• Kabar Jawa
  • Kabar Kalimantan
  • Kabar Makassar
  • Kabar Pekanbaru
  • Kabar Sumatera
  • Kabar Sunda
KabarIndonesia.id
  • Home
  • AI
    • Bisnis dan Ekosistem
    • Edukasi dan Masa Depan
    • Regulasi dan Etika
    • Industri dan Terapan
    • Inovasi dan Tren
  • Nasional
  • Daerah
    • Jawa Bali
    • Sumatera
    • Kalimantan
    • Sulawesi
    • Nusa Tenggara
    • Papua
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Keuangan
    • Pajak
    • Syariah
  • Politik
  • Gaya Hidup
    • Fashion
    • Film dan Musik
    • Otomotif
    • Teknologi
  • Lainnya
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Cek Fakta
    • Video
    • Indeks
No Result
View All Result
Kabar Indonesia
No Result
View All Result
  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Kode Etik dan Pedoman Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi

Cuaca Ekstrem di Sukabumi Picu Banjir, Longsor, dan Pergerakan Tanah

by Firman Marlon
5 Desember 2024
Home Daerah Jawa Bali
Share ke FBShare ke XShare di WA

KabarIndonesia.id — Cuaca ekstrem yang melanda Kabupaten Sukabumi sejak Hari Selasa (03/12/2024) hingga hari Rabu (04/12/2024), telah menyebabkan sejumlah bencana di berbagai wilayah.

Hujan dengan intensitas tinggi memicu banjir, tanah longsor, dan pergerakan tanah yang mengkhawatirkan masyarakat setempat. Meski tidak ada laporan korban jiwa, dampaknya terasa luas di beberapa kecamatan.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi, banjir melanda tujuh wilayah, di antaranya Kecamatan Ciemas, Palabuhanratu, dan Gegerbitung.

Tanah longsor tercatat terjadi di 14 titik, dengan dampak terbesar dirasakan di Kecamatan Simpenan, Palabuhanratu, dan Warungkiara.

Selain itu, cuaca ekstrem juga menyebabkan pergerakan tanah di empat lokasi, seperti Desa Sukamaju di Kecamatan Cikembar dan Desa Bantargadung di Kecamatan Bantargadung.

Wilayah lain yang terdampak antara lain Desa Sukaraja di Kecamatan Sukaraja serta Desa Benda di Kecamatan Cicurug.

BPBD Kabupaten Sukabumi bersama aparat setempat telah bergerak cepat untuk mengatasi dampak bencana ini. Tim tanggap darurat melakukan koordinasi intensif dengan pemerintah daerah dan organisasi terkait, serta memulai pendataan kerusakan di lapangan.

Prioritas utama adalah evakuasi warga dari wilayah yang paling rawan, terutama di daerah dengan risiko longsor yang tinggi.

“Kami terus melakukan pendataan dan assessment di lokasi terdampak untuk memastikan keselamatan warga,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sukabumi, Andi Sudirman.

Menurutnya, tim juga fokus pada distribusi kebutuhan logistik dan perlengkapan darurat, seperti makanan, air bersih, dan obat-obatan, guna mendukung proses pemulihan di lapangan.

Hingga saat ini, hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi masih berpotensi terjadi di wilayah Sukabumi, sehingga semua pihak diimbau untuk tetap waspada.

BPBD juga telah mengaktifkan posko siaga bencana di beberapa lokasi untuk mempercepat koordinasi dalam penanganan dampak bencana.

Bencana ini tidak hanya mengganggu aktivitas warga, tetapi juga memberikan dampak signifikan pada sektor ekonomi.

Sejumlah akses jalan utama dilaporkan terputus akibat longsor dan genangan air, sehingga menghambat mobilitas masyarakat. Petani di beberapa desa melaporkan kerusakan lahan pertanian akibat banjir yang menyebabkan gagal panen.

Salah satu warga Desa Bantargadung, Rahmat (45), mengungkapkan bahwa ia dan keluarganya terpaksa mengungsi ke rumah kerabat setelah rumahnya terendam banjir setinggi hampir satu meter.

“Air naik sangat cepat, kami tidak sempat menyelamatkan banyak barang,” ujarnya. Kondisi serupa juga dialami oleh warga di desa lain yang terdampak.

Sementara itu, anak-anak sekolah di wilayah terdampak bencana juga harus diliburkan untuk menjaga keselamatan mereka. Pemerintah daerah berupaya mempercepat pemulihan agar aktivitas masyarakat dapat segera kembali normal.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana hidrometeorologi, khususnya di wilayah yang rawan terdampak.

Pemerintah daerah diminta untuk memeriksa kesiapan perangkat, personel, dan sumber daya lainnya, termasuk alat berat, pompa air, dan kendaraan evakuasi.

“Kesiapsiagaan adalah kunci utama untuk meminimalkan dampak bencana,” kata Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto.

Ia menekankan perlunya koordinasi yang lebih baik antara pemerintah daerah dan masyarakat, terutama dalam membangun sistem peringatan dini serta meningkatkan kapasitas komunitas lokal dalam menghadapi bencana.

Suharyanto juga menyoroti pentingnya alokasi anggaran operasional yang memadai untuk menghadapi situasi darurat. “Anggaran tidak hanya harus cukup, tetapi juga harus siap digunakan sewaktu-waktu,” tegasnya.

Melihat potensi bencana hidrometeorologi yang terus meningkat, pemerintah daerah diharapkan dapat menyusun rencana mitigasi jangka panjang.

Langkah ini meliputi perbaikan infrastruktur seperti drainase, pembangunan tanggul, dan penghijauan daerah aliran sungai. Selain itu, edukasi kepada masyarakat mengenai langkah-langkah menghadapi bencana juga menjadi prioritas.

Para pakar mengingatkan bahwa perubahan iklim global turut memengaruhi intensitas cuaca ekstrem. Oleh karena itu, upaya kolaboratif antara pemerintah, organisasi non-pemerintah, dan komunitas lokal sangat dibutuhkan untuk mengurangi risiko bencana di masa depan.

Warga di Kabupaten Sukabumi berharap pemerintah dapat segera mengatasi dampak bencana ini dan memberikan bantuan yang memadai.

“Kami berharap ada perhatian lebih, terutama untuk perbaikan jalan dan bantuan logistik,” kata Siti, warga Kecamatan Palabuhanratu.

Ia juga berharap program mitigasi bencana dapat berjalan lebih baik di masa depan agar kejadian serupa tidak lagi memberikan dampak yang terlalu besar.

Sebagai bentuk solidaritas, sejumlah relawan dari luar daerah juga telah bergabung membantu penanganan di lapangan.

Kondisi ini menunjukkan bahwa semangat gotong royong tetap menjadi kekuatan utama masyarakat Indonesia dalam menghadapi bencana.

Cuaca ekstrem di Kabupaten Sukabumi yang menyebabkan banjir, longsor, dan pergerakan tanah adalah peringatan akan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana.

Dengan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan berbagai pihak, diharapkan dampak bencana dapat diminimalkan. Pemulihan jangka panjang juga perlu dirancang agar masyarakat dapat kembali menjalani kehidupan normal dengan lebih baik dan aman.

Tags: BanjirBencana AlamCuaca EkstrimLongsorSukabumi

Firman Marlon

Next Post
Dua Orang Tewas Akibat Longsor di Cianjur

Dua Orang Tewas Akibat Longsor di Cianjur

Recommended.

Terbukti Asusila, Ketua KPU Hasyim Asy’ari Diberhentikan

Terbukti Asusila, Ketua KPU Hasyim Asy’ari Diberhentikan

3 Juli 2024
Ilustrasi - Kebakaran lahan gambut

BPBD Aceh Barat Kerahkan 30 Personel Padamkan Karhutla di Tiga Lokasi Baru

3 Juli 2025

Subscribe.

Trending.

Inilah Daftar Lengkap 13 Komisi DPR RI Dengan Mitra Kerjanya

Inilah Daftar Lengkap 13 Komisi DPR RI Dengan Mitra Kerjanya

23 Oktober 2024
Kandaure Toraja: Manik-Manik yang Mengikat Makna dan Tradisi

Kandaure Toraja: Manik-Manik yang Mengikat Makna dan Tradisi

13 Desember 2024
Ibu Rumah Tangga di Bekasi Bisa Punya Penghasilan, Caranya Bikin Onigiri dan Sushi yang Viral

Sandiaga Uno Dorong UMKM Bekasi Lewat Pelatihan Onigiri dan Sushi

9 November 2025
KabarIndonesia.ID

Harga Emas Akhir Bulan di Angka Rp1.029.000 Per Gram

30 Desember 2023
PBB Rilis Laporan Ilmiah AI Pertama, Peringatkan Regulasi Tertinggal dan Ancaman Teknologi Makin Nyata

PBB Rilis Laporan Ilmiah AI Pertama, Peringatkan Regulasi Tertinggal dan Ancaman Teknologi Makin Nyata

3 Juli 2026
Kabar Indonesia

Aktual, akurat, berbasis data mengabarkan Indonesia.

Pengelola

PT. Kabar Grup Indonesia

Alamat Redaksi:
Office Park OL3.12A, The Bellagio Mall Jl. Kawasan Mega Kuningan Kav.E.4.3, Setiabudi, Jakarta Selatan
Email: info@kabarindonesia.id

Rubrik

  • AI
  • Nasional
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Politik & Pemilu
  • Olahraga
  • Cek Fakta

Jaringan Media

  • Kabar Jawa
  • Kabar Kalimantan
  • Kabar Pekanbaru
  • Kabar Makassar
  • Kabar Sumatera
  • Kabar Sunda
  • Rujukan Desa
  • Serambi Muslim

Media Sosial

Follow Us

  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Kode Etik dan Pedoman Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi

© 2026 Kabar Indonesia - Managed by Kabar Grup Indonesia.

No Result
View All Result
  • Home
  • AI
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik & Pemilu
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Cek Fakta
  • Video
  • Indeks

© 2026 Kabar Indonesia - Managed by Kabar Grup Indonesia.

Not enough quota to unlock this post
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?
Go to mobile version