• Kabar Makassar
  • Kabar Jawa
  • Kabar Sunda
  • Kabar Pekanbaru
  • Kabar Kalimantan
  • Serambi Muslim
KabarIndonesia.id
  • Home
  • AI
    • Bisnis dan Ekosistem
    • Edukasi dan Masa Depan
    • Regulasi dan Etika
    • Industri dan Terapan
    • Inovasi dan Tren
  • Nasional
  • Daerah
    • Jawa Bali
    • Sumatera
    • Kalimantan
    • Sulawesi
    • Nusa Tenggara
    • Papua
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Keuangan
    • Pajak
    • Syariah
  • Politik
  • Gaya Hidup
    • Fashion
    • Film dan Musik
    • Otomotif
    • Teknologi
  • Lainnya
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Cek Fakta
    • Video
    • Indeks
No Result
View All Result
Kabar Indonesia
No Result
View All Result
  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Kode Etik dan Pedoman Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi

Longsor Bandung Barat, Menteri LH Singgung Pertanian Sayuran Subtropis di Kawasan Gunung

by Gusti Ridani
26 Januari 2026
Home News
Share ke FBShare ke XShare di WA

KabarIndonesia.id — Longsor yang melanda kawasan Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, membuka kembali persoalan lama soal alih fungsi lahan di wilayah pegunungan.

Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, menyoroti masifnya pertanian mengintensifkan sayuran subtropis yang kini menjalar hingga kaki Gunung Burangrang.

Sorotan tersebut disampaikan Hanif saat meninjau langsung lokasi longsor di Kampung Pasirkuning dan Pasirkuda, Minggu (25/1/2026).

Ia menilai bentang alam di kawasan tersebut telah berubah signifikan, ditandai dengan hamparan tanaman sayuran yang bukan berasal dari habitat tropis Indonesia.

Menurut Hanif, alih-alih fungsi lahan tidak dapat terlepas dari dampak urbanisasi dan perubahan pola konsumsi masyarakat perkotaan.

Pergeseran kebutuhan pangan itu, kata dia, mendorong aktivitas pertanian bergerak naik ke kawasan yang seharusnya dilindungi.

“Urbanisasi ini membawa perubahan pola makan. Kita makan sesuatu yang sebetulnya bukan dari habitat kita,” ujar Hanif di lokasi longsor.

Ia menyebut sejumlah komoditas yang kini banyak dibudidayakan di kawasan tersebut, seperti paprika, kentang, dan kol kubis.

“Ini bukan dari Indonesia, jadi ini sebagian besar jenis-jenis yang kita tanam hari ini berasal dari subtropis, seperti di Amerika Selatan gitu ya, Chile, Peru, Andes,” katanya.

Hanif menjelaskan, pola intensifikasi pertanian untuk sayuran subtropis merupakan dampak langsung dari urbanisasi yang berlangsung secara masif di kota-kota besar, sekaligus mengubah kebiasaan konsumsi masyarakat.

“Ini aspek urbanisasi yang cukup masif di kota-kota ya, sehingga membawa perubahan pola makan kita, kita makan hal yang sepertinya bukan kebiasaan kita, seperti kentang, kol, kobis, paprika,” ujarnya.

Kondisi tersebut, lanjut Hanif, memicu dibukanya kawasan gunung secara terus-menerus demi memenuhi permintaan pasar.

“Kita sebenarnya karakternya tidak seperti itu, tahun 2025 dulu tidak semasif ini, sehingga ini membawa dampak pertanian naik ke gunung dan terbukanya menjadi lahan pertanian seperti ini,” kata dia.

Meski begitu, Hanif menegaskan pemerintah tidak akan mengambil kesimpulan menarik terkait penyebab longsor.

Kementerian Lingkungan Hidup, kata dia, akan melakukan kajian ilmiah secara mendalam dengan melibatkan para ahli dan akademisi.

“Besok kami sudah menurunkan ahli sebagaimana kami lakukan di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh Tamiang. Kalau bicara lingkungan ini harus saintis, tidak bisa main kira-kira,” ujarnya.

Ia menambahkan, kajian detail tersebut diperkirakan membutuhkan waktu satu hingga dua pekan sebelum pemerintah menetapkan langkah penanganan yang tepat.

“Saya rasa perlu lebih mendalami ini, kami mungkin memerlukan waktu 1–2 minggu untuk menyelesaikan kajian detail bersama para akademisi, dari BRIN, dan orang lain untuk merumuskan langkah-langkah ini,” tutup Hanif.

Tags: Bandung BaratBencana AlamBencana HidrometeorologiLongsorMeteri Lingkungan HidupPenanganan Bencanatanah longsor

Gusti Ridani

Jurnalis sejak 2020, bergabung ke Kabar Grup Indonesia mulai 2024 sebagai editor.

Next Post
2.277 WNI di Kamboja Minta Dipulangkan, KBRI Phnom Penh Perkuat Penanganan Kasus

2.277 WNI di Kamboja Minta Dipulangkan, KBRI Phnom Penh Perkuat Penanganan Kasus

Recommended.

KabarIndonesia.ID

Jokowi Pesankan Jaga Demokrasi dan Toleransi Pemilu 2024

30 Desember 2023
KabarIndonesia.ID

Ketua DPD RI: Stop Kekerasan Terhadap Jurnalis

30 Desember 2023

Subscribe.

Trending.

PBB Rilis Laporan Ilmiah AI Pertama, Peringatkan Regulasi Tertinggal dan Ancaman Teknologi Makin Nyata

PBB Rilis Laporan Ilmiah AI Pertama, Peringatkan Regulasi Tertinggal dan Ancaman Teknologi Makin Nyata

3 Juli 2026
AI Premium Tak Lagi Mahal, Kabuzen AI Sasar Pelajar dan Mahasiswa

AI Premium Tak Lagi Mahal, Kabuzen AI Sasar Pelajar dan Mahasiswa

30 Juni 2026
DPR Usul AI Bantu Diagnosis di Daerah, Ini Tanggapan Menkes

DPR Usul AI Bantu Diagnosis di Daerah, Ini Tanggapan Menkes

25 Juni 2026
Google DeepMind Gandeng A24 Kembangkan AI untuk Produksi Film

Google DeepMind Gandeng A24 Kembangkan AI untuk Produksi Film

25 Juni 2026
Prabowo Samakan Risiko AI dengan Nuklir, Sebut Bisa Mengancam Peradaban

Prabowo Soroti Fenomena Agen AI, Siapkan Penguatan SDM dan Riset Indonesia

30 Juni 2026
Kabar Indonesia

Aktual, akurat, berbasis data mengabarkan Indonesia.

Pengelola

PT. Kabar Grup Indonesia

Alamat Redaksi:
Office Park OL3.12A, The Bellagio Mall Jl. Kawasan Mega Kuningan Kav.E.4.3, Setiabudi, Jakarta Selatan
Email: info@kabarindonesia.id

Rubrik

  • AI
  • Nasional
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Politik & Pemilu
  • Olahraga
  • Cek Fakta

Jaringan Media

  • Kabar Makassar
  • Kabar Jawa
  • Kabar Sunda
  • Kabar Pekanbaru
  • Kabar Kalimantan
  • Rujukan Desa
  • Serambi Muslim

Media Sosial

Follow Us

  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Kode Etik dan Pedoman Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi

© 2026 Kabar Indonesia - Managed by Kabar Grup Indonesia.

No Result
View All Result
  • Home
  • AI
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik & Pemilu
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Cek Fakta
  • Video
  • Indeks

© 2026 Kabar Indonesia - Managed by Kabar Grup Indonesia.

Not enough quota to unlock this post
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?
Go to mobile version