesia.id

Rubrik

  • AI
  • Nasional
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Politik & Pemilu
  • Olahraga
  • Cek Fakta

Jaringan Media

  • Kabar Jawa
  • Kabar Kalimantan
  • Kabar Pekanbaru
  • Kabar Makassar
  • Kabar Sumatera
  • Kabar Sunda
  • Rujukan Desa
  • Serambi Muslim

Media Sosial

Follow Us

  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Kode Etik dan Pedoman Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi

© 2026 Kabar Indonesia - Managed by Kabar Grup Indonesia.

No Result
View All Result
  • Home
  • AI
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik & Pemilu
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Cek Fakta
  • Video
  • Indeks

© 2026 Kabar Indonesia - Managed by Kabar Grup Indonesia.

Not enough quota to unlock this post
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?
Go to mobile version