• Kabar Jawa
  • Kabar Kalimantan
  • Kabar Makassar
  • Kabar Pekanbaru
  • Kabar Sumatera
  • Kabar Sunda
KabarIndonesia.id
  • Home
  • AI
    • Bisnis dan Ekosistem
    • Edukasi dan Masa Depan
    • Regulasi dan Etika
    • Industri dan Terapan
    • Inovasi dan Tren
  • Nasional
  • Daerah
    • Jawa Bali
    • Sumatera
    • Kalimantan
    • Sulawesi
    • Nusa Tenggara
    • Papua
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Keuangan
    • Pajak
    • Syariah
  • Politik
  • Gaya Hidup
    • Fashion
    • Film dan Musik
    • Otomotif
    • Teknologi
  • Lainnya
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Cek Fakta
    • Video
    • Indeks
No Result
View All Result
Kabar Indonesia
No Result
View All Result
  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Kode Etik dan Pedoman Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi

Pencemaran Sungai Cisadane Meluas 22,5 Km, BRIN Turun Tangan Lakukan Kajian

by Gusti Ridani
12 Februari 2026
Home News
Share ke FBShare ke XShare di WA

KabarIndonesia.id — Kasus pencemaran Sungai Cisadane di Banten yang dilaporkan meluas hingga 22,5 kilometer kini mendapat perhatian Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Kepala BRIN Arif Satria menyatakan pihaknya akan mempelajari lebih lanjut peristiwa tersebut dan melakukan kajian untuk mengetahui penyebab serta dampaknya.

“Untuk Cisadane segera, nanti saya dengan tim akan belajar,” kata Arif usai menghadiri seminar di Kementerian Kesehatan, Jakarta, Kamis.

Arif menjelaskan, ia telah berkomunikasi dengan sejumlah personel di lapangan untuk memperoleh gambaran awal terkait kronologi pencemaran yang terjadi.

“Saya masih ingin memanggil dari tim yang sudah bergerak, seperti apakah case-nya, nah kemudian kita akan selesaikan segera,” ujar dia.

Pencemaran Meluas di Tangsel, Kota Tangerang, hingga Kabupaten Tangerang

Sebelumnya, pencemaran di Sungai Cisadane dilaporkan telah meluas sekitar 22,5 kilometer, mencakup wilayah Kota Tangerang Selatan, Kota Tangerang, dan Kabupaten Tangerang.

Peristiwa ini dipicu kebakaran gudang perusahaan pupuk yang menyebabkan cairan pestisida mengalir ke Sungai Jeletreng, anak Sungai Cisadane, di Tangerang Selatan.

Dampaknya, berbagai biota air dilaporkan mati, seperti ikan mas, ikan baung, ikan patin, ikan nila, hingga ikan sapu-sapu.

“Kurang lebih 20 ton pestisida terbakar, dan air sisa pemadaman yang bercampur residu kimia mengalir hingga mencemari sungai. Kondisi ini sangat berdampak serius terhadap ekosistem perairan dan masyarakat di sekitarnya,” kata Menteri Lingkungan Hidup (LH) Hanif Faisol Nurofiq, Rabu (11/2).

Menteri LH menyatakan pihaknya akan mendalami kasus ini melalui pengujian laboratorium dan kajian ilmiah.

Ia juga mengimbau warga di sekitar aliran sungai untuk sementara tidak menggunakan air sungai karena berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan.

“Kami akan mendalami kasus ini melalui serangkaian pengujian laboratorium dan kajian ilmiah. Untuk sementara waktu, kami mengimbau masyarakat yang tinggal di sekitar aliran sungai agar tidak menggunakan air sungai untuk kebutuhan sehari-hari, karena berpotensi menyebabkan iritasi kulit dan mata, serta gangguan pernapasan jika uapnya terhirup,” ucap dia.

Pemkot Tangerang Perketat Pemantauan Kualitas Air

Di sisi lain, Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) melakukan pemantauan intensif terhadap kualitas air Sungai Cisadane usai terdeteksinya dugaan pencemaran pada aliran air baku, Senin (9/2/2026) malam.

Kepala DLH Kota Tangerang Wawan Fauzi menyebut timnya melakukan pemantauan ketat menggunakan alat pantau kualitas air yang diperbarui setiap jam. Pemkot juga melakukan uji laboratorium secara berulang untuk memastikan tingkat keamanan air.

”Selain pemantauan berkala, Pemkot Tangerang juga akan telah melakukan uji laboratorium guna memastikan tingkat keamanan air. Hal ini dilakukan secara berulang. Hingga hasil uji tersebut nantinya akan menjadi dasar bagi pemerintah daerah untuk merilis pernyataan resmi terkait status keamanan Sungai Cisadane,” papar Wawan, Rabu (11/2/26).

Selama proses pemantauan dan pengujian berlangsung, masyarakat diminta tidak menggunakan air Sungai Cisadane untuk mandi, mencuci, memasak, maupun konsumsi.

Warga juga diimbau tidak menangkap, mengolah, atau mengonsumsi ikan dari Sungai Cisadane karena berisiko terpapar zat kimia berbahaya.

”Seluruh aktivitas yang memanfaatkan air Sungai Cisadane agar dihentikan sementara hingga hasil uji laboratorium resmi dirilis dan sungai dinyatakan kembali dalam kondisi aman,” tegasnya.

Tags: BRINcairan pestisidaPencemaran LingkunganPencemaran sungaipencemaran Sungai Cisadaneperusahaan pupuk

Gusti Ridani

Jurnalis sejak 2020, bergabung ke Kabar Grup Indonesia mulai 2024 sebagai editor.

Next Post
Pendaftaran Mudik Gratis Pemprov DKI 2026 Klaster 2 Dibuka, Cek Syarat dan Rutenya!

Mudik Gratis Lebaran 2026: Kemenhub Siapkan 401 Bus ke 34 Kota Tujuan

Recommended.

Truk Rem Blong Sebabkan Kecelakaan Beruntun di Slipi, Satu Orang Tewas

Truk Rem Blong Sebabkan Kecelakaan Beruntun di Slipi, Satu Orang Tewas

27 November 2024
Pemerintah Tambah Anggaran Rp2 Triliun, Perbaikan Jembatan Pascabencana Dipercepat

Pemerintah Tambah Anggaran Rp2 Triliun, Perbaikan Jembatan Pascabencana Dipercepat

12 Januari 2026

Subscribe.

Trending.

Ketua MPR RI Ahmad Muzan

Prabowo Fokus Tata Hukum Nasional, Respons Kasus Suap Hakim Jadi Sorotan

17 April 2025
KabarIndonesia.ID

Harga Emas Hari Ini di Angka Rp1.020.000

30 Desember 2023
Belum Lapor SPT? Ini Cara Ajukan Perpanjangan hingga 2 Bulan

Menkeu Purbaya Akui Aktivasi Akun Coretax Mandiri Rumit, Minta DJP Perjelas Panduan

1 Januari 2026
BMKG Bantah Narasi OMC Sebabkan Cuaca Tak Stabil dan Banjir Besar

BMKG Bantah Narasi OMC Sebabkan Cuaca Tak Stabil dan Banjir Besar

29 Januari 2026
Harga Emas Antam 23 November Naik Rp21.000, Tembus Rp1,541 Juta per Gram

Harga Emas Antam 23 November Naik Rp21.000, Tembus Rp1,541 Juta per Gram

25 November 2024
Kabar Indonesia

Aktual, akurat, berbasis data mengabarkan Indonesia.

Pengelola

PT. Kabar Grup Indonesia

Alamat Redaksi:
Office Park OL3.12A, The Bellagio Mall Jl. Kawasan Mega Kuningan Kav.E.4.3, Setiabudi, Jakarta Selatan
Email: info@kabarindonesia.id

Rubrik

  • AI
  • Nasional
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Politik & Pemilu
  • Olahraga
  • Cek Fakta

Jaringan Media

  • Kabar Jawa
  • Kabar Kalimantan
  • Kabar Pekanbaru
  • Kabar Makassar
  • Kabar Sumatera
  • Kabar Sunda
  • Rujukan Desa
  • Serambi Muslim

Media Sosial

Follow Us

  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Kode Etik dan Pedoman Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi

© 2026 Kabar Indonesia - Managed by Kabar Grup Indonesia.

No Result
View All Result
  • Home
  • AI
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik & Pemilu
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Cek Fakta
  • Video
  • Indeks

© 2026 Kabar Indonesia - Managed by Kabar Grup Indonesia.

Not enough quota to unlock this post
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?
Go to mobile version