Tim SAR Gabungan Evakuasi Pendaki Hipotermia di Bukit Pading, Bangka Tengah

Tim SAR Gabungan Babel evakuasi pendaki Bukit Pading yang alami gejala hipotermia.

KabarIndonesia.id — Tim Pencarian dan Pertolongan gabungan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengevakuasi sejumlah wisatawan yang menunjukkan gejala hipotermia saat melakukan pendakian di Bukit Pading, Bangka Tengah.

Evakuasi dilakukan menyusul laporan yang diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan Pangkalpinang. Proses ini melibatkan personel Rescuer Kansar Pangkalpinang, BPBD Bangka Tengah, Saka SAR, serta dukungan masyarakat Dusun Sadap. Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Pangkalpinang, I Made Oka Astawa, menyampaikan hal ini dalam keterangan resminya, Senin (2/6).

Tim gabungan segera bergerak menuju lokasi kejadian untuk memberikan penanganan medis darurat kepada pendaki yang terdampak. Operasi penyelamatan berlangsung hingga dini hari, tepatnya pukul 03.30 WIB. Seluruh korban berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat.

Insiden ini bermula dari kegiatan pendakian yang diikuti oleh 35 orang dari Komunitas Sekam Babel. Mereka memulai perjalanan pada Jumat, 31 Mei 2025 pukul 16.00 WIB dari Dusun Sadap dan tiba di Posko-1 Anak Pading sekitar pukul 20.00 WIB, tempat mereka bermalam.

Keesokan paginya, sekitar pukul 10.00 WIB, para pendaki melanjutkan perjalanan menuju puncak Bukit Pading dan berhasil mencapainya pada pukul 15.30 WIB. Namun saat perjalanan turun dimulai pukul 16.00 WIB, seorang pendaki atas nama Fitri (21) menunjukkan gejala hipotermia disertai kelelahan ekstrem. Ia kemudian dibopong menuju Posko-1 oleh rekan-rekannya.

Setibanya di Posko-1 pukul 20.30 WIB, tiga pendaki lain mengalami kondisi serupa. Dalam upaya penanganan awal, para pendaki menyalakan api unggun guna menghangatkan tubuh, sembari menghubungi Kantor SAR Pangkalpinang untuk meminta bantuan.

Tim penyelamat segera diberangkatkan dari Pangkalpinang dengan dukungan dari BPBD Kabupaten Bangka Tengah, relawan Saka SAR, serta masyarakat sekitar Dusun Sadap. Evakuasi pun berlangsung lancar hingga seluruh korban berhasil dibawa ke titik aman.

Para pendaki kemudian diarahkan kembali ke rumah salah satu peserta yang menjadi lokasi awal keberangkatan. Mereka diangkut menggunakan armada Basarnas dan kendaraan umum.

“Evakuasi ini kami lakukan terhadap pendaki yang mengalami hipotermia dan tidak mampu melanjutkan perjalanan turun akibat kondisi cuaca yang lembap dan diguyur hujan sejak kemarin,” ujar I Made Oka Astawa.

Ia mengingatkan agar setiap calon pendaki mempersiapkan kondisi fisik yang optimal serta membawa perlengkapan keselamatan yang memadai guna mengantisipasi risiko di jalur pendakian.

“Apresiasi setinggi-tingginya kami sampaikan kepada seluruh unsur SAR gabungan yang telah bahu-membahu dalam proses penyelamatan ini,” pungkasnya.

Exit mobile version