• Kabar Makassar
  • Kabar Jawa
  • Kabar Sunda
  • Kabar Pekanbaru
  • Kabar Kalimantan
  • Serambi Muslim
KabarIndonesia.id
  • Home
  • AI
    • Bisnis dan Ekosistem
    • Edukasi dan Masa Depan
    • Regulasi dan Etika
    • Industri dan Terapan
    • Inovasi dan Tren
  • Nasional
  • Daerah
    • Jawa Bali
    • Sumatera
    • Kalimantan
    • Sulawesi
    • Nusa Tenggara
    • Papua
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Keuangan
    • Pajak
    • Syariah
  • Politik
  • Gaya Hidup
    • Fashion
    • Film dan Musik
    • Otomotif
    • Teknologi
  • Lainnya
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Cek Fakta
    • Video
    • Indeks
No Result
View All Result
Kabar Indonesia
No Result
View All Result
  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Kode Etik dan Pedoman Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi

Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026 Bisa Disaksikan dari Indonesia, Ini Waktu dan Fasenya

by Gusti Ridani
2 Maret 2026
Home News
Share ke FBShare ke XShare di WA

KabarIndonesia.id — Fenomena langka akan menghiasi langit Indonesia pada awal Maret 2026. Gerhana Bulan Total dipastikan dapat diamati dari berbagai wilayah Tanah Air, dengan puncak gerhana yang terjadi saat senja hingga awal malam hari.

Informasi tersebut disampaikan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Lembaga tersebut menyebut peristiwa Gerhana Bulan Total (GBT) pada 3 Maret 2026 menjadi salah satu dari empat fenomena gerhana yang terjadi sepanjang tahun 2026.

BMKG menjelaskan, gerhana bulan terjadi ketika cahaya Matahari terhalang oleh Bumi sehingga sinarnya tidak sepenuhnya mencapai Bulan.

Peristiwa ini merupakan dampak dari dinamika posisi Matahari, Bumi, dan Bulan, dan hanya dapat terjadi pada fase Bulan Purnama.

Karena pergerakan ketiga benda langit tersebut dapat dihitung secara presisi, waktu terjadinya gerhana sudah dapat diprediksi jauh hari sebelumnya.

Proses Terjadinya Gerhana Bulan Total

Secara khusus, Gerhana Bulan Total terjadi pada posisi Matahari-Bumi-Bulan berada pada satu garis lurus. Dalam kondisi itu, Bulan sepenuhnya masuk ke dalam bayangan inti (umbra) Bumi.

Pada saat puncak gerhana, Bulan berpotensi tampak berwarna merah jika kondisi langit cerah. Fenomena tersebut dikenal sebagai efek hamburan Rayleigh di atmosfer Bumi.

Cahaya Matahari yang melewati atmosfer akan mengalami hamburan, di mana gelombang pendek seperti biru lebih banyak menyebar.

Sementara itu, panjang gelombang yang lebih panjang seperti merah tetap lolos dan mencapai permukaan Bulan. Akibatnya, Bulan tampak kemerahan jika dilihat dari Bumi.

Waktu dan Fase Gerhana

BMKG mencatat fase total Gerhana Bulan Total pada tanggal 3 Maret 2026 akan dimulai pukul 18.03 WIB. Puncak gerhana berlangsung pada pukul 18.33 WIB, dan fase total berakhir pada pukul 19.03 WIB.

Durasi totalitas gerhana tercatat selama 59 menit 27 detik.

Daftar Gerhana Sepanjang 2026

Sepanjang tahun 2026, BMKG memperkirakan akan terjadi empat kali gerhana, yaitu:

  1. Gerhana Matahari Cincin pada 17 Februari 2026 (tidak dapat diamati dari Indonesia).
  2. Gerhana Bulan Total pada tanggal 3 Maret 2026 (dapat diamati dari Indonesia).
  3. Gerhana Matahari Total pada 12 Agustus 2026 (tidak dapat diamati dari Indonesia).
  4. Gerhana Bulan Sebagian pada tanggal 28 Agustus 2026 (tidak dapat diamati dari Indonesia).

Dengan waktu pengamatan yang bertepatan dengan awal malam, masyarakat berkesempatan menyaksikan fenomena ini tanpa alat bantu khusus, selama kondisi cuaca mendukung dan langit cerah.

Tags: BMKGFenomena langitFenomena langit langkaGerhana bulanGerhana bulan total

Gusti Ridani

Jurnalis sejak 2020, bergabung ke Kabar Grup Indonesia mulai 2024 sebagai editor.

Next Post
Tunda Serangan ke Iran, Trump Klaim AS Melakukan Negosiasi dengan Iran

Trump Klaim 48 Pemimpin Iran Tewas dalam Serangan AS-Israel

Recommended.

Polemik Revisi UU KPK Kembali Mengemuka, DPR Nilai Klaim Jokowi Kurang Tepat

Polemik Revisi UU KPK Kembali Mengemuka, DPR Nilai Klaim Jokowi Kurang Tepat

18 Februari 2026
BSSN Tegaskan Tidak Ada Kebocoran Data di Situs Poltek SSN

BSSN Tegaskan Tidak Ada Kebocoran Data di Situs Poltek SSN

23 Mei 2026

Subscribe.

Trending.

PBB Rilis Laporan Ilmiah AI Pertama, Peringatkan Regulasi Tertinggal dan Ancaman Teknologi Makin Nyata

PBB Rilis Laporan Ilmiah AI Pertama, Peringatkan Regulasi Tertinggal dan Ancaman Teknologi Makin Nyata

3 Juli 2026
AI Premium Tak Lagi Mahal, Kabuzen AI Sasar Pelajar dan Mahasiswa

AI Premium Tak Lagi Mahal, Kabuzen AI Sasar Pelajar dan Mahasiswa

30 Juni 2026
DPR Usul AI Bantu Diagnosis di Daerah, Ini Tanggapan Menkes

DPR Usul AI Bantu Diagnosis di Daerah, Ini Tanggapan Menkes

25 Juni 2026
Google DeepMind Gandeng A24 Kembangkan AI untuk Produksi Film

Google DeepMind Gandeng A24 Kembangkan AI untuk Produksi Film

25 Juni 2026
Prabowo Samakan Risiko AI dengan Nuklir, Sebut Bisa Mengancam Peradaban

Prabowo Soroti Fenomena Agen AI, Siapkan Penguatan SDM dan Riset Indonesia

30 Juni 2026
Kabar Indonesia

Aktual, akurat, berbasis data mengabarkan Indonesia.

Pengelola

PT. Kabar Grup Indonesia

Alamat Redaksi:
Office Park OL3.12A, The Bellagio Mall Jl. Kawasan Mega Kuningan Kav.E.4.3, Setiabudi, Jakarta Selatan
Email: info@kabarindonesia.id

Rubrik

  • AI
  • Nasional
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Politik & Pemilu
  • Olahraga
  • Cek Fakta

Jaringan Media

  • Kabar Makassar
  • Kabar Jawa
  • Kabar Sunda
  • Kabar Pekanbaru
  • Kabar Kalimantan
  • Rujukan Desa
  • Serambi Muslim

Media Sosial

Follow Us

  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Kode Etik dan Pedoman Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi

© 2026 Kabar Indonesia - Managed by Kabar Grup Indonesia.

No Result
View All Result
  • Home
  • AI
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik & Pemilu
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Cek Fakta
  • Video
  • Indeks

© 2026 Kabar Indonesia - Managed by Kabar Grup Indonesia.

Not enough quota to unlock this post
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?
Go to mobile version