• Kabar Makassar
  • Kabar Jawa
  • Kabar Sunda
  • Kabar Pekanbaru
  • Kabar Kalimantan
  • Serambi Muslim
KabarIndonesia.id
  • Home
  • AI
    • Bisnis dan Ekosistem
    • Edukasi dan Masa Depan
    • Regulasi dan Etika
    • Industri dan Terapan
    • Inovasi dan Tren
  • Nasional
  • Daerah
    • Jawa Bali
    • Sumatera
    • Kalimantan
    • Sulawesi
    • Nusa Tenggara
    • Papua
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Keuangan
    • Pajak
    • Syariah
  • Politik
  • Gaya Hidup
    • Fashion
    • Film dan Musik
    • Otomotif
    • Teknologi
  • Lainnya
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Cek Fakta
    • Video
    • Indeks
No Result
View All Result
Kabar Indonesia
No Result
View All Result
  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Kode Etik dan Pedoman Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi

Inflasi Terkendali, Menkeu Sebut Ekonomi RI Masih Bisa Tumbuh

by Gusti Ridani
28 Januari 2026
Home Ekonomi
Share ke FBShare ke XShare di WA

KabarIndonesia.id — Pemerintah tetap percaya diri menatap prospek perekonomian nasional di tengah ketidakpastian global. Dengan inflasi yang terjaga dan permintaan domestik yang kuat, Indonesia dinilai masih memiliki ruang untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lebih tinggi.

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa faktor global bukanlah penentu utama kinerja perekonomian Indonesia.

Menurutnya, sekitar 90 persen pertumbuhan ekonomi nasional ditopang oleh permintaan domestik, sementara kontribusi global hanya berada di kisaran 10 hingga 20 persen.

“Kalau kita 90 persen kebutuhan dalam negeri, 10 persen global atau lebih. Mungkin maksimal 15-20 persen. Kalau kita juga ada permintaan domestik, harusnya tidak ada masalah,” ujar Menkeu dalam Acara Indonesia Fiscal Forum 2026 di Thamrine Nine Ballroom, Selasa (27/1/2026).

Menkeu menjelaskan, kondisi domestik Indonesia saat ini tergolong solid. Inflasi tercatat rendah di kisaran 2,9 persen, dengan inflasi inti sekitar 2,3 persen.

Bahkan jika komponen harga emas dikeluarkan, inflasi diperkirakan hanya berada di sekitar 1,5 persen.

Kondisi tersebut menunjukkan tekanan permintaan masih terkendali dan belum mengarah pada risiko ekonomi overheating.

“Jadi sebetulnya permintaan-nya masih relatif rendah. Belum ada inflasi inti permintaan, artinya saya bisa mendorong perekonomian ke tingkat yang lebih cepat lagi tanpa khawatir akan adanya kenaikan bunga yang terlalu signifikan dari Bank Sentral atau karena inflasi naik dan Bank Sentral ingin memperlambat lagi,” jelasnya.

Dari sisi pertumbuhan, perekonomian nasional juga menunjukkan tren positif. Dalam beberapa triwulan terakhir, pertumbuhan ekonomi berada di kisaran 5,0 hingga 5,4 persen.

Menkeu menilai masih terdapat ruang yang cukup besar untuk mendorong pertumbuhan tanpa memicu pengetatan kebijakan moneter.

Untuk memperkuat momentum tersebut, pemerintah terus mengandalkan strategi debottlenecking untuk memperbaiki iklim investasi.

Melalui forum lintas kementerian yang digelar secara rutin, berbagai tantangan usaha yang dihadapi pelaku bisnis dapat diselesaikan secara cepat dan terukur.

Dengan perbaikan kinerja fiskal, optimalisasi penerimaan pajak dan bea cukai, serta pengendalian defisit anggaran, pemerintah optimistis perekonomian Indonesia akan tumbuh secara berkelanjutan.

“Saya optimis untuk ekonomi dan pasar saham tahun ini. Anda semua jangan tunggu-tunggu lagi untuk berinvestasi atau memperluas ekspansi bisnis Anda,” pungkas Menkeu.

Tags: Ekonomi RIInflasiKemenkeuMenkeu PurbayaMenkeu RIPurbaya Yudhi Sadewa'

Gusti Ridani

Jurnalis sejak 2020, bergabung ke Kabar Grup Indonesia mulai 2024 sebagai editor.

Next Post
Gejolak Timur Tengah Dongkrak Harga Emas Antam, Tembus Rp 3,1 Juta per Gram

Di Tengah Kejatuhan IHSG, Emas Antam Terbang ke Rp2.968.000 per Gram

Recommended.

Bukan Cuma Regulasi, DPR Minta Edukasi Dikuatkan agar Anak Tak Kebanyakan Gula

Bukan Cuma Regulasi, DPR Minta Edukasi Dikuatkan agar Anak Tak Kebanyakan Gula

11 Februari 2026
Pakaian Thrifting: Ramah Lingkungan, Namun Bahaya Kesehatan, Cegah Resikonya

Pakaian Thrifting: Ramah Lingkungan, Namun Bahaya Kesehatan, Cegah Resikonya

30 Oktober 2024

Subscribe.

Trending.

PBB Rilis Laporan Ilmiah AI Pertama, Peringatkan Regulasi Tertinggal dan Ancaman Teknologi Makin Nyata

PBB Rilis Laporan Ilmiah AI Pertama, Peringatkan Regulasi Tertinggal dan Ancaman Teknologi Makin Nyata

3 Juli 2026
AI Premium Tak Lagi Mahal, Kabuzen AI Sasar Pelajar dan Mahasiswa

AI Premium Tak Lagi Mahal, Kabuzen AI Sasar Pelajar dan Mahasiswa

30 Juni 2026
DPR Usul AI Bantu Diagnosis di Daerah, Ini Tanggapan Menkes

DPR Usul AI Bantu Diagnosis di Daerah, Ini Tanggapan Menkes

25 Juni 2026
Google DeepMind Gandeng A24 Kembangkan AI untuk Produksi Film

Google DeepMind Gandeng A24 Kembangkan AI untuk Produksi Film

25 Juni 2026
Prabowo Samakan Risiko AI dengan Nuklir, Sebut Bisa Mengancam Peradaban

Prabowo Soroti Fenomena Agen AI, Siapkan Penguatan SDM dan Riset Indonesia

30 Juni 2026
Kabar Indonesia

Aktual, akurat, berbasis data mengabarkan Indonesia.

Pengelola

PT. Kabar Grup Indonesia

Alamat Redaksi:
Office Park OL3.12A, The Bellagio Mall Jl. Kawasan Mega Kuningan Kav.E.4.3, Setiabudi, Jakarta Selatan
Email: info@kabarindonesia.id

Rubrik

  • AI
  • Nasional
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Politik & Pemilu
  • Olahraga
  • Cek Fakta

Jaringan Media

  • Kabar Makassar
  • Kabar Jawa
  • Kabar Sunda
  • Kabar Pekanbaru
  • Kabar Kalimantan
  • Rujukan Desa
  • Serambi Muslim

Media Sosial

Follow Us

  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Kode Etik dan Pedoman Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi

© 2026 Kabar Indonesia - Managed by Kabar Grup Indonesia.

No Result
View All Result
  • Home
  • AI
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik & Pemilu
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Cek Fakta
  • Video
  • Indeks

© 2026 Kabar Indonesia - Managed by Kabar Grup Indonesia.

Not enough quota to unlock this post
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?
Exit mobile version