Antisipasi Harga Minyak Dunia, Prabowo Usulkan Opsi WFH dan Penghematan BBM

Antisipasi Harga Minyak Dunia, Prabowo Usulkan Opsi WFH dan Penghematan BBM
Presiden Prabowo saat Memimpin Sidang Kabinet Paripurna, di Istana Negara (Dok : Ist).

KabarIndonesia.id — Presiden Prabowo Subianto meminta jajaran Kabinet Merah Putih mengkaji sejumlah langkah penghematan konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM), termasuk opsi penerapan Work From Home (WFH) bagi sebagian pegawai. Kebijakan ini diusulkan sebagai langkah antisipatif apabila konflik geopolitik global, khususnya di Timur Tengah, terus memicu kenaikan harga minyak dunia.

Prabowo menegaskan, gejolak harga energi global dapat berdampak luas terhadap kondisi ekonomi domestik, termasuk harga pangan. Oleh karena itu, pemerintah diminta segera mengambil langkah proaktif untuk menekan konsumsi BBM nasional.

“Kita menghadapi perkembangan yang terjadi secara global di kawasan Eropa dan Timur Tengah, dan ini tentunya memberi dampak bagi kita karena akan mempengaruhi harga BBM. Harga BBM juga bisa mempengaruhi harga makanan,” ujar Prabowo dalam keterangannya, dikutip Senin (16/3/2026).

Menurutnya, meskipun pemerintah telah memiliki sejumlah rencana terkait pengelolaan energi nasional, langkah-langkah penghematan tetap perlu dipercepat agar dampak global tidak membebani perekonomian dalam negeri.

“Kita harus melakukan langkah-langkah yang proaktif, dalam arti kita harus melakukan penghematan konsumsi BBM. Kita tidak bisa berasumsi bahwa apapun yang terjadi kita aman, tapi kita tidak ada upaya untuk mengurangi konsumsi BBM kita,” lanjutnya.

Contoh Kebijakan Pakistan

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo juga menunjukkan sejumlah langkah yang telah diterapkan negara lain untuk menghadapi gejolak harga energi global. Salah satu contoh yang disampaikan adalah kebijakan pemerintah Pakistan.

Menurut Prabowo, Pakistan bahkan telah menerapkan langkah-langkah yang disebut sebagai “langkah-langkah kritis” atau kebijakan darurat untuk menghemat energi.

Beberapa kebijakan yang dilakukan antara lain menerapkan sistem kerja dari rumah bagi 50 persen pegawai pemerintah dan swasta, serta mengurangi hari kerja menjadi hanya empat hari dalam seminggu.

Selain itu, pemerintah Pakistan juga melakukan pemotongan gaji bagi pejabat negara, termasuk anggota kabinet dan parlemen, yang kemudian dialokasikan untuk membantu kelompok masyarakat yang paling rentan.

“Mereka bahkan mengurangi gaji untuk anggota kabinet, untuk anggota DPR, dan semua penghematan gaji ini dikumpulkan untuk membantu kelompok paling rentan dan lemah,” kata Prabowo.

Tak hanya itu, Pakistan juga membatasi penggunaan kendaraan dinas pemerintah dengan mewajibkan sekitar 60 persen kendaraan pemerintah tidak digunakan setiap hari.

Penghematan juga dilakukan dengan menghentikan berbagai belanja non-prioritas pemerintah, seperti pembelian AC, kendaraan dinas, dan furnitur di seluruh lembaga pemerintahan untuk jangka waktu tertentu.

Selain itu, sejumlah kegiatan seperti kunjungan kerja juga dikurangi, sementara kegiatan pendidikan tinggi diarahkan untuk memanfaatkan pembelajaran yang berani guna menekan konsumsi energi.

Opsi yang Masih Dikaji

Prabowo menegaskan bahwa langkah-langkah tersebut bukanlah keputusan yang langsung diterapkan di Indonesia, melainkan contoh kebijakan yang dapat dipelajari dan dikaji oleh pemerintah.

Ia berharap pemerintah dapat mulai menerapkan budaya penghematan energi agar ketahanan ekonomi nasional tetap terjaga di tengah ancaman global.

“Saya kira kita harus mengupayakan bahwa kita melakukan penghematan. Saya percaya dua sampai tiga tahun kita akan sangat kuat, tapi kita harus hemat konsumsi,” ujarnya.

Prabowo juga menekankan pentingnya menjaga stabilitas fiskal negara. Menurutnya, penghematan energi dapat membantu pemerintah mengendalikan defisit anggaran.

“Dengan demikian, kita berharap kita akan selalu menjaga agar defisit kita tidak bertambah. Apalagi, cita-cita saya kalau bisa kita tidak punya defisit,” tandasnya.