• Kabar Jawa
  • Kabar Kalimantan
  • Kabar Makassar
  • Kabar Pekanbaru
  • Kabar Sumatera
  • Kabar Sunda
KabarIndonesia.id
  • Home
  • AI
    • Bisnis dan Ekosistem
    • Edukasi dan Masa Depan
    • Regulasi dan Etika
    • Industri dan Terapan
    • Inovasi dan Tren
  • Nasional
  • Daerah
    • Jawa Bali
    • Sumatera
    • Kalimantan
    • Sulawesi
    • Nusa Tenggara
    • Papua
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Keuangan
    • Pajak
    • Syariah
  • Politik
  • Gaya Hidup
    • Fashion
    • Film dan Musik
    • Otomotif
    • Teknologi
  • Lainnya
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Cek Fakta
    • Video
    • Indeks
No Result
View All Result
Kabar Indonesia
No Result
View All Result
  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Kode Etik dan Pedoman Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi

BMKG Pantau Bibit Siklon, Risiko Cuaca Ekstrem di Sumatra Masih Ada

by Gusti Ridani
21 Desember 2025
Home News
Share ke FBShare ke XShare di WA

KabarIndonesia.id — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menegaskan potensi cuaca ekstrem di sejumlah wilayah Sumatra masih berpeluang terjadi dalam beberapa waktu ke depan. Kondisi ini dipicu oleh dinamika atmosfer yang belum sepenuhnya stabil, termasuk keberadaan bibit siklon tropis yang masih dalam pemantauan.

Situasi tersebut membuat masyarakat, khususnya di wilayah terdampak bencana seperti Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat, diminta tetap meningkatkan kewaspadaan. Lingkungan yang masih basah akibat hujan dan banjir sebelumnya dinilai berisiko menimbulkan bahaya tambahan, terutama terkait keselamatan kelistrikan.

Koordinator BMKG Aceh, Nasrol Adil, menjelaskan bahwa sejumlah faktor atmosfer masih aktif memengaruhi pola cuaca di kawasan Sumatra dan sekitarnya. Salah satunya adalah bibit siklon tropis yang berpotensi meningkatkan curah hujan dan memperpanjang kondisi basah di wilayah terdampak.

“Beberapa faktor atmosfer, termasuk bibit siklon tropis yang masih kami pantau, dapat memengaruhi pola cuaca di Sumatra. Dampaknya berupa potensi hujan lebat yang membuat kondisi lingkungan tetap basah di sejumlah wilayah,” ujar Nasrol dalam keterangan tertulis, Minggu (21/12/2025).

Menurutnya, kondisi lingkungan yang masih basah pascabencana berkaitan langsung dengan keselamatan warga dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Genangan air dan lumpur tidak hanya berdampak pada permukiman dan fasilitas umum, tetapi juga di area pengungsian yang hingga kini masih digunakan masyarakat terdampak.

Nasrol menambahkan, dari sisi keselamatan, air dan lumpur memiliki sifat konduktif, terutama jika bercampur dengan material tanah, mineral, serta sisa bangunan. Kondisi tersebut membuat lingkungan lebih mudah menghantarkan arus listrik dibandingkan saat kering.

Situasi ini berpotensi menimbulkan bahaya jika hujan lebat kembali terjadi dan memperluas genangan, terutama di wilayah dataran rendah dan daerah aliran sungai di Sumatra bagian barat dan utara. Perubahan kondisi lapangan dapat berlangsung cepat sehingga membutuhkan kesiapsiagaan berkelanjutan dari masyarakat dan pemerintah daerah.

“Dalam kondisi lingkungan yang masih basah, terutama ketika terdapat genangan air dan lumpur, risiko keselamatan bisa meningkat. Secara fisik, air dan material lumpur dapat menjadi media penghantar, sehingga apabila terjadi hujan lebat atau banjir susulan di wilayah yang sudah kembali dialiri listrik, situasinya menjadi berbahaya bagi masyarakat, termasuk di permukiman, fasilitas umum, maupun lokasi pengungsian,” tegas Nasrol.

BMKG pun mengimbau masyarakat untuk terus memantau informasi cuaca terkini dan mengikuti arahan petugas di lapangan, sembari tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih mengintai wilayah Sumatra.

Tags: Bencana sumateraBibit SiklonBMKGcuacaCuaca EkstremInformasi Cuaca

Gusti Ridani

Jurnalis sejak 2020, bergabung ke Kabar Grup Indonesia mulai 2024 sebagai editor.

Next Post
Harga Minyak Melonjak, Menkeu Purbaya Pastikan Indonesia Belum Masuk Fase Krisis

Rp60 Triliun Disiapkan untuk Bencana Sumatra, Masyarakat Menanti Pemulihan Nyata

Recommended.

Hujan Tapi Suhu Panas? Begini Penjelasan BMKG!

Hujan Tapi Suhu Panas? Begini Penjelasan BMKG!

7 Mei 2024
Indonesia Tempati Posisi Kedua Grup F Kualifikasi Pildun

Indonesia Tempati Posisi Kedua Grup F Kualifikasi Pildun

22 Maret 2024

Subscribe.

Trending.

Ketua MPR RI Ahmad Muzan

Prabowo Fokus Tata Hukum Nasional, Respons Kasus Suap Hakim Jadi Sorotan

17 April 2025
Harga Emas Antam Naik Rp4.000, Ini Daftar Harga Terbaru Hari Ini

Harga Emas Antam Naik Rp4.000, Ini Daftar Harga Terbaru Hari Ini

5 Maret 2026
KabarIndonesia.ID

Harga Emas Hari Ini di Angka Rp1.020.000

30 Desember 2023
BMKG Bantah Narasi OMC Sebabkan Cuaca Tak Stabil dan Banjir Besar

BMKG Bantah Narasi OMC Sebabkan Cuaca Tak Stabil dan Banjir Besar

29 Januari 2026
Harga Emas Antam 23 November Naik Rp21.000, Tembus Rp1,541 Juta per Gram

Harga Emas Antam 23 November Naik Rp21.000, Tembus Rp1,541 Juta per Gram

25 November 2024
Kabar Indonesia

Aktual, akurat, berbasis data mengabarkan Indonesia.

Pengelola

PT. Kabar Grup Indonesia

Alamat Redaksi:
Office Park OL3.12A, The Bellagio Mall Jl. Kawasan Mega Kuningan Kav.E.4.3, Setiabudi, Jakarta Selatan
Email: info@kabarindonesia.id

Rubrik

  • AI
  • Nasional
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Politik & Pemilu
  • Olahraga
  • Cek Fakta

Jaringan Media

  • Kabar Jawa
  • Kabar Kalimantan
  • Kabar Pekanbaru
  • Kabar Makassar
  • Kabar Sumatera
  • Kabar Sunda
  • Rujukan Desa
  • Serambi Muslim

Media Sosial

Follow Us

  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Kode Etik dan Pedoman Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi

© 2026 Kabar Indonesia - Managed by Kabar Grup Indonesia.

No Result
View All Result
  • Home
  • AI
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik & Pemilu
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Cek Fakta
  • Video
  • Indeks

© 2026 Kabar Indonesia - Managed by Kabar Grup Indonesia.

Not enough quota to unlock this post
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?
Go to mobile version