YPMAK Salurkan Bantuan Pangan untuk Korban Banjir di Kampung Miyoko, Mimika

Istimewa - Proses pemuatan bantuan bahan makanan YPMAK untuk warga Kampung Miyoko di Timika

KabarIndonesia.id — Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK) menyalurkan bantuan bahan makanan bagi ratusan keluarga terdampak banjir di Kampung Miyoko, Distrik Mimika Tengah, Kabupaten Mimika, Papua Tengah.

Bantuan diserahkan langsung oleh Sekretaris Pengurus YPMAK, Kristianus Ukoago, kepada Kepala Kampung Miyoko, Thobias Natiaypaku, di Timika, Sabtu (31/5). Total bantuan mencakup 20 paket berisi beras, minyak goreng, gula pasir, garam, air mineral, dan mie instan.

“Penyaluran ini merupakan wujud kepedulian YPMAK terhadap saudara-saudara kita yang terdampak musibah. Kami hadir membawa bantuan berupa kebutuhan pokok agar dapat meringankan beban warga,” ujar Kristianus.

Musibah banjir yang melanda tidak hanya berdampak pada warga Kampung Miyoko, namun juga menjangkau kampung-kampung sekitar seperti Aikawapuka dan Iwaka. Ketiga wilayah tersebut tergenang air akibat luapan Sungai Kamoro, menyusul intensitas hujan yang tinggi dalam beberapa bulan terakhir.

YPMAK memastikan proses distribusi bantuan menjangkau langsung warga terdampak. Seluruh biaya transportasi dari Timika menuju Kampung Miyoko ditanggung penuh oleh pihak yayasan.

“Transportasi kami siapkan sepenuhnya. Dengan begitu, bantuan diterima langsung oleh masyarakat di lokasi tanpa perantara,” tambah Kristianus.

Sementara itu, Kepala Kampung Miyoko, Thobias Natiaypaku, menyampaikan rasa terima kasih atas bantuan yang diberikan. Ia menyebut banjir telah melanda kampungnya dan dua kampung tetangga sejak awal Januari hingga akhir Mei.

“Atas nama warga Miyoko, Iwaka, dan Aikawapuka, kami menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada YPMAK. Bantuan ini sangat berarti bagi kami di tengah kesulitan,” ungkap Thobias.

Ia menambahkan bahwa wilayah pesisir Mimika, khususnya tiga kampung tersebut, dalam beberapa tahun terakhir semakin sering dilanda banjir bandang. Kondisi ini diperparah oleh masifnya aktivitas penebangan hutan di hulu Sungai Kamoro, terutama yang berkaitan dengan perluasan perkebunan sawit.

Sebagai informasi, YPMAK merupakan pengelola dana kemitraan dari PT Freeport Indonesia yang diperuntukkan bagi masyarakat adat Amungme dan Kamoro serta lima kelompok kekerabatan suku asli Papua lainnya, yakni Mee/Ekagi, Moni, Dani, Damal, dan Nduga di Kabupaten Mimika.

Exit mobile version