• Kabar Makassar
  • Kabar Jawa
  • Kabar Sunda
  • Kabar Pekanbaru
  • Kabar Kalimantan
  • Serambi Muslim
KabarIndonesia.id
  • Home
  • AI
    • Bisnis dan Ekosistem
    • Edukasi dan Masa Depan
    • Regulasi dan Etika
    • Industri dan Terapan
    • Inovasi dan Tren
  • Nasional
  • Daerah
    • Jawa Bali
    • Sumatera
    • Kalimantan
    • Sulawesi
    • Nusa Tenggara
    • Papua
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Keuangan
    • Pajak
    • Syariah
  • Politik
  • Gaya Hidup
    • Fashion
    • Film dan Musik
    • Otomotif
    • Teknologi
  • Lainnya
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Cek Fakta
    • Video
    • Indeks
No Result
View All Result
Kabar Indonesia
No Result
View All Result
  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Kode Etik dan Pedoman Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi

Kejar Ekonomi 8 Persen, Menkeu Purbaya Akui Targetkan APBN Masih Kurang

by Gusti Ridani
17 Desember 2025
Home Ekonomi
Share ke FBShare ke XShare di WA

KabarIndonesia.id — Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengakui target pertumbuhan ekonomi dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 sebesar 5,4 persen belum mampu untuk menjawab tantangan penyerapan energi kerja dan percepatan kesejahteraan masyarakat. Pemerintah pun bertekad untuk menghentikan pertumbuhan ekonomi hingga 8 persen dalam beberapa tahun ke depan.

Hal itu disampaikan Purbaya saat menjadi pembicara dalam program Economic Outlook 2026, Selasa (16/12/2025). Dalam forum nasional tersebut, ia memaparkan arah kebijakan ekonomi pemerintah yang memicu kemiskinan, kolaborasi lintas sektor, serta penguatan fondasi ekonomi.

Menurut Purbaya, laju pertumbuhan 5,4 persen memang realistis untuk menjaga stabilitas fiskal, namun belum cukup untuk menyerap tenaga pencari kerja setiap tahun. Oleh karena itu, pemerintah menilai perlunya pertumbuhan ekonomi yang lebih agresif dengan melibatkan peran aktif sektor publik dan swasta.

Ia menegaskan, pertumbuhan ekonomi yang kuat harus bisa dirasakan langsung oleh masyarakat. Dampaknya antara lain tercermin dari harga kebutuhan pokok yang terjangkau, terbukanya lapangan kerja, serta meningkatnya daya beli masyarakat.

Dalam pemaparannya, Purbaya juga menyinggung tantangan struktural dalam sistem ekonomi nasional yang dinilai masih kurang optimal. Meski begitu, ia optimistis Indonesia mampu melampaui target pertumbuhan APBN 2026 dengan menghidupkan kembali sektor ekonomi yang selama ini stagnan.

Penguatan strategi sektor menjadi salah satu kunci. Purbaya menekankan pentingnya peran manufaktur, pertanian, dan energi sebagai motor penggerak pertumbuhan. Selain itu, iklim investasi dan pasar modal juga dipandang sebagai pilar penting dalam menopang ekspansi ekonomi nasional.

“Fokus saya adalah menjaga fondasi perekonomian. Pasar modal akan ikut karena besar kecilnya perusahaan juga akan bertumbuh,” ujar Purbaya.

Ia menjelaskan, pasar modal yang sehat dan berkembang akan membuka ruang pertumbuhan bagi perusahaan-perusahaan besar, sekaligus memperkuat kontribusi sektor swasta terhadap perekonomian nasional.

Menutup diskusi, Purbaya menyampaikan optimisme tinggi terhadap masa depan ekonomi Indonesia. Ia meyakini, dengan kebijakan fiskal yang tepat dan pengelolaan ekonomi yang disiplin, Indonesia dapat keluar dari jebakan pendapatan menengah dan mencapai status negara maju dalam 10 hingga 15 tahun mendatang.

Tags: APBNMenteri KeuanganMenteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi SadewaMenteri Keuangan RI

Gusti Ridani

Jurnalis sejak 2020, bergabung ke Kabar Grup Indonesia mulai 2024 sebagai editor.

Next Post
KPPU Nilai UU Persaingan Usaha Tak Lagi Relevan Hadapi Ekonomi Digital

KPPU Nilai UU Persaingan Usaha Tak Lagi Relevan Hadapi Ekonomi Digital

Recommended.

KabarIndonesia.ID

Jurnalis Demas Laira Ditemukan Tewas Dengan Sejumlah Tusukan

30 Desember 2023
Analisis Geologi: Dampak Gempa Bumi Terhadap Kabupaten Bandung, Jawa Barat

Analisis Geologi: Dampak Gempa Bumi Terhadap Kabupaten Bandung, Jawa Barat

18 September 2024

Subscribe.

Trending.

PBB Rilis Laporan Ilmiah AI Pertama, Peringatkan Regulasi Tertinggal dan Ancaman Teknologi Makin Nyata

PBB Rilis Laporan Ilmiah AI Pertama, Peringatkan Regulasi Tertinggal dan Ancaman Teknologi Makin Nyata

3 Juli 2026
AI Premium Tak Lagi Mahal, Kabuzen AI Sasar Pelajar dan Mahasiswa

AI Premium Tak Lagi Mahal, Kabuzen AI Sasar Pelajar dan Mahasiswa

30 Juni 2026
DPR Usul AI Bantu Diagnosis di Daerah, Ini Tanggapan Menkes

DPR Usul AI Bantu Diagnosis di Daerah, Ini Tanggapan Menkes

25 Juni 2026
Google DeepMind Gandeng A24 Kembangkan AI untuk Produksi Film

Google DeepMind Gandeng A24 Kembangkan AI untuk Produksi Film

25 Juni 2026
Prabowo Samakan Risiko AI dengan Nuklir, Sebut Bisa Mengancam Peradaban

Prabowo Soroti Fenomena Agen AI, Siapkan Penguatan SDM dan Riset Indonesia

30 Juni 2026
Kabar Indonesia

Aktual, akurat, berbasis data mengabarkan Indonesia.

Pengelola

PT. Kabar Grup Indonesia

Alamat Redaksi:
Office Park OL3.12A, The Bellagio Mall Jl. Kawasan Mega Kuningan Kav.E.4.3, Setiabudi, Jakarta Selatan
Email: info@kabarindonesia.id

Rubrik

  • AI
  • Nasional
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Politik & Pemilu
  • Olahraga
  • Cek Fakta

Jaringan Media

  • Kabar Makassar
  • Kabar Jawa
  • Kabar Sunda
  • Kabar Pekanbaru
  • Kabar Kalimantan
  • Rujukan Desa
  • Serambi Muslim

Media Sosial

Follow Us

  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Kode Etik dan Pedoman Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi

© 2026 Kabar Indonesia - Managed by Kabar Grup Indonesia.

No Result
View All Result
  • Home
  • AI
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik & Pemilu
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Cek Fakta
  • Video
  • Indeks

© 2026 Kabar Indonesia - Managed by Kabar Grup Indonesia.

Not enough quota to unlock this post
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?
Go to mobile version