KABARINDONESIA.ID — Pemerintah memastikan seluruh penumpang dan awak kapal KMP Mutiara Sentosa II yang mengalami kebakaran di perairan utara Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, telah berhasil dievakuasi. Hingga hari ketiga pascainsiden, total 238 orang berhasil diselamatkan, sementara lima korban ditemukan meninggal dunia.
Sebanyak 62 korban terakhir dievakuasi dari Pulau Masalembu menuju Surabaya, sehingga proses evakuasi seluruh penumpang dan awak kapal dinyatakan rampung.
“Atas nama pemerintah, kami kembali menyampaikan duka cita yang mendalam atas musibah ini. Semoga kejadian seperti ini tidak terulang di masa mendatang. Dengan rasa duka yang mendalam, terdapat lima korban yang dievakuasi dalam kondisi meninggal dunia,” ujar Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi di Jakarta, dikutip Rabu (5/8/2026).
Pemerintah melalui PT Jasa Raharja memastikan seluruh korban memperoleh haknya, mulai dari pembiayaan perawatan dan pengobatan hingga santunan bagi korban sesuai ketentuan.
Selain itu, Kementerian Perhubungan berkoordinasi dengan maskapai penerbangan dan instansi terkait untuk memfasilitasi pemulangan jenazah ke daerah asal tanpa membebani keluarga korban.
Menhub Dudy menegaskan, musibah tersebut akan menjadi bahan evaluasi menyeluruh guna memperkuat aspek keselamatan transportasi laut, termasuk penyempurnaan standar operasional dalam penanganan keadaan darurat.
“Yang terjadi sekarang ini akan menjadi bahan evaluasi agar hal-hal serupa tidak terjadi lagi. Bila ditemukan dugaan tindak pidana, akan diproses sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” kata Menhub Dudy.
Sementara itu, Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Mohammad Syafii menjelaskan proses evakuasi dilakukan dengan dukungan sejumlah kapal yang berada di sekitar lokasi kejadian.
Berdasarkan hasil pendataan terhadap para korban, kru kapal telah memberikan instruksi kepada seluruh penumpang untuk berkumpul di anjungan serta mengenakan jaket keselamatan sebelum meninggalkan kapal saat kondisi darurat terjadi.
“Atas dasar itu, operasi SAR khusus dalam penanganan kedaruratan KMP Mutiara Sentosa II secara resmi kami alihkan menjadi operasi rutin kesiapsiagaan yang dikendalikan oleh Kantor SAR Surabaya. Meski demikian, operasi rutin tetap difokuskan di perairan sekitar lokasi kejadian dan kami tetap membuka posko pengaduan apabila terdapat laporan baru dari masyarakat,” ujar Kepala Basarnas.
Di sisi lain, Kementerian Perhubungan mendukung penuh proses investigasi yang dilakukan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk mengungkap penyebab kebakaran kapal tersebut.
Tim investigator KNKT telah diterjunkan ke lokasi guna mengumpulkan data serta berkoordinasi dengan seluruh instansi terkait.
Sebagai langkah pencegahan agar kejadian serupa tidak kembali terjadi, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut juga telah memanggil operator KMP Mutiara Sentosa II untuk menjalani audit terhadap sistem manajemen keselamatan kapal.
“Upaya ini dilakukan sebagai bagian dari mitigasi sehingga diharapkan kejadian serupa tidak akan terjadi di kemudian hari,” tegas Direktur Jenderal Perhubungan Laut Muhammad Masyhud.







