• Kabar Makassar
  • Kabar Jawa
  • Kabar Sunda
  • Kabar Pekanbaru
  • Kabar Kalimantan
  • Serambi Muslim
KabarIndonesia.id
  • Home
  • AI
    • Bisnis dan Ekosistem
    • Edukasi dan Masa Depan
    • Regulasi dan Etika
    • Industri dan Terapan
    • Inovasi dan Tren
  • Nasional
  • Daerah
    • Jawa Bali
    • Sumatera
    • Kalimantan
    • Sulawesi
    • Nusa Tenggara
    • Papua
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Keuangan
    • Pajak
    • Syariah
  • Politik
  • Gaya Hidup
    • Fashion
    • Film dan Musik
    • Otomotif
    • Teknologi
  • Lainnya
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Cek Fakta
    • Video
    • Indeks
No Result
View All Result
Kabar Indonesia
No Result
View All Result
  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Kode Etik dan Pedoman Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi

Dunia Bereaksi atas Klaim Trump soal Penangkapan Presiden Venezuela

by Gusti Ridani
3 Januari 2026
Home News
Share ke FBShare ke XShare di WA

KabarIndonesia.id — Klaim Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengenai penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro memicu gelombang aksi keras dari berbagai negara. Pernyataan Trump yang menyebut militer AS telah menangkap Maduro dan istrinya, Cilia Flores, di tengah serangan besar-besaran ke Venezuela, langsung menjadi sorotan internasional.

Trump menyampaikan klaim tersebut pada Sabtu (3/1/2026), bersamaan dengan laporan serangan militer AS yang mengguncang Caracas dan sejumlah wilayah lain di Venezuela. Ia bahkan menyebut Maduro telah dikeluarkan dari negaranya, meski hingga kini belum ada konfirmasi resmi dari Pemerintah Venezuela.

Langkah Amerika Serikat itu menuai tanggapan beragam dari para pemimpin dunia. Berikut reaksi sejumlah negara yang dikutip dari Aljazeera.

Kolombia

Presiden Kolombia Gustavo Petro menanggapi situasi ini dengan peringatan keras kepada komunitas internasional.

“Memperingatkan seluruh dunia bahwa mereka telah menyerang Venezuela,” tulis Presiden Kolombia Gustavo Petro dalam serangkaian pernyataan yang diunggah di platform media sosial X.

Ia menegaskan bahwa Kolombia mengedepankan prinsip perdamaian dan hukum internasional.

“Republik Kolombia menegaskan kembali keyakinannya bahwa perdamaian, penghormatan terhadap hukum internasional, dan perlindungan kehidupan serta martabat manusia harus diutamakan daripada segala bentuk konfrontasi bersenjata,” kata Petro.

Dalam pernyataan terpisah, Petro menyatakan Kolombia menolak agresi terhadap kedaulatan Venezuela dan kawasan Amerika Latin. Ia juga mengumumkan pengerahan pasukan militer Kolombia ke perbatasan Venezuela.

Kuba

Kecaman keras juga datang dari Kuba. Presiden Miguel Diaz-Canel menuding Washington melakukan apa yang ia sebut sebagai “serangan kriminal” terhadap Venezuela.

Dalam unggahan di media sosial X, Diaz-Canel mengatakan bahwa apa yang disebut sebagai “zona perdamaian” Kuba tengah “diserang secara brutal”.

Ia menggambarkan tindakan Amerika Serikat sebagai “terorisme negara” yang tidak hanya menyasar rakyat Venezuela, tetapi juga “Amerika kita” secara lebih luas.

Ia menutup pernyataannya dengan slogan revolusioner Kuba: “Tanah Air atau Kematian, Kita Akan Menang.”

Sementara itu, dalam pernyataan resmi yang diunggah oleh berbagai kedutaan Kuba di seluruh dunia, Havana menyatakan bahwa mereka “mengecam serangan militer AS terhadap Venezuela”.

Pernyataan tersebut juga “menuntut tindakan mendesak dari komunitas internasional” dan kembali menyebut tindakan tersebut sebagai “terorisme negara”.

Rusia

Pemerintah Rusia mengungkapkan situasi mendalam di Venezuela. Kementerian Luar Negeri Rusia mengutuk apa yang mereka sebut sebagai “tindakan agresi bersenjata” Amerika Serikat terhadap Venezuela.

“Dalam situasi saat ini, penting… untuk mencegah eskalasi lebih lanjut dan fokus pada pencarian jalan keluar dari situasi ini melalui dialog,” kata Kementerian Luar Negeri Rusia dalam sebuah pernyataan.

Rusia juga menegaskan bahwa Venezuela harus dijamin haknya untuk menentukan nasibnya sendiri tanpa campur tangan militer dari luar.

“Kami menegaskan kembali solidaritas kami dengan rakyat Venezuela dan dukungan kami terhadap kebijakan kepemimpinannya dalam membela kepentingan dan kedaulatan nasional negara,” tambah pernyataan tersebut.

Amerika Serikat

Dari dalam negeri AS sendiri, tanggapan turut disampaikan oleh Senator Republik Mike Lee. Ia menyebut telah berbicara dengan Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio terkait perkembangan di Venezuela.

“Saya kira tidak akan ada tindakan lebih lanjut di Venezuela sekarang setelah Maduro berada di tahanan AS,” tulis Lee di X.

Lee juga menyampaikan bahwa pemerintah Trump telah mengumumkan kepadanya bahwa Nicolas Maduro akan menghadapi tuntutan pidana di Amerika Serikat.

Uni Eropa

Uni Eropa menyatakan terus mempertahankan situasi yang berkembang di Venezuela. Perwakilan Tinggi Uni Eropa untuk Urusan Luar Negeri dan Keamanan, Kaja Kallas, mengaku telah melakukan komunikasi intensif dengan berbagai pihak.

“Uni Eropa bersatu dengan situasi di Venezuela dengan cermat,” kata Kallas dalam sebuah pernyataan di X.

Ia menyebutkan telah berbicara dengan Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio serta duta besar Uni Eropa di Caracas untuk membahas perkembangan terbaru.

Tags: Donald TrumpOperasi militer ASPenangkapan Presiden VenezuelaPresiden AS Donald TrumpPresiden Nicolas MaduroPresiden Venezuela

Gusti Ridani

Jurnalis sejak 2020, bergabung ke Kabar Grup Indonesia mulai 2024 sebagai editor.

Next Post
Konflik AS-Venezuela: Indonesia Serukan Dialog Damai dan Pastikan WNI Aman

Konflik AS-Venezuela: Indonesia Serukan Dialog Damai dan Pastikan WNI Aman

Recommended.

KabarIndonesia.ID

Ancam Pasar Produk Lokal, Pemerintah Bakal Perketat Impor Sejumlah Barang

30 Desember 2023
Prabowo Dorong Pendidikan Berkualitas, 166 Sekolah Rakyat Telah Beroperasi

Prabowo Dorong Pendidikan Berkualitas, 166 Sekolah Rakyat Telah Beroperasi

14 Januari 2026

Subscribe.

Trending.

PBB Rilis Laporan Ilmiah AI Pertama, Peringatkan Regulasi Tertinggal dan Ancaman Teknologi Makin Nyata

PBB Rilis Laporan Ilmiah AI Pertama, Peringatkan Regulasi Tertinggal dan Ancaman Teknologi Makin Nyata

3 Juli 2026
AI Premium Tak Lagi Mahal, Kabuzen AI Sasar Pelajar dan Mahasiswa

AI Premium Tak Lagi Mahal, Kabuzen AI Sasar Pelajar dan Mahasiswa

30 Juni 2026
DPR Usul AI Bantu Diagnosis di Daerah, Ini Tanggapan Menkes

DPR Usul AI Bantu Diagnosis di Daerah, Ini Tanggapan Menkes

25 Juni 2026
Google DeepMind Gandeng A24 Kembangkan AI untuk Produksi Film

Google DeepMind Gandeng A24 Kembangkan AI untuk Produksi Film

25 Juni 2026
Prabowo Samakan Risiko AI dengan Nuklir, Sebut Bisa Mengancam Peradaban

Prabowo Soroti Fenomena Agen AI, Siapkan Penguatan SDM dan Riset Indonesia

30 Juni 2026
Kabar Indonesia

Aktual, akurat, berbasis data mengabarkan Indonesia.

Pengelola

PT. Kabar Grup Indonesia

Alamat Redaksi:
Office Park OL3.12A, The Bellagio Mall Jl. Kawasan Mega Kuningan Kav.E.4.3, Setiabudi, Jakarta Selatan
Email: info@kabarindonesia.id

Rubrik

  • AI
  • Nasional
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Politik & Pemilu
  • Olahraga
  • Cek Fakta

Jaringan Media

  • Kabar Makassar
  • Kabar Jawa
  • Kabar Sunda
  • Kabar Pekanbaru
  • Kabar Kalimantan
  • Rujukan Desa
  • Serambi Muslim

Media Sosial

Follow Us

  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Kode Etik dan Pedoman Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi

© 2026 Kabar Indonesia - Managed by Kabar Grup Indonesia.

No Result
View All Result
  • Home
  • AI
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik & Pemilu
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Cek Fakta
  • Video
  • Indeks

© 2026 Kabar Indonesia - Managed by Kabar Grup Indonesia.

Not enough quota to unlock this post
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?
Go to mobile version