• Kabar Makassar
  • Kabar Jawa
  • Kabar Sunda
  • Kabar Pekanbaru
  • Kabar Kalimantan
  • Serambi Muslim
KabarIndonesia.id
  • Home
  • AI
    • Bisnis dan Ekosistem
    • Edukasi dan Masa Depan
    • Regulasi dan Etika
    • Industri dan Terapan
    • Inovasi dan Tren
  • Nasional
  • Daerah
    • Jawa Bali
    • Sumatera
    • Kalimantan
    • Sulawesi
    • Nusa Tenggara
    • Papua
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Keuangan
    • Pajak
    • Syariah
  • Politik
  • Gaya Hidup
    • Fashion
    • Film dan Musik
    • Otomotif
    • Teknologi
  • Lainnya
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Cek Fakta
    • Video
    • Indeks
No Result
View All Result
Kabar Indonesia
No Result
View All Result
  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Kode Etik dan Pedoman Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi

BRIN Peringatkan El Nino Godzilla, Musim Kemarau Diprediksi Lebih Panjang

by Gusti Ridani
24 Maret 2026
Home Kabar Utama
Share ke FBShare ke XShare di WA

KabarIndonesia.id — Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memperkirakan potensi kemarau panjang di Indonesia pada tahun 2026 akibat fenomena El Nino kuat atau yang dijuluki “Godzilla”. Kondisi ini diprediksi membuat musim kemarau lebih kering dan berlangsung lebih lama, terutama di wilayah barat dan selatan Indonesia.

Fenomena El Nino merupakan pemanasan suhu permukaan laut di Samudra Pasifik ekuator yang berdampak langsung pada penurunan curah hujan di Indonesia. Dalam fase kuat, fenomena ini mampu memicu anomali iklim ekstrem.

Periset Pusat Riset Iklim dan Suasana BRIN, Erma Yulihastin, menyebut variasi kuat El Nino dapat memperpanjang musim kemarau secara signifikan.

“Fenomena El Nino, termasuk potensi variasi kuat ‘Godzilla’, menyebabkan musim kemarau di Indonesia menjadi lebih panjang dan kering,” tulis Erma, dikutip dari akun Instagram resmi BRIN, Selasa (24/3/2026).

Berdasarkan model global, El Nino diperkirakan mulai berkembang sejak April 2026. Pada periode yang sama, fenomena Indian Ocean Dipole (IOD) positif juga memprediksi terjadi dan memperkuat dampak kekeringan.

Kombinasi kedua fenomena ini menyebabkan perubahan pola pembentukan awan. Curah hujan diperkirakan lebih banyak terjadi di Samudra Pasifik, sementara wilayah Indonesia justru mengalami kekurangan awan dan hujan.

“Pembentukan awan dan hujan melayang di atas Samudra Pasifik. Sebaliknya, wilayah Indonesia mengalami sedikit awan dan hujan,” tulisnya.

Selain itu, IOD positif yang ditandai dengan suhu permukaan laut di sekitar Sumatera dan Jawa juga memperparah penurunan curah hujan, khususnya di wilayah barat Indonesia.

Siaga Ancaman Kekeringan hingga Banjir

BRIN memperkirakan dampak El Nino dan IOD positif akan berlangsung sepanjang musim kemarau, yakni April hingga Oktober 2026. Namun, dampaknya tidak akan merata di seluruh wilayah Indonesia.

Sebagian besar wilayah Jawa hingga Nusa Tenggara Timur (NTT) diprediksi mengalami kemarau kering lebih awal. Kondisi ini berpotensi mengganggu sektor pertanian, terutama di wilayah lumbung pangan nasional.

Sebaliknya, wilayah timur Indonesia seperti Sulawesi, Maluku, dan Halmahera justru diperkirakan tetap mengalami curah hujan tinggi meski berada dalam periode kemarau.

“Dampak super El Nino dan IOD Positif tidak seragam di wilayah Indonesia. Hal ini pernah terjadi pada El Nino dan IOD Positif 2023,” tulis BRIN.

Perbedaan kondisi ini menuntut langkah mitigasi yang spesifik di setiap wilayah.

Risiko yang perlu diantisipasi meliputi kekeringan di wilayah selatan yang dapat mengancam produksi pangan, potensi banjir di wilayah timur akibat curah hujan tinggi, serta meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera dan Kalimantan.

Peluang Swasembada Garam

Di tengah ancaman tersebut, BRIN menilai kemarau panjang juga membuka peluang peningkatan produksi garam nasional, khususnya di wilayah selatan Indonesia.

Kondisi ini bahkan diproyeksikan dapat mendorong Indonesia mencapai swasembada garam pada tahun 2026–2027.

Meski demikian, BRIN menekankan pentingnya kesiapan pemerintah dalam menghadapi dampak yang kompleks dan berbeda di setiap wilayah.

“Oleh karena itu, pemerintah perlu mewaspadai dampak kekeringan yang dapat mengancam lumbung pangan nasional di wilayah Pantura Jawa. Selain itu, dampak karhutla di Kalimantan dan Sumatra juga harus dimitigasi,” ujar Erma.

“Namun pada saat yang sama, pemerintah juga sebaiknya menyiapkan strategi untuk menangani kelebihan curah hujan di wilayah Sulawesi, Halmahera, dan Maluku serta dampaknya terhadap banjir dan longsor,” tutupnya.

Tags: BRINEl NinoEl Nino GodzillaKarhutlaKemarau panjangMusim kemarau

Gusti Ridani

Jurnalis sejak 2020, bergabung ke Kabar Grup Indonesia mulai 2024 sebagai editor.

Next Post
Ancaman Global Meningkat, Indonesia Optimis Jadi Lumbung Pangan Dunia

Ancaman Global Meningkat, Indonesia Optimis Jadi Lumbung Pangan Dunia

Recommended.

ASN WFH Setiap Jumat, Mendagri Minta Pemda Hitung Penghematan Anggaran

Mendagri Tito Karnavian Dorong Kepala Daerah Siapkan Konsep Transportasi Umum Berkelanjutan hingga 2045

9 September 2024
Paus Puji Indonesia Sebagai Contoh Terbaik Perayaan Keberagaman Global

Paus Puji Indonesia Sebagai Contoh Terbaik Perayaan Keberagaman Global

4 September 2024

Subscribe.

Trending.

PBB Rilis Laporan Ilmiah AI Pertama, Peringatkan Regulasi Tertinggal dan Ancaman Teknologi Makin Nyata

PBB Rilis Laporan Ilmiah AI Pertama, Peringatkan Regulasi Tertinggal dan Ancaman Teknologi Makin Nyata

3 Juli 2026
AI Premium Tak Lagi Mahal, Kabuzen AI Sasar Pelajar dan Mahasiswa

AI Premium Tak Lagi Mahal, Kabuzen AI Sasar Pelajar dan Mahasiswa

30 Juni 2026
DPR Usul AI Bantu Diagnosis di Daerah, Ini Tanggapan Menkes

DPR Usul AI Bantu Diagnosis di Daerah, Ini Tanggapan Menkes

25 Juni 2026
Google DeepMind Gandeng A24 Kembangkan AI untuk Produksi Film

Google DeepMind Gandeng A24 Kembangkan AI untuk Produksi Film

25 Juni 2026
Prabowo Samakan Risiko AI dengan Nuklir, Sebut Bisa Mengancam Peradaban

Prabowo Soroti Fenomena Agen AI, Siapkan Penguatan SDM dan Riset Indonesia

30 Juni 2026
Kabar Indonesia

Aktual, akurat, berbasis data mengabarkan Indonesia.

Pengelola

PT. Kabar Grup Indonesia

Alamat Redaksi:
Office Park OL3.12A, The Bellagio Mall Jl. Kawasan Mega Kuningan Kav.E.4.3, Setiabudi, Jakarta Selatan
Email: info@kabarindonesia.id

Rubrik

  • AI
  • Nasional
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Politik & Pemilu
  • Olahraga
  • Cek Fakta

Jaringan Media

  • Kabar Makassar
  • Kabar Jawa
  • Kabar Sunda
  • Kabar Pekanbaru
  • Kabar Kalimantan
  • Rujukan Desa
  • Serambi Muslim

Media Sosial

Follow Us

  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Kode Etik dan Pedoman Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi

© 2026 Kabar Indonesia - Managed by Kabar Grup Indonesia.

No Result
View All Result
  • Home
  • AI
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik & Pemilu
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Cek Fakta
  • Video
  • Indeks

© 2026 Kabar Indonesia - Managed by Kabar Grup Indonesia.

Not enough quota to unlock this post
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?
Go to mobile version