KABARINDONENSIA.ID — Partai Demokrat menilai perekonomian nasional di bawah pemerintahan saat ini tetap tangguh dan berada di jalur yang tepat (on the track), meski menghadapi tekanan dari ketidakpastian global dan konflik geopolitik yang masih berlangsung.
Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat sekaligus Anggota Komisi IV DPR RI, Herman Khaeron, mengatakan capaian pertumbuhan ekonomi di atas 5 persen menunjukkan fondasi ekonomi domestik masih cukup kuat.
“Saya kira ada hal yang berkualitas di semester dua ini cukup positif. Dan tentu penilaian nanti di akhir tahun, rata-ratanya di berapa pertumbuhan. Namun saya kira di atas 5 persen ini juga sudah pencapaian yang luar biasa, karena di tengah dengan tantangan global yang saya kira tidak mudah, tidak sederhana,” ujar Herman kepada media, jelang agenda Sidang Tahunan MPR RI bersama DPD RI, Jumat (14/8/2026).
Herman menilai tekanan eksternal tetap menjadi tantangan besar, termasuk konflik di Timur Tengah yang berpengaruh terhadap rantai pasok dan dinamika ekonomi global.
“Konflik di Timur Tengah yang up and down, Amerika, Israel, Iran yang panas-dingin, dingin-panas, saya kira ini adalah situasi yang juga mempengaruhi situasi dunia. Dan tentu dengan pertumbuhan 5,2 persen ini juga menunjukkan bahwa ekonomi Indonesia masih on the track,” tegasnya.
Soroti Penataan BUMN dan Peran Danantara
Selain kondisi makroekonomi, Herman juga menyoroti langkah pemerintah dalam merampingkan dan menata ulang Badan Usaha Milik Negara (BUMN), termasuk sinerginya dengan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau Danantara.
Ia menyebut proses penyederhanaan jumlah BUMN melalui penggabungan sejumlah entitas tengah dilakukan untuk meningkatkan efisiensi sekaligus memperkuat pendapatan negara.
“BUMN sedang dilakukan menciutkan ya, sedang dilakukan penggabungan-penggabungan beberapa BUMN baik yang klasternya sama maupun BUMN yang memiliki usaha sejenis. Nah, ini yang sedang diupayakan dari 1.044 menjadi 200, dari kurang lebih 250 BUMN. Tentu ini adalah proses, sambil juga terus menggenjot terhadap peningkatan pendapatan,” ungkap Herman.
Menurutnya, langkah efisiensi, peningkatan produktivitas, serta revitalisasi aset BUMN mulai memberikan dampak positif terhadap kinerja perusahaan-perusahaan negara.
“Alhamdulillah, kalau melihat dari sisi pendapatan memang sampai hari ini, apakah itu melalui efisiensi, peningkatan produktivitas, maupun dari revitalisasi terhadap aset-aset BUMN yang sekarang berlangsung, tentu kalau kita lihat pertumbuhannya cukup baik,” tambahnya.
Dorong Ekonomi Konstitusi
Herman juga mengapresiasi komitmen Presiden dalam menerapkan konsep ekonomi konstitusi sebagaimana diamanatkan dalam Pasal 33 dan Pasal 34 Undang-Undang Dasar 1945.
Menurutnya, pengelolaan sumber daya alam harus diarahkan sebesar-besarnya untuk pemerataan dan kemakmuran rakyat.
“Presiden selalu menyampaikan bahwa ekonomi konstitusi berdasarkan Undang-Undang Dasar 1945 Pasal 33, 34 yang secara tegas melandaskan bahwa seluruh sumber daya alam adalah untuk kemakmuran rakyat. Ini sebuah hal yang harus kita dukung bersama, dan ini adalah langkah strategis yang diambil oleh Presiden dalam rangka meningkatkan pemerataan pendapatan dan kesejahteraan yang lebih adil,” jelasnya.
Tunggu Arah Stimulus dalam RAPBN
Menjelang penyampaian Nota Keuangan dan Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN), Herman mengatakan parlemen akan mencermati sektor mana yang mendapat dorongan terbesar dari pemerintah untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi.
Ia berharap kinerja positif yang telah dicapai dapat dipertahankan sekaligus ditingkatkan melalui kebijakan fiskal yang tepat sasaran.
“Tentu kita bisa memberikan penilaian on the track, baik. Mudah-mudahan ini terus dipertahankan dan ditingkatkan sejalan dengan penyampaian nota APBN dari pemerintah. Kita akan melihat di mana dorongan terbesar untuk bisa mencapai pertumbuhan yang lebih tinggi dari capaian tahun sebelumnya,” pungkas Herman.







