• Kabar Makassar
  • Kabar Jawa
  • Kabar Sunda
  • Kabar Pekanbaru
  • Kabar Kalimantan
  • Serambi Muslim
KabarIndonesia.id
  • Home
  • AI
    • Bisnis dan Ekosistem
    • Edukasi dan Masa Depan
    • Regulasi dan Etika
    • Industri dan Terapan
    • Inovasi dan Tren
  • Nasional
  • Daerah
    • Jawa Bali
    • Sumatera
    • Kalimantan
    • Sulawesi
    • Nusa Tenggara
    • Papua
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Keuangan
    • Pajak
    • Syariah
  • Politik
  • Gaya Hidup
    • Fashion
    • Film dan Musik
    • Otomotif
    • Teknologi
  • Lainnya
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Cek Fakta
    • Video
    • Indeks
No Result
View All Result
Kabar Indonesia
No Result
View All Result
  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Kode Etik dan Pedoman Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi

Kondisi Cuaca Indonesia: 26 Daerah Alami Kekeringan Lebih dari Dua Bulan

by Firman Marlon
25 September 2024
Home Kabar Pilihan
Share ke FBShare ke XShare di WA

KabarIndonesia.id — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) baru-baru ini mengeluarkan pernyataan yang mengungkapkan bahwa sebanyak 26 daerah yang tersebar di enam provinsi Indonesia mengalami kekeringan dengan tidak adanya hujan selama lebih dari dua bulan hingga akhir September 2024. Situasi ini menjadi perhatian serius mengingat dampaknya terhadap kesejahteraan masyarakat dan ketahanan pangan.

Saat ini, BMKG mencatat bahwa hanya 20% dari jumlah Zona Musim (ZOM) Indonesia yang telah memasuki musim hujan. Wilayah yang sudah mulai merasakan hujan meliputi Aceh, Sumatera Utara, sebagian Sumatera Barat, sebagian Riau, sebagian Jambi, serta beberapa area di Kalimantan dan Sulawesi. Sementara itu, daerah-daerah lain masih terjebak dalam musim kemarau yang berkepanjangan.

BMKG mengimbau masyarakat untuk menggunakan sumber daya air dengan bijak, sebagai langkah mitigasi terhadap dampak kekeringan yang dapat dirasakan. Imbauan ini mencakup perlunya masyarakat mencegah terjadinya pemborosan air serta memastikan lingkungan sekitar dapat mengumpulkan dan mengalirkan air hujan dengan baik, terutama di daerah yang telah memasuki musim hujan.

Data yang dikemukakan oleh BMKG menunjukkan bahwa beberapa daerah terparah mengalami kekeringan ekstrem. Di Nusa Tenggara Timur (NTT), contohnya, Sumba Timur mencatat tidak ada hujan selama 150 hari, sedangkan Sikka dan Kota Kupang masing-masing tidak hujan selama 82 hari. Di Jawa Timur, daerah seperti Jember dan Kota Probolinggo juga mencatat kekeringan yang serupa, dengan tidak adanya hujan selama 149 hari. Hal ini menandakan bahwa beberapa daerah khususnya di Indonesia bagian timur dan selatan menghadapi tantangan berat terkait ketersediaan air.

Kekeringan berkepanjangan ini dapat memengaruhi sektor pertanian, pasokan air bersih, dan kesehatan publik. Oleh karena itu, kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan lembaga terkait sangat penting untuk menghadapi dan mengatasi dampak dari fenomena cuaca ini. Berbagai upaya mitigasi dan adaptasi harus dilaksanakan untuk memastikan ketahanan masyarakat terhadap perubahan iklim yang semakin tidak terduga.

Dalam menghadapi tantangan ini, langkah-langkah strategis harus diambil. Masyarakat diimbau untuk proaktif dalam mengelola sumber daya air dan mendukung inisiatif lokal yang berfokus pada pengelolaan lingkungan yang lebih baik. Dengan demikian, diharapkan, semua lapisan masyarakat dapat menghadapi musiman kekeringan ini dengan lebih siap dan terencana.

Tags: cuaca

Firman Marlon

Next Post
TOK! Mahkamah Agung Menolak Kasasi Jaksa Penuntut Umum: Fatia Haris Menang, Vonis Bebas Telah Berkekuatan Hukum Tetap!

TOK! Mahkamah Agung Menolak Kasasi Jaksa Penuntut Umum: Fatia Haris Menang, Vonis Bebas Telah Berkekuatan Hukum Tetap!

Recommended.

KabarIndonesia.ID

PPKM Level 4 Diperpanjang Sepekan ke Depan, Ini Daftar Bantuan yang Bakal Dicairkan

30 Desember 2023
AI Bukan Lagi Sekadar Chatbot, Kenali Perbedaan Chatbot, Copilot dan AI Agen

AI Bukan Lagi Sekadar Chatbot, Kenali Perbedaan Chatbot, Copilot dan AI Agen

13 Juli 2026

Subscribe.

Trending.

PBB Rilis Laporan Ilmiah AI Pertama, Peringatkan Regulasi Tertinggal dan Ancaman Teknologi Makin Nyata

PBB Rilis Laporan Ilmiah AI Pertama, Peringatkan Regulasi Tertinggal dan Ancaman Teknologi Makin Nyata

3 Juli 2026
AI Premium Tak Lagi Mahal, Kabuzen AI Sasar Pelajar dan Mahasiswa

AI Premium Tak Lagi Mahal, Kabuzen AI Sasar Pelajar dan Mahasiswa

30 Juni 2026
DPR Usul AI Bantu Diagnosis di Daerah, Ini Tanggapan Menkes

DPR Usul AI Bantu Diagnosis di Daerah, Ini Tanggapan Menkes

25 Juni 2026
Google DeepMind Gandeng A24 Kembangkan AI untuk Produksi Film

Google DeepMind Gandeng A24 Kembangkan AI untuk Produksi Film

25 Juni 2026
Prabowo Samakan Risiko AI dengan Nuklir, Sebut Bisa Mengancam Peradaban

Prabowo Soroti Fenomena Agen AI, Siapkan Penguatan SDM dan Riset Indonesia

30 Juni 2026
Kabar Indonesia

Aktual, akurat, berbasis data mengabarkan Indonesia.

Pengelola

PT. Kabar Grup Indonesia

Alamat Redaksi:
Office Park OL3.12A, The Bellagio Mall Jl. Kawasan Mega Kuningan Kav.E.4.3, Setiabudi, Jakarta Selatan
Email: info@kabarindonesia.id

Rubrik

  • AI
  • Nasional
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Politik & Pemilu
  • Olahraga
  • Cek Fakta

Jaringan Media

  • Kabar Makassar
  • Kabar Jawa
  • Kabar Sunda
  • Kabar Pekanbaru
  • Kabar Kalimantan
  • Rujukan Desa
  • Serambi Muslim

Media Sosial

Follow Us

  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Kode Etik dan Pedoman Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi

© 2026 Kabar Indonesia - Managed by Kabar Grup Indonesia.

No Result
View All Result
  • Home
  • AI
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik & Pemilu
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Cek Fakta
  • Video
  • Indeks

© 2026 Kabar Indonesia - Managed by Kabar Grup Indonesia.

Not enough quota to unlock this post
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?
Go to mobile version