• Kabar Jawa
  • Kabar Kalimantan
  • Kabar Makassar
  • Kabar Pekanbaru
  • Kabar Sumatera
  • Kabar Sunda
KabarIndonesia.id
  • Home
  • AI
    • Bisnis dan Ekosistem
    • Edukasi dan Masa Depan
    • Regulasi dan Etika
    • Industri dan Terapan
    • Inovasi dan Tren
  • Nasional
  • Daerah
    • Jawa Bali
    • Sumatera
    • Kalimantan
    • Sulawesi
    • Nusa Tenggara
    • Papua
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Keuangan
    • Pajak
    • Syariah
  • Politik
  • Gaya Hidup
    • Fashion
    • Film dan Musik
    • Otomotif
    • Teknologi
  • Lainnya
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Cek Fakta
    • Video
    • Indeks
No Result
View All Result
Kabar Indonesia
No Result
View All Result
  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Kode Etik dan Pedoman Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi

Hentikan Impor Beras 2026, DPR Ingatkan Pemerintah Jaga Harga Gabah Petani

by Gusti Ridani
8 Januari 2026
Home News
Share ke FBShare ke XShare di WA

KabarIndonesia.id — Rencana pemerintah menghentikan impor beras pada tahun 2026 mendapat sorotan dari DPR RI. Meski stok nasional dinilai aman, DPR mengingatkan agar kebijakan swasembada pangan tidak berhenti pada klaim angka, namun benar-benar berdampak pada kesejahteraan petani di lapangan.

Anggota Komisi IV DPR RI, Usman Husin, menanggapi rencana Badan Pangan Nasional (Bapanas) yang menyebut stok beras nasional cukup hingga 2026 tanpa impor. Ia menegaskan, swasembada pangan harus dimaknai lebih substansial, bukan sekadar keberhasilan administratif.

“Jika negara sudah swasembada, petani tapi tetap miskin, maka ada yang salah dalam tata kelola pangan kita. Swasembada harus dimaknai sebagai jaminan bahwa hasil panen petani terserap secara maksimal dengan harga yang adil, bukan justru menekan petani di hulu,” ujar Usman dalam keterangan resminya dikutip, Kamis (8/1/2026).

Politisi Fraksi PKB itu menjelaskan, tujuan utama swasembada beras sejatinya untuk melindungi Indonesia dari gejolak pangan global, krisis geopolitik, hingga gangguan rantai pasok internasional. Namun upaya tersebut harus berjalan seiring dengan penguatan sektor pertanian nasional.

“Selain itu, swasembada juga membuka peluang penguatan sektor pertanian nasional melalui perbaikan infrastruktur irigasi, distribusi pupuk, hingga pemanfaatan teknologi pertanian modern,” kata Usman.

Ia mengingatkan, tantangan terbesar justru muncul setelah swasembada yang diklaim tercapai. Negara dituntut untuk memastikan kebijakan yang benar-benar berpihak pada petani, mulai dari penetapan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) yang realistis, penyerapan gabah oleh Bulog secara optimal, hingga perlindungan dari praktik tengkulak dan permainan pasar.

Menurutnya, tanpa intervensi kuat dari pemerintah, surplus produksi beras justru berpotensi menekan harga gabah di tingkat petani. Kondisi ini dinilai dapat merugikan petani meski produksi nasional melimpah.

Usman juga menekankan pentingnya konsistensi pemerintah dalam menutup keran impor, termasuk mencegah praktik impor terselubung selama stok dalam negeri mencukupi. Lemahnya pengawasan disebut dapat merusak harga pasar sekaligus mencederai klaim swasembada pangan.

“Ke depan, pemerintah harus menjadikan kesejahteraan petani sebagai salah satu indikator keberhasilan swasembada pangan. Bukan hanya soal cukup atau tidaknya beras, tetapi apakah petani bisa hidup layak, menyekolahkan anaknya, dan berproduksi secara berkelanjungan,” tuturnya.

Sebelumnya, Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa, menyatakan stok pangan nasional berada dalam kondisi kuat. Carry over stock pangan 2025 dinilai mencukupi untuk memenuhi kebutuhan nasional sepanjang 2026 tanpa impor.

Dalam Proyeksi Neraca Pangan Nasional 2026, Bapanas mencatat komoditas beras, jagung, dan gula konsumsi memiliki stok lanjutan yang solid dari tahun sebelumnya. Pemerintah pun memutuskan tidak melakukan impor beras, gula konsumsi, maupun pakan jagung pada tahun 2026.

Adapun carry over stok beras dari tahun 2025 hingga 2026 tercatat mencapai 12,529 juta ton, termasuk Cadangan Beras Pemerintah (CBP) di gudang Bulog yang hingga akhir Desember 2025 masih berada di angka 3,248 juta ton.

Tags: DPR RIImpor BerasSwasembada berasSwasembada pangan

Gusti Ridani

Jurnalis sejak 2020, bergabung ke Kabar Grup Indonesia mulai 2024 sebagai editor.

Next Post
Menkeu Purbaya Perpanjang Batas Lapor SPT hingga 31 April 2026, Ini Alasannya

Menkeu Purbaya Umumkan Defisit APBN 2025 Tembus Rp695,1 Triliun

Recommended.

Presiden Jokowi Resmikan Kawasan Indonesia Islamic Financial Center

Presiden Jokowi Resmikan Kawasan Indonesia Islamic Financial Center

17 September 2024
KabarIndonesia.ID

Airlangga Hartato : Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,01 Persen di Kuartal I-2022

30 Desember 2023

Subscribe.

Trending.

Ketua MPR RI Ahmad Muzan

Prabowo Fokus Tata Hukum Nasional, Respons Kasus Suap Hakim Jadi Sorotan

17 April 2025
KabarIndonesia.ID

Harga Emas Hari Ini di Angka Rp1.020.000

30 Desember 2023
Belum Lapor SPT? Ini Cara Ajukan Perpanjangan hingga 2 Bulan

Menkeu Purbaya Akui Aktivasi Akun Coretax Mandiri Rumit, Minta DJP Perjelas Panduan

1 Januari 2026
BMKG Bantah Narasi OMC Sebabkan Cuaca Tak Stabil dan Banjir Besar

BMKG Bantah Narasi OMC Sebabkan Cuaca Tak Stabil dan Banjir Besar

29 Januari 2026
Harga Emas Antam 23 November Naik Rp21.000, Tembus Rp1,541 Juta per Gram

Harga Emas Antam 23 November Naik Rp21.000, Tembus Rp1,541 Juta per Gram

25 November 2024
Kabar Indonesia

Aktual, akurat, berbasis data mengabarkan Indonesia.

Pengelola

PT. Kabar Grup Indonesia

Alamat Redaksi:
Office Park OL3.12A, The Bellagio Mall Jl. Kawasan Mega Kuningan Kav.E.4.3, Setiabudi, Jakarta Selatan
Email: info@kabarindonesia.id

Rubrik

  • AI
  • Nasional
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Politik & Pemilu
  • Olahraga
  • Cek Fakta

Jaringan Media

  • Kabar Jawa
  • Kabar Kalimantan
  • Kabar Pekanbaru
  • Kabar Makassar
  • Kabar Sumatera
  • Kabar Sunda
  • Rujukan Desa
  • Serambi Muslim

Media Sosial

Follow Us

  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Kode Etik dan Pedoman Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi

© 2026 Kabar Indonesia - Managed by Kabar Grup Indonesia.

No Result
View All Result
  • Home
  • AI
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik & Pemilu
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Cek Fakta
  • Video
  • Indeks

© 2026 Kabar Indonesia - Managed by Kabar Grup Indonesia.

Not enough quota to unlock this post
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?
Go to mobile version