• Kabar Jawa
  • Kabar Kalimantan
  • Kabar Makassar
  • Kabar Pekanbaru
  • Kabar Sumatera
  • Kabar Sunda
KabarIndonesia.id
  • Home
  • AI
    • Bisnis dan Ekosistem
    • Edukasi dan Masa Depan
    • Regulasi dan Etika
    • Industri dan Terapan
    • Inovasi dan Tren
  • Nasional
  • Daerah
    • Jawa Bali
    • Sumatera
    • Kalimantan
    • Sulawesi
    • Nusa Tenggara
    • Papua
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Keuangan
    • Pajak
    • Syariah
  • Politik
  • Gaya Hidup
    • Fashion
    • Film dan Musik
    • Otomotif
    • Teknologi
  • Lainnya
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Cek Fakta
    • Video
    • Indeks
No Result
View All Result
Kabar Indonesia
No Result
View All Result
  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Kode Etik dan Pedoman Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi

Keracunan Massal Picu Polemik, Skema MBG Diminta Dievaluasi Total

by Firman Marlon
1 Oktober 2025
Home Kabar Utama
Share ke FBShare ke XShare di WA

KabarIndonesia.id — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi sorotan publik setelah serangkaian kasus keracunan menimpa sejumlah siswa. Gelombang kritik pun bermunculan, mendorong desakan agar pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh sebelum melanjutkan pelaksanaan program ini.

Salah satu usulan yang mengemuka adalah menghidupkan kembali peran kantin sekolah sebagai alternatif penyedia makanan sehat. “Kenapa tidak digiatkan saja kantin-kantin sekolah?” ujar Yuli Supriyati, Ketua Koalisi Perlindungan Kesehatan Masyarakat (Kopmas), dalam aksi warga menolak MBG di sekitar kawasan Monas, Jakarta, Rabu (1/10/2025).

Menurut Yuli, langkah tersebut bukan hanya menjaga keberlangsungan rezeki para pedagang, tetapi juga bisa memperkuat fungsi kantin sebagai pusat penyedia pangan bergizi. Ia menekankan perlunya keterlibatan tenaga ahli gizi untuk memastikan kualitas makanan di sekolah. “Tempatkan ahli-ahli gizi di setiap kantin. Di sekolah internasional, mereka sudah memiliki dapur sendiri dengan pengawasan ahli gizi,” imbuhnya.

Yuli menegaskan bahwa akses terhadap makanan sehat tidak boleh menjadi hak eksklusif bagi kalangan tertentu. “Jangan sampai anak-anak dari keluarga miskin, yang bersekolah di pinggiran atau di sekolah negeri dan swasta menengah ke bawah, kehilangan hak untuk sehat. Itu tidak adil,” ujarnya.

Senada, Rusmarni Rusli dari Srikandi Indonesia menyoroti kebiasaan konsumtif anak-anak perkotaan. Menurutnya, banyak dari mereka justru sudah mengonsumsi jajanan berlebihan. “Anak-anak kota, jajannya sering lebih mahal dari satu porsi MBG. Kadang hanya satu minuman saja sudah melebihi anggaran MBG. Jadi mereka mempertanyakan manfaatnya. Akhirnya, malah jadi pemborosan,” kata Rusmarni.

Karena itu, ia menilai evaluasi mendalam harus dilakukan sebelum MBG diterapkan secara penuh. “Perlu dipetakan, apakah sekolah ini benar-benar membutuhkan? Apakah wilayah itu relevan untuk menjalankan MBG? Itu yang seharusnya jadi dasar,” jelasnya.

Rusmarni juga mendesak pemerintah, khususnya Presiden Prabowo Subianto, untuk menangguhkan sementara program tersebut sampai mekanismenya matang dari hulu ke hilir. “Itulah kenapa kami meminta Pak Prabowo mengevaluasi total, hentikan dulu sementara. Kalau perangkat dan mekanismenya sudah benar-benar siap, silakan lanjutkan,” tegasnya.

Tags: BGN

Firman Marlon

Next Post
Pertamina Aktifkan Tim Tanggap Darurat Atasi Kebakaran di Dumai

Kilang Minyak Dumai Terbakar, Pertamina Pastikan Tak Ada Korban Jiwa

Recommended.

KabarIndonesia.ID

Mentan Pastikan Ketersediaan Beras Nasional Tercukupi

30 Desember 2023
KabarIndonesia.ID

UMP Jakarta 2024 Naik 3,38% Jadi Rp5,06 Juta

30 Desember 2023

Subscribe.

Trending.

Ketua MPR RI Ahmad Muzan

Prabowo Fokus Tata Hukum Nasional, Respons Kasus Suap Hakim Jadi Sorotan

17 April 2025
KabarIndonesia.ID

Harga Emas Hari Ini di Angka Rp1.020.000

30 Desember 2023
Belum Lapor SPT? Ini Cara Ajukan Perpanjangan hingga 2 Bulan

Menkeu Purbaya Akui Aktivasi Akun Coretax Mandiri Rumit, Minta DJP Perjelas Panduan

1 Januari 2026
BMKG Bantah Narasi OMC Sebabkan Cuaca Tak Stabil dan Banjir Besar

BMKG Bantah Narasi OMC Sebabkan Cuaca Tak Stabil dan Banjir Besar

29 Januari 2026
Harga Emas Antam 23 November Naik Rp21.000, Tembus Rp1,541 Juta per Gram

Harga Emas Antam 23 November Naik Rp21.000, Tembus Rp1,541 Juta per Gram

25 November 2024
Kabar Indonesia

Aktual, akurat, berbasis data mengabarkan Indonesia.

Pengelola

PT. Kabar Grup Indonesia

Alamat Redaksi:
Office Park OL3.12A, The Bellagio Mall Jl. Kawasan Mega Kuningan Kav.E.4.3, Setiabudi, Jakarta Selatan
Email: info@kabarindonesia.id

Rubrik

  • AI
  • Nasional
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Politik & Pemilu
  • Olahraga
  • Cek Fakta

Jaringan Media

  • Kabar Jawa
  • Kabar Kalimantan
  • Kabar Pekanbaru
  • Kabar Makassar
  • Kabar Sumatera
  • Kabar Sunda
  • Rujukan Desa
  • Serambi Muslim

Media Sosial

Follow Us

  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Kode Etik dan Pedoman Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi

© 2026 Kabar Indonesia - Managed by Kabar Grup Indonesia.

No Result
View All Result
  • Home
  • AI
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik & Pemilu
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Cek Fakta
  • Video
  • Indeks

© 2026 Kabar Indonesia - Managed by Kabar Grup Indonesia.

Not enough quota to unlock this post
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?
Go to mobile version