• Kabar Makassar
  • Kabar Jawa
  • Kabar Sunda
  • Kabar Pekanbaru
  • Kabar Kalimantan
  • Serambi Muslim
KabarIndonesia.id
  • Home
  • AI
    • Bisnis dan Ekosistem
    • Edukasi dan Masa Depan
    • Regulasi dan Etika
    • Industri dan Terapan
    • Inovasi dan Tren
  • Nasional
  • Daerah
    • Jawa Bali
    • Sumatera
    • Kalimantan
    • Sulawesi
    • Nusa Tenggara
    • Papua
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Keuangan
    • Pajak
    • Syariah
  • Politik
  • Gaya Hidup
    • Fashion
    • Film dan Musik
    • Otomotif
    • Teknologi
  • Lainnya
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Cek Fakta
    • Video
    • Indeks
No Result
View All Result
Kabar Indonesia
No Result
View All Result
  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Kode Etik dan Pedoman Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi

Ancaman Global Meningkat, Indonesia Optimis Jadi Lumbung Pangan Dunia

by Gusti Ridani
24 Maret 2026
Home Kabar Utama
Share ke FBShare ke XShare di WA

KabarIndonesia.id — Ancaman krisis pangan global kembali meningkat seiring eskalasi konflik geopolitik dan munculnya harga energi dunia. Di tengah situasi tersebut, Indonesia justru optimis mampu memperkuat ketahanan pangan nasional hingga menjadi lumbung pangan dunia.

Laporan terbaru World Food Program (WFP) memperingatkan bahwa konflik berkepanjangan di Timur Tengah berpotensi mendorong jumlah penduduk dunia yang mengalami kelaparan akut pada tahun 2026.

Bahkan, sekitar 45 juta orang tambahan diperkirakan bisa masuk dalam kategori rawan pangan jika kondisi global tidak membaik.

Menyanggapi hal itu, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menekankan pentingnya setiap negara memperkuat kemandirian pangan.

“Dunia sedang menghadapi ancaman krisis pangan yang serius. Karena itu setiap negara harus memperkuat ketahanan pangannya dan tidak boleh bergantung pada negara lain,” ujar Mentan Amran dalam keterangannya, dikutip Selasa (24/3/2026).

Menurutnya, konflik global, kenaikan harga energi, serta terganggunya jalur pelayaran internasional menjadi faktor utama yang berpotensi memicu inflasi pangan dunia, seperti yang terjadi saat perang Rusia–Ukraina pada tahun 2022.

“Kalau terjadi krisis global, khususnya permasalahan geopolitik, yang paling aman adalah negara yang bisa memproduksi pangannya sendiri. Itu sebabnya kita harus memperkuat produksi dalam negeri,” tegasnya.

Indonesia di Jalur Swasembada

Di tengah ancaman global, Indonesia dinilai berada pada jalur yang tepat menuju swasembada pangan. Pemerintah saat ini fokus membangun sistem pertanian yang modern, kuat, dan berkelanjutan.

“Kita harus optimis. Indonesia punya lahan, udara, iklim, dan sumber daya manusia. Kalau semua dimaksimalkan, swasembada bukan mimpi,” kata Amran.

Strategi yang diterapkan meliputi intensifikasi dan ekstensifikasi pertanian secara bersamaan. Intensifikasi dilakukan melalui penggunaan benih unggul, mekanisasi, pompanisasi, serta peningkatan indeks pertanaman. Sementara ekstensifikasi dilakukan melalui program cetak sawah dan optimalisasi lahan rawa.

“Mandiri mutlak, swasembada mutlak. Produksi harus naik secara signifikan,” ujarnya.

Deregulasi dan Modernisasi Jadi Kunci

Amran menekankan dua pilar utama untuk mencapai swasembada berkelanjutan, yakni deregulasi dan transformasi pertanian modern.

Pemerintah telah menerbitkan 13 Peraturan Presiden di sektor pertanian serta mencabut sekitar 500 peraturan internal yang dinilai menghambat. Langkah ini bertujuan mempercepat distribusi sarana produksi dan menekan biaya produksi petani.

“Kalau regulasi terlalu banyak, program tidak akan jalan. Karena itu kita pangkas,” jelasnya.

Reformasi signifikan juga dilakukan pada tata kelola pupuk. Distribusi yang sebelumnya berbelit kini dipangkas menjadi jalur langsung dari Kementerian Pertanian ke Pupuk Indonesia hingga ke petani.

Hasilnya, biaya pupuk turun hingga 20 persen dan volume distribusi meningkat 700 ribu ton tanpa tambahan anggaran negara.

Produksi Naik, Petani Lebih Sejahtera

Modernisasi pertanian dinilai mampu meningkatkan efisiensi tenaga kerja hingga 90 persen, mempercepat proses tanam dan panen, serta menurunkan biaya produksi hingga 50 persen.

Dampaknya terlihat dari meningkatnya Nilai Tukar Petani (NTP) yang kini mencapai 125, tertinggi sepanjang sejarah. Kebijakan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) gabah sebesar Rp6.500 per kilogram juga mendorong perputaran ekonomi hingga Rp132 triliun di tingkat petani.

“Kalau petani untung, mereka akan semangat menanam.Itu kunci swasembada,” kata Amran.

Secara nasional, produksi beras mencapai sekitar 34,7 juta ton atau naik 13 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara cadangan beras pemerintah telah menembus lebih dari 4 juta ton.

“Stok kita kuat, produksi naik, cadangan pangan aman. Ini menunjukkan kita di jalur yang benar,” ujarnya.

Siapkan Lumbung Pangan Masa Depan

Untuk memperkuat produksi jangka panjang, pemerintah juga mengembangkan optimalisasi lahan rawa, terutama di Kalimantan, dengan sistem irigasi modern.

Program ini diproyeksikan menjadi sumber produksi baru sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai lumbung pangan global.

“Kami sedang menyiapkan lumbung pangan baru. Ini untuk memastikan produksi terus meningkat,” jelasnya.

Di tengah ancaman krisis pangan global, Indonesia tidak hanya berupaya bertahan, namun juga mengambil peluang untuk memperkuat posisi strategis di sektor pangan dunia.

“Kita tidak boleh takut krisis pangan global. Justru inilah momentum Indonesia untuk mandiri pangan dan menjadi lumbung pangan dunia,” pungkas Amran.

Tags: Ketahanan Panganketahanan pangan Indonesiakrisis globalMentan AmranMenteri Pertanian Andi Amran Sulaimanstok beras IndonesiaSwasembada berasSwasembada pangan

Gusti Ridani

Jurnalis sejak 2020, bergabung ke Kabar Grup Indonesia mulai 2024 sebagai editor.

Next Post
Tunda Serangan ke Iran, Trump Klaim AS Melakukan Negosiasi dengan Iran

Tunda Serangan ke Iran, Trump Klaim AS Lakukan Negosiasi dengan Iran

Recommended.

KabarIndonesia.ID

Ekspor Sulsel Agustus Capai US$ 115,81 Juta

30 Desember 2023
KabarIndonesia.ID

Target Satu Juta Penerima, Program Kartu Prakerja Dilanjutkan

30 Desember 2023

Subscribe.

Trending.

PBB Rilis Laporan Ilmiah AI Pertama, Peringatkan Regulasi Tertinggal dan Ancaman Teknologi Makin Nyata

PBB Rilis Laporan Ilmiah AI Pertama, Peringatkan Regulasi Tertinggal dan Ancaman Teknologi Makin Nyata

3 Juli 2026
AI Premium Tak Lagi Mahal, Kabuzen AI Sasar Pelajar dan Mahasiswa

AI Premium Tak Lagi Mahal, Kabuzen AI Sasar Pelajar dan Mahasiswa

30 Juni 2026
DPR Usul AI Bantu Diagnosis di Daerah, Ini Tanggapan Menkes

DPR Usul AI Bantu Diagnosis di Daerah, Ini Tanggapan Menkes

25 Juni 2026
Google DeepMind Gandeng A24 Kembangkan AI untuk Produksi Film

Google DeepMind Gandeng A24 Kembangkan AI untuk Produksi Film

25 Juni 2026
Prabowo Samakan Risiko AI dengan Nuklir, Sebut Bisa Mengancam Peradaban

Prabowo Soroti Fenomena Agen AI, Siapkan Penguatan SDM dan Riset Indonesia

30 Juni 2026
Kabar Indonesia

Aktual, akurat, berbasis data mengabarkan Indonesia.

Pengelola

PT. Kabar Grup Indonesia

Alamat Redaksi:
Office Park OL3.12A, The Bellagio Mall Jl. Kawasan Mega Kuningan Kav.E.4.3, Setiabudi, Jakarta Selatan
Email: info@kabarindonesia.id

Rubrik

  • AI
  • Nasional
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Politik & Pemilu
  • Olahraga
  • Cek Fakta

Jaringan Media

  • Kabar Makassar
  • Kabar Jawa
  • Kabar Sunda
  • Kabar Pekanbaru
  • Kabar Kalimantan
  • Rujukan Desa
  • Serambi Muslim

Media Sosial

Follow Us

  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Kode Etik dan Pedoman Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi

© 2026 Kabar Indonesia - Managed by Kabar Grup Indonesia.

No Result
View All Result
  • Home
  • AI
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik & Pemilu
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Cek Fakta
  • Video
  • Indeks

© 2026 Kabar Indonesia - Managed by Kabar Grup Indonesia.

Not enough quota to unlock this post
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?
Exit mobile version