• Kabar Makassar
  • Kabar Jawa
  • Kabar Sunda
  • Kabar Pekanbaru
  • Kabar Kalimantan
  • Serambi Muslim
KabarIndonesia.id
  • Home
  • AI
    • Bisnis dan Ekosistem
    • Edukasi dan Masa Depan
    • Regulasi dan Etika
    • Industri dan Terapan
    • Inovasi dan Tren
  • Nasional
  • Daerah
    • Jawa Bali
    • Sumatera
    • Kalimantan
    • Sulawesi
    • Nusa Tenggara
    • Papua
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Keuangan
    • Pajak
    • Syariah
  • Politik
  • Gaya Hidup
    • Fashion
    • Film dan Musik
    • Otomotif
    • Teknologi
  • Lainnya
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Cek Fakta
    • Video
    • Indeks
No Result
View All Result
Kabar Indonesia
No Result
View All Result
  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Kode Etik dan Pedoman Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi

Launching Buku Demokrasi Digital di IPB, Akbar Faizal Apresiasi Kritik Terukur Gen Z

by Gusti Ridani
18 Juni 2026
Home News
Share ke FBShare ke XShare di WA

KABARINDONESIA.ID — Isu buzzer, kualitas demokrasi digital, hingga kedaulatan data menjadi sorotan mahasiswa dalam peluncuran dan bedah buku Demokrasi Digital: Viralitas, Algoritma dan Gen Z karya Andi Ilham Paulangi di IPB University, Dramaga, Bogor, Rabu (17/6/2026).

Meski sempat diwarnai dinamika menjelang pelaksanaan, forum akhirnya berlangsung lancar dan menghadirkan diskusi kritis mengenai masa depan ruang publik digital di Indonesia.

Kegiatan yang digelar Nagara Institute bekerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) serta BEM IPB tersebut membahas berbagai tantangan demokrasi digital, mulai dari pengaruh algoritma, viralitas informasi, hingga keresahan generasi muda terhadap kualitas percakapan publik di media digital.

Politikus senior, dan analis politik, Akbar Faizal mengungkapkan bahwa forum tersebut telah dipersiapkan sekitar satu bulan sebelumnya bersama BEM IPB.

Awalnya, Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Viada Hafid dijadwalkan hadir sebagai salah satu pembicara. Namun karena berhalangan, Meutya menugaskan Direktur Digital Komdigi Farida Dewi untuk mewakili kementerian dalam forum tersebut.

Menjelang acara dimulai, situasi sempat memanas setelah pimpinan BEM IPB mempertanyakan kelanjutan kegiatan karena mendapat informasi bahwa Menteri Komdigi tidak dapat hadir secara langsung.

“Saya datang tepat sebelum acara. Laporan dari tim saya yang sejak pagi hari menginfokan semua sudah siap,” tulis Akbar dalam keterangannya, Kamis (18/6/2026).

Menurut Akbar, proses negosiasi dengan mahasiswa berlangsung cukup alot. Ia kemudian meyakinkan para mahasiswa bahwa seluruh kritik dan aspirasi yang ingin disampaikan akan diteruskan kepada Menteri Komdigi.

“Akhirnya saya bisa meyakinkan anak-anak muda para pemimpin mahasiswa ini bahwa seluruh unek-unek mereka saya pastikan akan sampai ke tangan Menteri,” ujarnya.

Akbar juga mengungkapkan bahwa dinamika serupa sebenarnya sudah muncul sebelum hari pelaksanaan. Ketidakhadiran salah satu narasumber yang sebelumnya diharapkan mahasiswa sempat memunculkan kekecewaan hingga acara nyaris batal dilaksanakan.

Meski demikian, komunikasi yang terbangun antara penyelenggara dan mahasiswa akhirnya menghasilkan kesepahaman sehingga forum tetap berjalan sesuai rencana.

Selama kurang lebih dua jam, diskusi berlangsung tertib dan interaktif. Menteri Komdigi Meutya Hafid juga mengirimkan video ucapan selamat yang ditayangkan melalui layar besar sebagai bentuk apresiasi kepada peserta forum.

Selain Akbar Faizal, forum turut menghadirkan Presiden BEM IPB, Wakil Rektor I IPB, serta perwakilan Komdigi yang menyampaikan pandangan mengenai tantangan demokrasi digital di era algoritma dan kecerdasan buatan.

Salah satu sesi yang paling menarik perhatian terjadi saat diskusi terbuka. Empat mahasiswa menyampaikan pertanyaan kritis yang menurut Akbar disampaikan secara tajam namun tetap terukur dan berbasis argumentasi.

Salah satu pertanyaan yang menjadi sorotan berkaitan dengan keberadaan buzzer dalam ruang digital nasional.

“Apakah pemerintah via Komdigi tahu tentang buzzer yang merusak ruang publik bahkan kualitas demokrasi dan kenapa tidak diberantas?” demikian salah satu pertanyaan peserta yang dikutip Akbar.

Tak hanya menyampaikan kritik, mahasiswa IPB juga menyerahkan hasil riset dan dokumen berisi gugatan terkait isu kedaulatan digital yang mereka nilai perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah.

Akbar kemudian meminta dokumen tersebut diserahkan langsung kepada Direktur Digital Komdigi, Farida Dewi. Menurutnya, Farida memberikan jaminan bahwa hasil kajian mahasiswa tersebut akan diteruskan kepada Menteri Meutya Hafid.

Forum akhirnya ditutup sesuai agenda tanpa insiden. Para peserta, mahasiswa, dan pembicara bahkan mengakhiri kegiatan dengan sesi foto bersama.

Bagi Akbar, pengalaman berdialog dengan mahasiswa IPB memberikan gambaran mengenai keresahan generasi muda terhadap berbagai persoalan bangsa, khususnya yang berkaitan dengan ruang digital dan demokrasi.

“Saya makin paham bahwa benar adanya terpendam ‘kemarahan’ anak-anak muda pada berbagai hal. Mereka marah dan frustasi karena merasa KITA tak cukup memberi respon yang layak,” kata Akbar.

Meski demikian, ia menilai mahasiswa IPB mampu mengelola kegelisahan tersebut melalui pendekatan intelektual yang elegan, berbasis riset, argumentasi, dan dialog terbuka.

“Pada kasus IPB kemarin itu, saya bertemu dengan anak-anak muda yang mampu mengelola emosi dalam balutan intelektual yang elegan,” ujarnya.

Akbar juga memberikan apresiasi kepada mahasiswa IPB yang tetap membuka ruang komunikasi dan negosiasi dalam menyampaikan kritik kepada pemerintah.

Tags: Akbar FaizalAndi Ilham PaulangiBedah bukuInstitut NagaraKedaulatan DigitalMahasiswa IPB

Gusti Ridani

Jurnalis sejak 2020, bergabung ke Kabar Grup Indonesia mulai 2024 sebagai editor.

Next Post
DPR Soroti Mekanisme RUU Perampasan Aset, Minta Batas Kewenangan APH Diperjelas

DPR Soroti Mekanisme RUU Perampasan Aset, Minta Batas Kewenangan APH Diperjelas

Recommended.

KabarIndonesia.ID

Inilah Jadwal Lengkap MotoGP Mandalika 2022, 18-20 Maret

30 Desember 2023
Snapdragon 8 Elite: Raja Baru di AnTuTu, Ungguli Apple A18 Pro?

Snapdragon 8 Elite: Raja Baru di AnTuTu, Ungguli Apple A18 Pro?

30 Oktober 2024

Subscribe.

Trending.

PBB Rilis Laporan Ilmiah AI Pertama, Peringatkan Regulasi Tertinggal dan Ancaman Teknologi Makin Nyata

PBB Rilis Laporan Ilmiah AI Pertama, Peringatkan Regulasi Tertinggal dan Ancaman Teknologi Makin Nyata

3 Juli 2026
AI Premium Tak Lagi Mahal, Kabuzen AI Sasar Pelajar dan Mahasiswa

AI Premium Tak Lagi Mahal, Kabuzen AI Sasar Pelajar dan Mahasiswa

30 Juni 2026
DPR Usul AI Bantu Diagnosis di Daerah, Ini Tanggapan Menkes

DPR Usul AI Bantu Diagnosis di Daerah, Ini Tanggapan Menkes

25 Juni 2026
Google DeepMind Gandeng A24 Kembangkan AI untuk Produksi Film

Google DeepMind Gandeng A24 Kembangkan AI untuk Produksi Film

25 Juni 2026
Prabowo Samakan Risiko AI dengan Nuklir, Sebut Bisa Mengancam Peradaban

Prabowo Soroti Fenomena Agen AI, Siapkan Penguatan SDM dan Riset Indonesia

30 Juni 2026
Kabar Indonesia

Aktual, akurat, berbasis data mengabarkan Indonesia.

Pengelola

PT. Kabar Grup Indonesia

Alamat Redaksi:
Office Park OL3.12A, The Bellagio Mall Jl. Kawasan Mega Kuningan Kav.E.4.3, Setiabudi, Jakarta Selatan
Email: info@kabarindonesia.id

Rubrik

  • AI
  • Nasional
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Politik & Pemilu
  • Olahraga
  • Cek Fakta

Jaringan Media

  • Kabar Makassar
  • Kabar Jawa
  • Kabar Sunda
  • Kabar Pekanbaru
  • Kabar Kalimantan
  • Rujukan Desa
  • Serambi Muslim

Media Sosial

Follow Us

  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Kode Etik dan Pedoman Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi

© 2026 Kabar Indonesia - Managed by Kabar Grup Indonesia.

No Result
View All Result
  • Home
  • AI
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik & Pemilu
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Cek Fakta
  • Video
  • Indeks

© 2026 Kabar Indonesia - Managed by Kabar Grup Indonesia.

Not enough quota to unlock this post
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?
Exit mobile version