• Kabar Jawa
  • Kabar Kalimantan
  • Kabar Makassar
  • Kabar Pekanbaru
  • Kabar Sumatera
  • Kabar Sunda
KabarIndonesia.id
  • Home
  • AI
    • Bisnis dan Ekosistem
    • Edukasi dan Masa Depan
    • Regulasi dan Etika
    • Industri dan Terapan
    • Inovasi dan Tren
  • Nasional
  • Daerah
    • Jawa Bali
    • Sumatera
    • Kalimantan
    • Sulawesi
    • Nusa Tenggara
    • Papua
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Keuangan
    • Pajak
    • Syariah
  • Politik
  • Gaya Hidup
    • Fashion
    • Film dan Musik
    • Otomotif
    • Teknologi
  • Lainnya
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Cek Fakta
    • Video
    • Indeks
No Result
View All Result
Kabar Indonesia
No Result
View All Result
  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Kode Etik dan Pedoman Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi

Waspada Virus Nipah, IDAI Ingatkan Anak Tak Makan Buah Bekas Gigitan Kelelawar

by Gusti Ridani
29 Januari 2026
Home Gaya Hidup Kesehatan
Share ke FBShare ke XShare di WA

KabarIndonesia.id — Ketua Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Dr. dr. Piprim Basarah Yanuarso, Sp.A mengimbau orang tua untuk mengingatkan anak-anak agar tidak memakan buah yang terdapat bekas gigitan kelelawar. Hal tersebut dikhawatirkan dapat menjadi media penularan virus Nipah.

“Banyak juga kebiasaan kita, anak-anak memungut buah-buah yang bekas dimakan kelelawar, karena malas manjat, buah yang bekas kelelawar kadang-kadang juga dimakan, kalau kelelawarnya mengandung virus nipah, maka ini bisa menularkan ke anak-anak kita,” kata Piprim dalam webinar dikutip dari Antara, Kamis (29/1/2026).

Virus Nipah merupakan penyakit zoonosis atau virus yang ditularkan dari hewan ke manusia. Hewan pembawa virus ini di antaranya kelelawar, babi, dan hewan ternak lainnya.

Piprim mengungkapkan, tingkat kematian akibat virus Nipah tergolong sangat tinggi, yakni mencapai 75 persen. Artinya, tiga dari empat orang yang terinfeksi berisiko meninggal dunia.

Karena sifatnya yang zoonotik, kewaspadaan terhadap hewan liar di sekitar lingkungan tempat tinggal maupun hewan ternak perlu ditingkatkan.

Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara orang tua, tenaga medis, dan masyarakat dalam melaporkan kejadian kematian hewan liar atau ternak yang tidak wajar.

Hingga kini, virus Nipah belum memiliki vaksin maupun pengobatan yang spesifik. Gejala awalnya pun kerap menyerupai infeksi virus pada umumnya, seperti demam dan nyeri tubuh, sehingga sering luput diwaspadai.

Jika tidak ditangani secara cepat, infeksi virus Nipah berpotensi berkembang menjadi radang otak serta menyerang sistem pertahanan tubuh lainnya.

Sebagai langkah pencegahan, Piprim menekankan pentingnya kembali menggiatkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dalam kehidupan sehari-hari.

“Jadi ini memang salah satu penyakit yang cukup serius, dan belum ada obat maupun vaksinnya. Oleh karena itu, PHBS menjadi salah satu kunci utama, perilaku hidup bersih dan sehat,” ujarnya.

Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk mengenali gejala sejak dini dan segera membawa pasien ke fasilitas kesehatan apabila muncul tanda-tanda infeksi.

Meski demikian, Piprim mengingatkan agar masyarakat tidak panik berlebihan dalam menyikapi informasi terkait virus Nipah. Kewaspadaan tetap diperlukan, namun harus dibarengi dengan pemahaman yang tepat agar keluarga dan anak-anak tetap terlindungi.

Tags: #PenyebaranVirusAncanaman virusIDAIPenularan virusVirus Nipah

Gusti Ridani

Jurnalis sejak 2020, bergabung ke Kabar Grup Indonesia mulai 2024 sebagai editor.

Next Post
Gejolak Timur Tengah Dongkrak Harga Emas Antam, Tembus Rp 3,1 Juta per Gram

Usai Sentuh Rp3,2 Juta, Harga Emas Antam Hari Ini Terkoreksi

Recommended.

KabarIndonesia.ID

Berjalan Kaki, Presiden Jokowi Susuri Kawasan Malioboro

30 Desember 2023
Prabowo Tambah Bantuan Pangan Beras 10 Kg, Sasar 33,24 Juta Warga

Prabowo Tambah Bantuan Pangan Beras 10 Kg, Sasar 33,24 Juta Warga

10 Juni 2026

Subscribe.

Trending.

Ketua MPR RI Ahmad Muzan

Prabowo Fokus Tata Hukum Nasional, Respons Kasus Suap Hakim Jadi Sorotan

17 April 2025
KabarIndonesia.ID

Harga Emas Hari Ini di Angka Rp1.020.000

30 Desember 2023
Belum Lapor SPT? Ini Cara Ajukan Perpanjangan hingga 2 Bulan

Menkeu Purbaya Akui Aktivasi Akun Coretax Mandiri Rumit, Minta DJP Perjelas Panduan

1 Januari 2026
BMKG Bantah Narasi OMC Sebabkan Cuaca Tak Stabil dan Banjir Besar

BMKG Bantah Narasi OMC Sebabkan Cuaca Tak Stabil dan Banjir Besar

29 Januari 2026
Harga Emas Antam 23 November Naik Rp21.000, Tembus Rp1,541 Juta per Gram

Harga Emas Antam 23 November Naik Rp21.000, Tembus Rp1,541 Juta per Gram

25 November 2024
Kabar Indonesia

Aktual, akurat, berbasis data mengabarkan Indonesia.

Pengelola

PT. Kabar Grup Indonesia

Alamat Redaksi:
Office Park OL3.12A, The Bellagio Mall Jl. Kawasan Mega Kuningan Kav.E.4.3, Setiabudi, Jakarta Selatan
Email: info@kabarindonesia.id

Rubrik

  • AI
  • Nasional
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Politik & Pemilu
  • Olahraga
  • Cek Fakta

Jaringan Media

  • Kabar Jawa
  • Kabar Kalimantan
  • Kabar Pekanbaru
  • Kabar Makassar
  • Kabar Sumatera
  • Kabar Sunda
  • Rujukan Desa
  • Serambi Muslim

Media Sosial

Follow Us

  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Kode Etik dan Pedoman Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi

© 2026 Kabar Indonesia - Managed by Kabar Grup Indonesia.

No Result
View All Result
  • Home
  • AI
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik & Pemilu
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Cek Fakta
  • Video
  • Indeks

© 2026 Kabar Indonesia - Managed by Kabar Grup Indonesia.

Not enough quota to unlock this post
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?
Exit mobile version