• Kabar Makassar
  • Kabar Jawa
  • Kabar Sunda
  • Kabar Pekanbaru
  • Kabar Kalimantan
  • Serambi Muslim
KabarIndonesia.id
  • Home
  • AI
    • Bisnis dan Ekosistem
    • Edukasi dan Masa Depan
    • Regulasi dan Etika
    • Industri dan Terapan
    • Inovasi dan Tren
  • Nasional
  • Daerah
    • Jawa Bali
    • Sumatera
    • Kalimantan
    • Sulawesi
    • Nusa Tenggara
    • Papua
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Keuangan
    • Pajak
    • Syariah
  • Politik
  • Gaya Hidup
    • Fashion
    • Film dan Musik
    • Otomotif
    • Teknologi
  • Lainnya
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Cek Fakta
    • Video
    • Indeks
No Result
View All Result
Kabar Indonesia
No Result
View All Result
  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Kode Etik dan Pedoman Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi

Mengenal Metode Hisab dan Rukyat Penentuan Awal Puasa

by Gusti Ridani
16 Februari 2026
Home News
Share ke FBShare ke XShare di WA

KabarIndonesia.id — Menjelang Ramadhan 1447 Hijriah, pertanyaan soal kapan awal puasa kembali ramai diperbincangkan masyarakat. Perbedaan penetapan tanggal biasanya terjadi karena metode penentuan awal bulan yang digunakan, yakni hisab dan rukyat.

Berdasarkan kalender Hijriah nasional, awal Ramadhan diperkirakan jatuh pada 19 Februari 2026. Namun pemerintah melalui Kementerian Agama Republik Indonesia masih akan menetapkan 1 Ramadhan melalui sidang isbat pada 17 Februari 2026.

Penetapan tersebut mengacu pada dua pendekatan utama, yaitu perhitungan astronomi (hisab) dan pengamatan hilal (rukyat) di berbagai titik pemantauan di Indonesia.

Metode Rukyat ala Nahdlatul Ulama

Organisasi keagamaan ini menggunakan rukyat atau pengamatan langsung hilal. Hasil pengamatan kemudian menjadi bagian pertimbangan sidang isbat pemerintah sehingga tanggal yang ditetapkan umumnya sejalan dengan keputusan resmi negara.

Sekretaris LFNU Jakarta Ikhwanudin menjelaskan penentuan awal bulan Hijriah bergantung pada terlihatnya hilal setelah matahari terbenam pada tanggal 29 bulan berjalan.

“Dasar penetapan awal bulan hijriah adalah terlihatnya hilal setelah matahari terbenam pada tanggal 29 Hijriah. Jika hilal tidak terukyat, maka dilakukan istikmal, bukan berdasarkan rukyatul kusuf. Gerhana hanya merupakan indikator,” ujarnya.

Jika hilal tidak terlihat, maka bulan disempurnakan menjadi 30 hari atau disebut istikmal.

Metode Hisab Versi Muhammadiyah

Sementara itu, Muhammadiyah menetapkan awal Ramadhan melalui metode hisab hakiki wujudul hilal, yakni perhitungan astronomi posisi matahari dan bulan secara matematis.

Melalui maklumat resmi Majelis Tarjih dan Tajdid, Muhammadiyah menetapkan 1 Ramadhan 1447 Hijriah jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026.

“Menurut hisab hakiki wujudul hilal, bulan sudah memenuhi syarat sehingga 1 Ramadhan 1447 H jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026,” demikian isi maklumat PP Muhammadiyah.

Metode ini tidak menunggu pengamatan langsung, melainkan menggunakan data astronomi yang akurat untuk menentukan awal bulan.

Menunggu Keputusan Pemerintah

Perbedaan pendekatan membuat awal puasa bisa berbeda pada suatu hari. Oleh karena itu, pemerintah menggabungkan hisab dan rukyat dalam sidang isbat agar menghasilkan keputusan nasional yang menjadi acuan masyarakat luas.

Dengan demikian, kepastian awal Ramadhan 2026 tetap menunggu hasil sidang isbat pemerintah, sementara organisasi keagamaan tetap menggunakan metode masing-masing sebagai pedoman ibadah umat.

Tags: Awal Ramadhan 2026bulan ramadhanPenentuan awal puasaPuasa RamadhanRamadhan

Gusti Ridani

Jurnalis sejak 2020, bergabung ke Kabar Grup Indonesia mulai 2024 sebagai editor.

Next Post
Konflik Tanah Adat di Merauke Memanas, Solidaritas Merauke Desak Pemerintah Turun Tangan

Ketua Marga Kamuyen Diserang, Konflik Tanah Adat di Merauke Memanas

Recommended.

Bertemu Elon Musk, Jokowi Bahas Pengembangan Investasi

Bertemu Elon Musk, Jokowi Bahas Pengembangan Investasi

21 Mei 2024
KA Bandara Tabrak Truk di Perlintasan Poris, Operasional Sempat Ditutup

KA Bandara Tabrak Truk di Perlintasan Poris, Operasional Sempat Ditutup

20 Februari 2026

Subscribe.

Trending.

PBB Rilis Laporan Ilmiah AI Pertama, Peringatkan Regulasi Tertinggal dan Ancaman Teknologi Makin Nyata

PBB Rilis Laporan Ilmiah AI Pertama, Peringatkan Regulasi Tertinggal dan Ancaman Teknologi Makin Nyata

3 Juli 2026
AI Premium Tak Lagi Mahal, Kabuzen AI Sasar Pelajar dan Mahasiswa

AI Premium Tak Lagi Mahal, Kabuzen AI Sasar Pelajar dan Mahasiswa

30 Juni 2026
DPR Usul AI Bantu Diagnosis di Daerah, Ini Tanggapan Menkes

DPR Usul AI Bantu Diagnosis di Daerah, Ini Tanggapan Menkes

25 Juni 2026
Google DeepMind Gandeng A24 Kembangkan AI untuk Produksi Film

Google DeepMind Gandeng A24 Kembangkan AI untuk Produksi Film

25 Juni 2026
Prabowo Samakan Risiko AI dengan Nuklir, Sebut Bisa Mengancam Peradaban

Prabowo Soroti Fenomena Agen AI, Siapkan Penguatan SDM dan Riset Indonesia

30 Juni 2026
Kabar Indonesia

Aktual, akurat, berbasis data mengabarkan Indonesia.

Pengelola

PT. Kabar Grup Indonesia

Alamat Redaksi:
Office Park OL3.12A, The Bellagio Mall Jl. Kawasan Mega Kuningan Kav.E.4.3, Setiabudi, Jakarta Selatan
Email: info@kabarindonesia.id

Rubrik

  • AI
  • Nasional
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Politik & Pemilu
  • Olahraga
  • Cek Fakta

Jaringan Media

  • Kabar Makassar
  • Kabar Jawa
  • Kabar Sunda
  • Kabar Pekanbaru
  • Kabar Kalimantan
  • Rujukan Desa
  • Serambi Muslim

Media Sosial

Follow Us

  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Kode Etik dan Pedoman Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi

© 2026 Kabar Indonesia - Managed by Kabar Grup Indonesia.

No Result
View All Result
  • Home
  • AI
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik & Pemilu
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Cek Fakta
  • Video
  • Indeks

© 2026 Kabar Indonesia - Managed by Kabar Grup Indonesia.

Not enough quota to unlock this post
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?
Go to mobile version